Site Logo
Semua Berita
Semua Berita Siaran PersPenelitianPengumumanUNG BerdampakPengabdianSNPMBKemdikti SaintekMBKMSDGsPrestasi MahasiswaKerjasamaKemahasiswaanCampus LifeAkademikAkreditasiUmumJDIH
Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul, Perkuat Posisi sebagai Program Studi Berdaya Saing Nasional
16 Jul 2026
09:35 WITA

Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul, Perkuat Posisi sebagai Program Studi Berdaya Saing Nasional

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Program Studi Sarjana (S1) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) meraih predikat Akreditasi Unggul, dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) berdasarkan Keputusan LAMEMBA Nomor 178/DE/A.5/LAMEMBA-U/VII/2026.Capaian ini menjadi pengakuan atas konsistensi prodi  manajemen dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi yang bermutu, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan berorientasi pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan.Keberhasilan meraih Akreditasi Unggul tidak diperoleh secara instan. Prodi manajemen harus melalui serangkaian proses penilaian, mulai dari evaluasi dokumen, asesmen lapangan, hingga verifikasi berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan oleh tim asesor LAMEMBA.Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG, Dr. Raflin Hinelo, M.Pd., menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan.Menurutnya, predikat Akreditasi Unggul menjadi bukti bahwa prodi manajemen telah memenuhi standar tertinggi dalam berbagai aspek penilaian, mulai dari tata kelola prodi, implementasi kurikulum berbasis luaran (Outcome-Based Education), kualitas sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kemahasiswaan, hingga jejaring kerja sama.“Akreditasi Unggul merupakan bukti kualitas yang dimiliki prodi manajemen. Hasil ini menunjukkan bahwa seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan telah memenuhi standar terbaik yang ditetapkan LAMEMBA. Tentu capaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta para mitra yang selama ini mendukung pengembangan program studi,” ujar Raflin.Ia menambahkan, capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan akademik agar mampu menjawab tantangan dunia pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.Apresiasi juga disampaikan Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. Menurutnya, raihan Akreditasi Unggul semakin memperkuat posisi prodi manajemen, sebagai salah satu prodi yang mampu menghasilkan lulusan kompeten, profesional, berintegritas, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.“Predikat ini menunjukkan bahwa prodi manajemen telah memiliki kualitas yang diakui secara nasional. Capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi dalam pembelajaran, memperkuat budaya riset, meningkatkan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri, serta memperluas jejaring kerja sama internasional," ungkap Eduart.Namun demikian, Rektor menegaskan bahwa predikat Akreditasi Unggul bukanlah garis akhir dari proses peningkatan mutu.  Pengakuan tersebut justru menjadi amanah besar bagi seluruh sivitas akademika untuk terus menjaga kualitas pendidikan, meningkatkan pelayanan akademik, serta memperkuat kontribusi program studi dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul yang mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional. (**)

Mahasiswa FSB Lolos Program Bergengsi Belajar Bersama Maestro 2026, Siap Menimba Ilmu dari Maestro Seni Indonesia
16 Jul 2026
02:00 WITA

Mahasiswa FSB Lolos Program Bergengsi Belajar Bersama Maestro 2026, Siap Menimba Ilmu dari Maestro Seni Indonesia

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di tingkat nasional. Muhammad Najmi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) UNG, berhasil lolos sebagai peserta Program Belajar Bersama Maestro (BBM) 2026, sebuah program prestisius yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia untuk melahirkan generasi muda pelestari seni dan budaya Nusantara.Keberhasilan tersebut menempatkan Muhammad Najmi sebagai salah satu mahasiswa terbaik dari berbagai daerah di Indonesia yang akan memperoleh kesempatan langka belajar secara langsung bersama para maestro seni dan budaya Indonesia. Program ini akan berlangsung selama satu bulan, mulai 15 Juli hingga 15 Agustus 2026, di Jakarta.Belajar Bersama Maestro merupakan program nasional yang dirancang untuk menjembatani proses transfer pengetahuan, keterampilan, filosofi, hingga nilai-nilai budaya dari para maestro kepada generasi muda. Selama mengikuti program, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman praktik berkesenian, tetapi juga mendalami proses kreatif yang menjadi ciri khas para seniman dan budayawan Indonesia.Keikutsertaan Muhammad Najmi merupakan hasil dari proses seleksi yang berlangsung sangat kompetitif. Selain kemampuan artistik, peserta juga dinilai berdasarkan komitmen mereka dalam menjaga, mengembangkan, dan mewariskan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi mendatang.Bagi Muhammad Najmi, kesempatan mengikuti BBM 2026 menjadi pengalaman akademik sekaligus ruang pembelajaran yang tidak dapat diperoleh di ruang kelas. Melalui interaksi langsung dengan para maestro, ia akan memperluas wawasan mengenai teknik berkesenian, nilai-nilai budaya, serta pendekatan kreatif dalam melestarikan seni tradisional Indonesia.Dekan Fakultas Sastra dan Budaya UNG, Prof. Dra. Nonny Basalama, M.A., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan mahasiswa FSB tersebut. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FSB UNG memiliki kompetensi, kreativitas, dan daya saing yang mampu bersaing pada program-program nasional bergengsi di bidang seni dan budaya."Program Belajar Bersama Maestro merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari para maestro seni Indonesia. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya pengetahuan dan keterampilan berkesenian, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa sebagai generasi pelestari budaya bangsa," ungkap Prof. Nonny.Ia berharap pengalaman yang diperoleh Muhammad Najmi selama mengikuti program dapat ditransformasikan kepada mahasiswa lainnya, sehingga mampu memperkuat budaya akademik sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak prestasi di bidang seni dan budaya.Sementara itu, Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., menilai keberhasilan tersebut semakin menegaskan kualitas mahasiswa UNG yang mampu bersaing pada program-program nasional bergengsi.Menurutnya, partisipasi mahasiswa dalam Program Belajar Bersama Maestro sejalan dengan komitmen Universitas Negeri Gorontalo dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif, inovatif, serta memiliki kepedulian terhadap pelestarian seni dan budaya Indonesia."Ilmu dan pengalaman yang diperoleh Muhammad Najmi selama mengikuti program, diharapkan dapat ditransformasikan kepada mahasiswa lainnya, sehingga mampu memperkuat budaya akademik sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak prestasi di bidang seni dan budaya,” harap Amir.

Inovasi Mahasiswa untuk Sekolah Dipamerkan, UNG Mengajar Batch 9 Tunjukkan Kontribusi Nyata bagi Pendidikan di Kabupaten Gorontalo
15 Jul 2026
08:20 WITA

Inovasi Mahasiswa untuk Sekolah Dipamerkan, UNG Mengajar Batch 9 Tunjukkan Kontribusi Nyata bagi Pendidikan di Kabupaten Gorontalo

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Beragam inovasi pembelajaran hasil kreativitas mahasiswa UNG dipamerkan dalam Pameran Produk Program UNG Mengajar Batch 9 Wilayah Kabupaten Gorontalo, yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LPMPP) UNG, Rabu (8/7), di SMP Negeri 3 Limboto Barat.Pameran ini menjadi ajang diseminasi berbagai luaran Program UNG Mengajar yang telah dijalankan selama satu semester di sekolah-sekolah mitra. Tidak sekadar menampilkan hasil karya, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan inovasi untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di Kabupaten Gorontalo.Pada pelaksanaan UNG Mengajar Batch 9, universitas menugaskan 217 mahasiswa untuk mengabdi di 19 sekolah mitra, yang terdiri atas jenjang SD, SMP, SMA, dan MA di Kabupaten Gorontalo. Selama berada di sekolah, para mahasiswa berkolaborasi dengan guru dalam mengembangkan berbagai metode dan media pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.Berbagai produk inovatif dipamerkan, mulai dari modul ajar Kurikulum Merdeka, media pembelajaran berbasis teknologi digital, alat peraga edukatif, perangkat pembelajaran interaktif, hingga program penguatan literasi dan pendidikan karakter. Seluruh karya tersebut merupakan hasil implementasi program yang telah diterapkan langsung di sekolah-sekolah mitra.Kepala LPMPP UNG, Prof. Dr. Elya Nusantari, M.Pd., menjelaskan bahwa pameran produk merupakan wadah untuk memperlihatkan berbagai inovasi yang telah dikembangkan mahasiswa selama mengikuti Program UNG Mengajar.Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi media publikasi hasil program, tetapi juga ruang berbagi pengalaman dan inspirasi antarmahasiswa, guru, maupun sekolah dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang lebih efektif.“Berbagai produk yang dipamerkan meliputi media pembelajaran, alat peraga edukatif, perangkat pembelajaran, serta hasil program kerja yang telah diterapkan di masing-masing sekolah. Melalui pameran ini, kami berharap inovasi yang dihasilkan dapat menjadi referensi bagi sekolah lain dan terus dikembangkan untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ujar Elya.Suasana pameran berlangsung semarak dengan hadirnya 19 stan sekolah mitra yang menampilkan berbagai hasil karya mahasiswa bersama peserta didik. Pengunjung dapat melihat secara langsung media pembelajaran inovatif, proyek kolaboratif siswa, hingga dokumentasi kegiatan mahasiswa selama menjalankan program di sekolah.Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi UNG, Dr. Harto Malik, M.Hum., mengapresiasi sinergi yang telah terbangun antara Universitas Negeri Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Gorontalo, serta sekolah-sekolah mitra dalam menyukseskan Program UNG Mengajar.Ia berharap berbagai produk yang dihasilkan mahasiswa tidak berhenti sebagai hasil pameran semata, tetapi dapat dimanfaatkan dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.“Diharapkan inovasi yang telah dihasilkan mahasiswa dapat terus digunakan dan disempurnakan oleh sekolah. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah seperti ini menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di daerah," ungkap Harto.Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Dr. Abd. Waris, S.Pd., M.Pd. Menurutnya, kehadiran mahasiswa UNG Mengajar telah memberikan kontribusi positif bagi sekolah, terutama dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan kreativitas guru dan peserta didik.“Semoga kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan UNG dapat terus berlanjut, sehingga semakin banyak sekolah yang merasakan manfaat dari program tersebut,” harapnya.Melalui Pameran Produk UNG Mengajar Batch 9, Universitas Negeri Gorontalo kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang berdampak langsung bagi sekolah dan masyarakat. Program ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat kualitas pendidikan melalui kolaborasi, kreativitas, dan pengabdian. (**)

Sulap Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi, Mahasiswa KKN Hadirkan GALAPEAT di Desa Dunggala
14 Jul 2026
05:41 WITA

Sulap Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi, Mahasiswa KKN Hadirkan GALAPEAT di Desa Dunggala

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Siapa sangka tumpukan sabut kelapa yang selama ini hanya menjadi limbah tak berguna di sudut-sudut kebun warga Desa Dunggala, kini menjelma menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Itulah yang berhasil diwujudkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap I Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui program inovatif bertajuk GALAPEAT.Program yang resmi diluncurkan di Desa Dunggala, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango ini mengolah sabut kelapa menjadi cocopeat — media tanam organik yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.GALAPEAT merupakan salah satu program unggulan dalam kegiatan KKN Tematik bertema "Dunggala Digital Hub: Sinergi Multidisiplin dalam Branding Kearifan Lokal melalui Konten Edukasi Berbahasa Inggris untuk Global Marketing."Dari Limbah ke PeluangGALAPEAT lahir bukan sekadar dari ide di atas kertas. Program ini hadir sebagai jawaban nyata atas persoalan lingkungan sekaligus peluang ekonomi yang selama ini terlewatkan begitu saja oleh warga desa.Ketua tim KKN Tematik, Haris Danial, S.Pd., M.A., mengungkapkan bahwa, potensi besar desa ini selama ini tersembunyi di balik tumpukan sabut kelapa yang tak terurus."Sabut kelapa yang sebelumnya dianggap limbah ternyata dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui GALAPEAT, kami ingin mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi lokal sekaligus membangun identitas desa yang kuat berbasis kearifan lokal," ujar Haris.Program ini dipimpin oleh tim multidisiplin yang solid, terdiri atas Prof. Nonny Basalama, M.A., Ph.D., Muh. Rezky Friesta Payu, M.Si., dan Dr. Indri Wirahmi Bay, M.A. — membuktikan bahwa inovasi terbaik lahir dari kolaborasi lintas ilmu.Warga Belajar, Warga BerdayaTak hanya sekadar sosialisasi, program GALAPEAT mengajak langsung masyarakat, para petani, dan anggota Karang Taruna Desa Dunggala untuk terjun dalam proses produksi cocopeat dari awal hingga akhir.Dalam sesi pelatihan, peserta diperkenalkan pada berbagai manfaat cocopeat — mulai dari fungsinya sebagai media tanam ramah lingkungan yang menyerap air dengan baik, hingga peluangnya sebagai produk siap jual yang menjanjikan. Dengan terlibat langsung dalam proses produksi, warga tidak hanya menonton, tetapi benar-benar memahami dan menguasai keterampilan baru.Desa Inovatif Berbasis Kearifan LokalKehadiran GALAPEAT dan berbagai program pendampingan lainnya semakin menegaskan posisi Desa Dunggala sebagai desa yang inovatif, edukatif, dan berakar pada kearifan lokal.  Lebih dari sekadar program pengabdian, GALAPEAT membuka babak baru bagi ekonomi kreatif desa — sebuah bukti bahwa mahasiswa tidak hanya datang untuk mengabdi, tetapi mampu meninggalkan jejak perubahan yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Lepas Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan, Warek Bidang Akademik Ingatkan untuk Fokus Memberikan Solusi Bagi Masyarakat
14 Jul 2026
03:15 WITA

Lepas Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan, Warek Bidang Akademik Ingatkan untuk Fokus Memberikan Solusi Bagi Masyarakat

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO - Ratusan mahasiswa UNG akan terjun langsung melakukan kegiatan pengabdian di Masyarakat. Melalui program KKN Profesi Kesehatan, mahasiswa selama kurang lebih satu setengah bulan akan melaksanakan program Deteksi Dini dan Pendampingan Kehamilan Risiko Tinggi sebagai Upaya Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKA)  di 28 desa yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Gorontalo.Kepada peserta KKN profesi kesehatan, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa KKN Profesi Kesehatan bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan wahana pembentukan karakter profesional sekaligus kesempatan mahasiswa untuk memberikan solusi atas permasalahan permasalahan kesehatan di masyarakat.Menurutnya, mahasiswa harus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama perkuliahan sehingga mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.“Ini adalah kesempatan emas bagi mahasiswa untuk berkontribusi di tengah masyarakat dengan mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. KKN profesi kesehatan juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi dengan tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader kesehatan, hingga masyarakat dalam menjalankan berbagai program kesehatan,” ujar Hafidz.Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan KKN profesi kesehatan tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun komunikasi, memahami kebutuhan masyarakat, serta menghadirkan solusi yang relevan terhadap berbagai persoalan kesehatan di lapangan.“Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu belajar memahami kondisi riil pelayanan kesehatan sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, dan kerja sama lintas profesi,” terangnya.Hafidz mendorong mahasiswa untuk menjadikan masa pengabdian sebagai ruang belajar yang berharga. Mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang mampu memberikan edukasi, pendampingan, dan inovasi dalam meningkatkan kualitas kesehatan, khususnya kesehatan ibu dan anak.Menurutnya, KKN Profesi Kesehatan menjadi bagian penting dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, empati, dan kompetensi profesional yang dibutuhkan dalam dunia kesehatan. (**)

448 Mahasiswa UNG Siap Terjun ke Desa, Fokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak Lewat KKN Profesi Kesehatan
14 Jul 2026
02:56 WITA

448 Mahasiswa UNG Siap Terjun ke Desa, Fokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak Lewat KKN Profesi Kesehatan

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Komitmen dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat terus ditunjukkan Universitas Negeri Gorontalo (UNG), melalui pelaksanaan Coaching dan Pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Tahun 2026. Sebanyak 448 mahasiswa dari berbagai program studi bidang kesehatan dan kedokteran resmi dilepas untuk mengabdi di tengah masyarakat dengan membawa misi besar menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKA) di Kabupaten Gorontalo.Kegiatan KKN profesi kesehatan mengusung tema "Optimalisasi Deteksi Dini dan Pendampingan Kehamilan Risiko Tinggi sebagai Upaya Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKA)". Tema tersebut menjadi landasan bagi mahasiswa untuk menghadirkan solusi nyata terhadap salah satu isu kesehatan yang masih menjadi tantangan di Indonesia.Selama kurang lebih satu setengah bulan, mulai 13 Juli hingga 26 Agustus 2026, para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di 28 desa yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Gorontalo. Mereka akan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader kesehatan, hingga masyarakat dalam menjalankan berbagai program kesehatan berbasis kebutuhan lapangan.Kepala Pusat KKN UNG, Dr. Rosbin Pakaya, M.Pd., menjelaskan bahwa KKN Profesi Kesehatan tahun ini dirancang untuk memperkuat upaya promotif dan preventif melalui deteksi dini kehamilan risiko tinggi serta pendampingan ibu hamil.Mahasiswa akan melaksanakan berbagai program yang berfokus pada optimalisasi deteksi dini kehamilan risiko tinggi, pendampingan ibu hamil, edukasi kesehatan ibu dan anak, serta memperkuat kolaborasi dengan puskesmas, pemerintah desa, kader kesehatan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.“Melalui pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam percepatan penurunan AKI dan AKA di Kabupaten Gorontalo,” jelas Rosbin.Menurutnya, pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan juga menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung program Diktisaintek Berdampak yang mendorong perguruan tinggi hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan pembangunan.Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan momentum bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat."KKN Profesi Kesehatan merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah sekaligus berkontribusi dalam menjawab berbagai persoalan kesehatan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas disiplin, mahasiswa diharapkan mampu mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya pada aspek kesehatan ibu dan anak," ungkap Hafidz.Ia menambahkan, coaching yang diberikan sebelum keberangkatan menjadi bekal penting bagi mahasiswa agar mampu memahami substansi program, mekanisme pelaksanaan KKN, etika pengabdian kepada masyarakat, hingga strategi menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan di lokasi penempatan."Dengan pembekalan yang matang, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan program secara profesional, adaptif, serta menghadirkan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat," tambahnya.

Rektor UNG Beri Motivasi Peserta Seleksi Mandiri CBT 2026, Ingatkan Percaya Diri dan Berikan Kemampuan Terbaik
08 Jul 2026
08:08 WITA

Rektor UNG Beri Motivasi Peserta Seleksi Mandiri CBT 2026, Ingatkan Percaya Diri dan Berikan Kemampuan Terbaik

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Pelaksanaan Seleksi Mandiri Computer-Based Test (CBT) Reguler UNG Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan akademik bagi para calon mahasiswa, tetapi juga menghadirkan dukungan moral langsung dari pimpinan universitas. Di tengah pelaksanaan ujian yang berlangsung Rabu (8/7), Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. turun langsung memantau jalannya seleksi sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta.Sebanyak 970 calon mahasiswa mengikuti seleksi yang menjadi kesempatan terakhir untuk bergabung sebagai mahasiswa baru UNG pada tahun akademik 2026/2027. Mereka bersaing memperebutkan kuota terbatas yang tersedia melalui jalur Seleksi Mandiri Reguler CBT.Saat melakukan monitoring pelaksanaan ujian, Rektor Eduart tidak hanya memastikan seluruh proses seleksi berjalan tertib dan lancar, tetapi juga menyempatkan diri menyapa para peserta sebelum memasuki ruang ujian. Suasana hangat pun tercipta ketika rektor bercengkerama dengan sejumlah calon mahasiswa yang tampak bersiap menghadapi ujian.Dalam kesempatan tersebut, Eduart memberikan semangat kepada para peserta agar menghadapi ujian dengan tenang dan penuh percaya diri. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kesiapan mental dalam menghadapi setiap tantangan.“Kalian sudah sampai pada tahap ini karena telah berusaha. Saat mengerjakan soal nanti, jangan panik dan jangan ragu terhadap kemampuan diri sendiri. Kerjakan setiap soal dengan tenang, percaya pada hasil belajar yang telah dipersiapkan, dan jangan lupa untuk selalu berdoa,” pesan Eduart kepada peserta.Menurutnya, hasil ujian CBT akan menjadi penentu dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri. Karena itu, setiap peserta diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk memperoleh hasil yang maksimal.Rektor juga mengingatkan bahwa persaingan pada jalur Seleksi Mandiri CBT berlangsung sangat kompetitif. Dengan jumlah peserta yang cukup besar dan kuota penerimaan yang terbatas, setiap nilai yang diperoleh akan sangat menentukan peluang peserta untuk menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Negeri Gorontalo.“Diharapkan seluruh peserta ujian dapat memberikan performa terbaik. Persaingan memang ketat, tetapi setiap peserta memiliki kesempatan yang sama. Yang terpenting adalah tetap fokus, optimistis, dan berjuang hingga akhir,” ujarnya.Kehadiran Rektor di tengah pelaksanaan ujian mendapat respons positif dari para peserta. Dukungan dan motivasi yang diberikan dinilai mampu mencairkan ketegangan sekaligus menambah kepercayaan diri mereka sebelum mengerjakan soal ujian.Perhatian yang diberikan pimpinan universitas kepada para peserta menjadi wujud bahwa UNG tidak hanya mengedepankan kualitas seleksi, tetapi juga membangun budaya akademik yang humanis dan mendukung setiap calon mahasiswa untuk meraih masa depan terbaiknya. (**)

Perebutkan Kursi Mahasiswa Baru, 970 Peserta Ikuti Ujian CBT Seleksi Mandiri UNG 2026
08 Jul 2026
07:34 WITA

Perebutkan Kursi Mahasiswa Baru, 970 Peserta Ikuti Ujian CBT Seleksi Mandiri UNG 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer (Computer-Based Test/CBT) sebagai tahapan Seleksi Mandiri Reguler Tahun 2026, Rabu (8/7). Sebanyak 970 calon mahasiswa mengikuti ujian tersebut untuk memperebutkan kesempatan terakhir menjadi bagian dari sivitas akademika UNG pada tahun akademik 2026/2027.Pelaksanaan ujian berlangsung di Kampus UNG selama dua hari, 8–9 Juli 2026, dengan sistem seleksi berbasis komputer yang dirancang untuk menjamin proses penerimaan mahasiswa baru berlangsung objektif, transparan, dan akuntabel.Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., menjelaskan bahwa seluruh peserta yang mengikuti seleksi telah terdaftar secara resmi pada jalur Seleksi Mandiri CBT Reguler. Selama dua hari pelaksanaan, ujian dibagi ke dalam empat sesi setiap harinya guna memastikan proses seleksi berjalan tertib dan lancar.“Sebanyak 970 peserta akan bersaing memperebutkan kuota mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Mandiri CBT yang tersebar pada 61 program studi, baik jenjang sarjana maupun vokasi. Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan menggunakan sistem Computer-Based Test untuk menjamin proses yang lebih efektif, adil, dan transparan,” jelas Hafidz.Ia menambahkan, pelaksanaan ujian berbasis komputer tidak hanya memberikan kemudahan bagi peserta, tetapi juga meningkatkan kualitas proses seleksi melalui sistem penilaian yang lebih cepat, akurat, dan objektif.Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menegaskan bahwa jalur Seleksi Mandiri CBT merupakan bentuk komitmen UNG dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas.Menurutnya, UNG terus membuka kesempatan seluas-luasnya bagi calon mahasiswa yang belum berhasil memperoleh kursi melalui jalur nasional, baik Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).“Seleksi Mandiri CBT menjadi kesempatan terakhir bagi calon mahasiswa untuk bergabung dengan UNG tahun ini. Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya, menunjukkan kemampuan terbaik, serta berkompetisi secara sehat untuk menjadi bagian dari keluarga besar UNG,” ujar Eduart.Eduart menambahkan bahwa UNG tidak hanya mencari calon mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga individu yang memiliki karakter kuat, semangat belajar tinggi, serta potensi untuk berkembang sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.“Melalui proses seleksi ini, kami ingin menjaring generasi muda yang memiliki kualitas akademik sekaligus kepemimpinan, kreativitas, dan integritas. Mereka inilah yang nantinya akan menjadi bagian dari upaya UNG dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.Pelaksanaan Seleksi Mandiri CBT menjadi tahapan akhir dalam rangkaian penerimaan mahasiswa baru UNG Tahun 2026. Melalui proses seleksi yang kompetitif, objektif, dan berbasis teknologi, UNG berharap dapat memperoleh calon mahasiswa terbaik yang siap berkembang menjadi lulusan unggul, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat peran universitas dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas. (**)

Prodi Keperawatan Perkuat Kualitas Akademik Dengan Hadirnya Tenaga Pendidik Bergelar Doktor
08 Jul 2026
00:52 WITA

Prodi Keperawatan Perkuat Kualitas Akademik Dengan Hadirnya Tenaga Pendidik Bergelar Doktor

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG terus memperkuat kualitas sumber daya manusia, dengan kehadiran tenaga pendidik bergelar doktor. Kali ini Program Studi Keperawatan bertambah dosen bergelar doktor setelah Dr. Ns. Yuniar Mansye Soeli, M.Kep., Sp.Kep.J. resmi menyandang gelar doktor melalui Sidang Promosi Doktor di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI).Melalui penelitian doktoralnya, Dr. Yuniar mengembangkan Model NIAR, sebuah pendekatan inovatif yang dirancang untuk menekan risiko depresi dan ide bunuh diri di kalangan mahasiswa, khususnya di Provinsi Gorontalo. Model tersebut lahir dari kepedulian terhadap meningkatnya persoalan kesehatan mental mahasiswa yang membutuhkan penanganan secara komprehensif, preventif, dan berkelanjutan.Model NIAR mengintegrasikan empat strategi utama, yakni Nurturing Relationship, Identifying Suicide Ideation, Adaptive Coping Enhancement, dan Resilience. Keempat komponen tersebut dirancang untuk memperkuat peran dosen, khususnya Dosen Penasihat Akademik, dalam mendampingi mahasiswa secara lebih humanis dan responsif terhadap persoalan psikologis yang dihadapi.Melalui pendekatan tersebut, Dosen Penasihat Akademik tidak lagi hanya berperan dalam memberikan bimbingan akademik atau memantau capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa. Pendampingan dilakukan dengan membangun hubungan yang suportif, mengenali sejak dini tanda-tanda munculnya ide bunuh diri, membantu mahasiswa mengembangkan mekanisme koping yang adaptif, serta memperkuat resiliensi agar mampu menghadapi berbagai tekanan selama menjalani pendidikan.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas keberhasilan Dr. Yuniar menyelesaikan pendidikan doktoral. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen dosen UNG dalam meningkatkan kompetensi akademik sekaligus menghasilkan karya ilmiah yang memberikan solusi terhadap persoalan nyata di masyarakat.“Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian akademik bagi Dr. Yuniar, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas keilmuan Program Studi Keperawatan UNG, khususnya pada bidang keperawatan jiwa. Lebih dari itu, disertasi yang dihasilkannya menawarkan sebuah inovasi yang relevan dengan tantangan kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi,” ujar RektorIa berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika UNG untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat budaya riset, serta menghasilkan inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.Dengan bertambahnya dosen bergelar doktor di Program Studi Keperawatan UNG, Rektor mengaku optimis dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kapasitas penelitian, serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan mampu menjawab tantangan dunia kesehatan.

Hilirisasi Riset Laboratorium, PLP Teknik Industri UNG Ciptakan Aplikasi 'LibQual Analyzer' Ber-HKI untuk Mitra Daerah
08 Jul 2026
00:46 WITA

Hilirisasi Riset Laboratorium, PLP Teknik Industri UNG Ciptakan Aplikasi 'LibQual Analyzer' Ber-HKI untuk Mitra Daerah

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Implementasi nyata dari kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah daerah kembali terwujud. Bertempat di Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, dilaksanakan serah terima sekaligus demonstrasi perangkat lunak inovatif LibQual Analyzer System v1.0. Produk berbasis teknologi tepat guna ini merupakan hasil hilirisasi riset dari Laboratorium Simulasi dan Komputasi, Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Selasa (07/07/2026).Aplikasi yang dikembangkan oleh Nurfaisal Harun, S.T., M.T., selaku Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Ahli Pertama, bersama Dosen Teknik Industri UNG, Idham H. Lahay, S.T., M.Sc., IPM., ini juga telah resmi terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kementerian Hukum untuk jenis Pemrograman Komputer.Berangkat dari Efisiensi Riset LaboratoriumPengembangan aplikasi ini merupakan respons atas kebutuhan riil mahasiswa di laboratorium. Dalam metodologi penelitian berbasis kuesioner, mahasiswa seringkali menghadapi tantangan pada fasekrusial, yaitu pilot test menggunakan 30 sampel pertama untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen pertanyaan sebelum pengambilan data inti dilakukan."Secara akademik, fase pengujian instrumen ini wajib dilewati untuk memastikan alat ukur penelitianbenar-benar valid secara statistik. Namun, proses kalkulasi manual yang cukup rumit sering kali memperpanjang durasi penyelesaian riset mahasiswa," jelas Nurfaisal.Melalui peran fungsionalnya di laboratorium, Nurfaisal merancang LibQual Analyzer sebagai solusi praktis untuk memotong kerumitan prosedur tersebut. Dengan sistem otomasi pengolahan data primer ini, mahasiswa kini dapat melewati fase uji instrumen secara lebih cepat, presisi, dan terukur.Refleksi Tugas Profesional Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP)Langkah pengembangan inovasi ini sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PERMENPANRB) Nomor 7 Tahun 2019 tentang Jabatan Fungsional Pranata Laboratorium Pendidikan. Di dalam regulasi tersebut, fungsional PLP dituntut untuk aktif dalam Sub-Unsur Pengembangan Profesi.Sistem LibQual Analyzer ini memenuhi kriteria Poin III.D dalam regulasi tersebut, yakni mengenai Penemuan Teknologi Tepat Guna di Bidang Pengelolaan Laboratorium. Inovasi perangkat lunak berbasis spread sheet cerdas ini dirancang untuk mengotomasi pemisahan dimensi kualitas layanan berdasarkan parameter standar statistik parametrik, sehingga menjadi alat dukung keputusan (decision support) yang objektif di tingkat laboratorium.Adaptasi Inovasi dan Kontribusi Kemitraan EksternalPasca-perolehan sertifikat HKI, tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa produk laboratorium ini dapat memberikan kemanfaatan yang lebih luas di luar lingkungan kampus. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi nyata civitas akademika dalam mendukung pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU-5) Universitas terkait pemanfaatan hasil riset dan inovasi oleh masyarakat atau instansi pemerintah.Kebutuhan tersebut menemui momentumnya ketika Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo memerlukan instrumen evaluasi yang dinamis untuk mengukur indeks kepuasan pelayanan mereka. Berdasarkan regulasi pelayanan publik, setiap instansi penyedia layanan kearsipan dan perpustakaan daerah diwajibkan melakukan penjaminan mutu dan melaporkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) secara berkala kepada Gubernur, Ombudsman RI perwakilan daerah, serta sebagai pemenuhan borang Akreditasi Perpustakaan.Merespons kebutuhan spesifik dan regulasi ketat yang dihadapi mitra daerah tersebut, Nurfaisal kemudian melakukan pengembangan lebih lanjut pada sistem ini dengan menyisipkan fitur kalkulasi Customer Satisfaction Index (CSI). Integrasi metodologi ilmiah ke dalam aplikasi ini memberikan landasan akademis yang kuat dan akuntabel bagi dinas dalam mempertanggungjawabkan hasil evaluasi layanan kepada pemangku kepentingan.Melalui penandatangananPerjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Arrangement (IA) yang dilakukan oleh pihak Fakultas Teknik dan Program Studi S1 Teknik Industri UNG, aplikasi versi pengembangan (v1.0) ini kini resmi diadopsi sebagai alat bantu operasional dinas.Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo menyampaikan bahwa kehadiran aplikasi ini sangat membantu staf di lapangan. Struktur formula dan algoritma otomatisasi yang tertanam di dalam sistem dinilai mampu mereduksi potensi kesalahan input serta menyajikan data kepuasan masyarakat secara instan untuk keperluan standarisasi, pelaporan berkala, hingga akreditasi kelembagaan.Keberhasilan serah terima ini menegaskan kembali fungsi penting laboratorium perguruan tinggi sebagai pusat penemuan solusi yang aplikatif bagi pembangunan daerah, sekaligus membuktikan bahwa sinergi antara tenaga kependidikan, dosen, dan mitra eksternal mampu melahirkan produk inovasi yang berdaya guna tinggi.

Dosen Bergelar Doktor Bertambah, Dr. Dolot Alhasni Bakung Perkuat SDM Akademik Fakultas Hukum UNG
06 Jul 2026
04:53 WITA

Dosen Bergelar Doktor Bertambah, Dr. Dolot Alhasni Bakung Perkuat SDM Akademik Fakultas Hukum UNG

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Upaya untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, gencar dilakukan UNG. Kali ini, jumlah dosen bergelar doktor di Fakultas Hukum (FH) UNG kembali bertambah, setelah Dr. Dolot Alhasni Bakung, S.H., M.H., berhasil menyelesaikan pendidikan Program Doktor (S3) Ilmu Hukum di Universitas Sam Ratulangi, Manado.Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari komitmen UNG dalam meningkatkan kualitas dosen melalui pengembangan kompetensi akademik yang berkelanjutan. Dengan bertambahnya dosen bergelar doktor, Fakultas Hukum semakin memiliki kapasitas yang kuat dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik pada aspek pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.Dekan Fakultas Hukum UNG, Dr. Weny Almoravid Dungga, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas keberhasilan yang diraih Dr. Dolot Alhasni Bakung. Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi yang bersangkutan, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh sivitas akademika Fakultas Hukum."Bertambahnya dosen bergelar doktor merupakan bagian dari upaya fakultas untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kami berharap capaian ini semakin memperkuat kualitas pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat yang menjadi tugas utama perguruan tinggi," ujar Weny.Ia menambahkan, Fakultas Hukum terus mendorong para dosen untuk melanjutkan studi ke jenjang doktor sebagai bagian dari strategi penguatan mutu akademik. Dengan semakin banyaknya dosen berkualifikasi doktor, fakultas optimistis mampu meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, memperluas jejaring kerja sama, serta memperkuat akreditasi program studi.Sementara itu, Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyebut peningkatan jumlah dosen bergelar doktor merupakan indikator penting, dalam pembangunan kualitas perguruan tinggi yang berdaya saing. Keberhasilan meraih gelar doktor bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga menjadi investasi besar bagi UNG dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi.“Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan Fakultas Hukum, peningkatan kualitas riset, serta lahirnya inovasi hukum yang bermanfaat bagi masyarakat," ungkap Eduart.Eduart juga menegaskan bahwa UNG akan terus memberikan dukungan kepada para dosen, untuk meningkatkan kualifikasi akademik melalui studi lanjut. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi universitas dalam mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing internasional.Bertambahnya dosen bergelar doktor di Fakultas Hukum diharapkan semakin memperkuat posisi fakultas sebagai pusat pengembangan ilmu hukum yang unggul di kawasan Indonesia Timur. Selain meningkatkan kualitas proses pembelajaran, capaian ini juga akan berdampak pada peningkatan produktivitas penelitian, publikasi ilmiah bereputasi, serta kontribusi akademisi UNG dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan hukum yang berkembang di masyarakat. (**)

Prodi Profesi Apoteker FOK UNG Gelar Pelatihan Penguji OSCE, Perkuat Standar Evaluasi Kompetensi
03 Jul 2026
00:42 WITA

Prodi Profesi Apoteker FOK UNG Gelar Pelatihan Penguji OSCE, Perkuat Standar Evaluasi Kompetensi

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO - Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (FOK UNG) melaksanakan Pelatihan Penguji OSCE Profesi Apoteker pada 29–30 Juni 2026, bertempat di OSCE Center FOK UNG.Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penguatan mutu pelaksanaan Objective Structured Clinical Examination (OSCE), khususnya dalam memastikan penguji memiliki pemahaman, keterampilan, dan standar penilaian yang objektif, terukur, serta sesuai dengan kebutuhan evaluasi kompetensi calon apoteker.Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dan fasilitator dari berbagai perguruan tinggi, yaitu Prof. Dr. apt. Lannie Hadisoewignyo, M.Si. dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Dr. apt. Dika Pramita Destiani, M.Farm. dari Universitas Padjadjaran Bandung, serta Apt. Vina Purnamasari, M.Sc. dari Universitas Muslim Indonesia Makassar.Koordinator Program Studi Profesi Apoteker sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. Nur Rasdianah, S.Si., M.Si., Apt., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan penguji yang kompeten dan memiliki kesamaan persepsi dalam menilai kemampuan peserta OSCE.“Pelatihan Penguji OSCE Profesi Apoteker ini sangat penting untuk memastikan proses evaluasi kompetensi berjalan objektif, profesional, dan sesuai standar. Penguji harus memiliki pemahaman yang sama dalam menilai kemampuan peserta, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, komunikasi, maupun sikap profesional calon apoteker,” ujar Dr. Nur Rasdianah.Ia menambahkan bahwa OSCE menjadi salah satu metode evaluasi yang sangat penting dalam pendidikan profesi apoteker karena mampu menilai kemampuan peserta secara langsung melalui skenario praktik yang terstruktur.“Melalui pelatihan ini, kami berharap para dosen dan preseptor semakin siap menjalankan peran sebagai penguji OSCE. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Prodi Profesi Apoteker FOK UNG dalam menjaga mutu pendidikan, memperkuat standar penilaian, serta menghasilkan lulusan apoteker yang kompeten, profesional, dan siap memberikan pelayanan kefarmasian kepada masyarakat,” tambahnya.Pelatihan ini diikuti oleh 26 peserta yang terdiri atas dosen dan preseptor. Selain itu, kegiatan turut didukung oleh 32 orang panitia lokal yang terlibat dalam kelancaran pelaksanaan teknis di OSCE Center FOK UNG.Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan penguatan materi dan praktik terkait prinsip dasar OSCE, peran penguji, objektivitas penilaian, penggunaan instrumen asesmen, penyamaan persepsi antar-penguji, serta simulasi pelaksanaan ujian. Materi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan peserta dalam mendukung pelaksanaan OSCE Profesi Apoteker yang berkualitas.Dengan terlaksananya pelatihan ini, Prodi Profesi Apoteker FOK UNG menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan profesi, memperkuat kompetensi dosen dan preseptor, serta mendukung pelaksanaan evaluasi kompetensi yang kredibel dan berstandar nasional.

UNG Buka Pendaftaran Program KKN Tematik Tahap II dan KKN Profesi Kesehatan Tahun 2026
02 Jul 2026
07:11 WITA

UNG Buka Pendaftaran Program KKN Tematik Tahap II dan KKN Profesi Kesehatan Tahun 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) telah membuka pendaftaran Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi PALUWALA, sehingga mahasiswa dapat melakukan registrasi dengan lebih mudah, cepat, dan transparan.Pembukaan pendaftaran ini ditujukan bagi mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan akademik maupun administrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui sistem digital PALUWALA, mahasiswa dapat mengakses seluruh layanan pendaftaran KKN, mulai dari pengisian data hingga pemantauan status verifikasi secara real time.Kepala Pusat KKN UNG, Dr. Rosbin Pakaya, M.Pd., menjelaskan bahwa pendaftaran KKN Tematik Tahap II dibuka mulai 2 hingga 30 Juli 2026, sedangkan KKN Profesi Kesehatan dibuka pada 2 hingga 15 Juli 2026. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara online melalui aplikasi PALUWALA yang dapat diakses melalui laman https://paluwala.ung.ac.id/.Mahasiswa cukup masuk menggunakan akun masing-masing, kemudian memilih jenis program KKN yang akan diikuti sesuai pilihan yang tersedia, seperti KKN Tematik maupun program yang terintegrasi dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)."Mahasiswa diwajibkan mengisi seluruh data yang diperlukan serta mengunggah dokumen persyaratan secara lengkap. Kelengkapan administrasi menjadi salah satu syarat penting agar proses verifikasi dapat berjalan lancar dan pendaftaran dapat diproses oleh panitia," jelas Rosbin.Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menunda proses pendaftaran hingga batas akhir. Selain memastikan seluruh persyaratan telah dipenuhi, peserta juga diminta untuk rutin memantau perkembangan status pendaftaran melalui aplikasi PALUWALA guna menghindari kendala administratif.“Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat sekaligus mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, serta pemecahan masalah di masyarakat,” ujarnya.Dengan dibukanya pendaftaran KKN Tahun 2026, UNG mengajak seluruh mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan untuk segera melakukan registrasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Partisipasi aktif mahasiswa dalam program KKN diharapkan dapat menghadirkan berbagai inovasi dan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.Panduan Pendaftaran Mahasiswa KKN/MBKM dapat diakses melalui gambar berikut:

Dua Program Studi UNG Raih Akreditasi Unggul LAMDIK, Bukti Komitmen Hadirkan Pendidikan Berkualitas
02 Jul 2026
01:56 WITA

Dua Program Studi UNG Raih Akreditasi Unggul LAMDIK, Bukti Komitmen Hadirkan Pendidikan Berkualitas

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali mencatatkan capaian strategis, dalam penguatan mutu pendidikan tinggi. Dua program studi, yakni Program Studi S1 Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dan Program Studi S1 Pendidikan Kepelatihan dan Olahraga Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK), berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).Predikat tertinggi tersebut menjadi pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan, yang selama ini dibangun kedua program studi. Capaian itu diperoleh setelah melalui proses akreditasi yang komprehensif, mulai dari evaluasi dokumen, penilaian kinerja akademik, hingga asesmen lapangan oleh tim asesor LAMDIK.Hasil penilaian menunjukkan bahwa kedua program studi telah memenuhi standar tertinggi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia. Berbagai aspek menjadi indikator penilaian, di antaranya kualitas kurikulum berbasis capaian pembelajaran, kompetensi dosen, tata kelola program studi, produktivitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kemitraan, hingga kualitas lulusan.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh sivitas akademika yang telah bekerja keras hingga mampu mengantarkan kedua program studi meraih Akreditasi Unggul. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari komitmen bersama dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan universitas.“Akreditasi Unggul merupakan pengakuan bahwa kualitas kedua prodi tersebut, telah sejajar dengan perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Capaian ini adalah buah dari dedikasi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta seluruh pihak yang terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di UNG,” ujar Eduart.Ia menegaskan, pencapaian tersebut tidak boleh dipandang sebagai akhir dari sebuah proses. Sebaliknya, status Akreditasi Unggul menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bagi prodi untuk terus menjaga bahkan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di masa mendatang.Menurut Eduart, mutu pendidikan tinggi harus terus berkembang mengikuti dinamika zaman, termasuk menjawab tantangan transformasi digital, penguatan riset dan inovasi, internasionalisasi, serta peningkatan relevansi lulusan terhadap kebutuhan dunia kerja dan pembangunan nasional.“Akreditasi Unggul bukan sekadar prestasi administratif. Ini adalah bukti nyata komitmen UNG dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, adaptif, dan berdaya saing. Pengakuan ini harus menjadi motivasi untuk terus berinovasi, menjaga konsistensi mutu, serta memberikan layanan pendidikan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi UNG sebagai salah satu perguruan tinggi yang terus menunjukkan peningkatan kualitas akademik secara berkelanjutan. Dengan semakin bertambahnya program studi berstatus Akreditasi Unggul, UNG optimistis mampu mencetak lulusan yang unggul, kompetitif, berkarakter, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, nasional, hingga tingkat global.

Bukan Sekadar Relaksasi, Peneliti Fakultas Kedokteran Ungkap Pijat Kaki dengan Lavender Berpotensi Membantu Menurunkan Tekanan Darah
30 Jun 2026
04:09 WITA

Bukan Sekadar Relaksasi, Peneliti Fakultas Kedokteran Ungkap Pijat Kaki dengan Lavender Berpotensi Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Abdul Wahid Rauf

Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di Indonesia. Penyakit ini sering disebut sebagai silent killer karena berkembang tanpa gejala yang jelas, tetapi diam-diam dapat merusak organ vital. Jutaan orang hidup dengan tekanan darah tinggi tanpa menyadari bahwa kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, gagal ginjal, hingga kematian mendadak.Selama ini, pengobatan hipertensi identik dengan konsumsi obat-obatan. Padahal, para ahli kini semakin menekankan pentingnya pendekatan yang lebih menyeluruh. Selain terapi medis, perubahan gaya hidup dan terapi komplementer dapat membantu menjaga tekanan darah tetap terkendali. Salah satu pendekatan yang mulai menarik perhatian adalah pijat kaki menggunakan minyak esensial lavender.Sebuah penelitian yang dilakukan oleh akademisi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo memberikan bukti bahwa terapi sederhana ini berpotensi membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.Terapi Sederhana dengan Hasil MenjanjikanPenelitian dilakukan di Puskesmas Kabila dengan melibatkan 30 pasien hipertensi. Para peserta dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama mendapatkan terapi pijat kaki menggunakan minyak lavender selama 20 menit, sedangkan kelompok lainnya berperan sebagai kelompok kontrol yang tidak memperoleh perlakuan khusus.Hasil penelitian menunjukkan perubahan yang cukup menarik. Pada kelompok yang menerima terapi, rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 156,20 mmHg menjadi 150,20 mmHg. Sementara itu, tekanan darah diastolik turun dari 92 mmHg menjadi 81 mmHg.Sebaliknya, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan tekanan darah yang berarti.Analisis statistik memperkuat temuan tersebut. Penurunan tekanan darah pada kelompok yang mendapatkan terapi terbukti signifikan dengan nilai p sebesar 0,001. Bahkan ketika dibandingkan langsung dengan kelompok kontrol, perbedaan hasilnya tetap bermakna secara statistik.Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi pijat kaki dan aromaterapi lavender memiliki potensi sebagai terapi pendamping dalam pengelolaan hipertensi.Mengapa Pijat Kaki Dapat Menurunkan Tekanan Darah?Sekilas, pijat kaki mungkin hanya dianggap sebagai aktivitas relaksasi. Namun, di balik sentuhan tersebut terjadi berbagai respons fisiologis yang memengaruhi kerja sistem saraf dan sistem peredaran darah.Ketika telapak kaki dipijat, reseptor saraf pada kulit menerima rangsangan yang kemudian diteruskan ke sistem saraf pusat. Respons ini membantu menekan aktivitas sistem saraf simpatis, yaitu bagian dari sistem saraf yang bekerja lebih aktif ketika seseorang mengalami stres, cemas, atau berada dalam kondisi tertekan.Saat aktivitas saraf simpatis menurun, pembuluh darah menjadi lebih rileks sehingga aliran darah mengalir lebih lancar. Pada saat yang sama, denyut jantung juga cenderung melambat. Kombinasi kedua proses tersebut berkontribusi terhadap penurunan tekanan darah.Lavender Menambah Efek RelaksasiEfek pijatan dalam penelitian ini diperkuat oleh penggunaan minyak lavender.Lavender telah lama dikenal sebagai salah satu tanaman aromatik yang memiliki efek menenangkan. Minyak esensialnya mengandung senyawa aktif seperti linalool dan linalyl acetate, yang diketahui mampu memberikan sensasi relaksasi pada tubuh.Saat aroma lavender dihirup, sistem penciuman mengirimkan sinyal ke bagian otak yang mengatur emosi dan respons terhadap stres. Proses ini membantu menurunkan produksi hormon stres seperti kortisol dan norepinefrin yang selama ini diketahui berperan dalam meningkatkan tekanan darah.Dengan demikian, terapi ini bekerja melalui dua jalur sekaligus: sentuhan fisik melalui pijatan dan stimulasi psikologis melalui aromaterapi. Kombinasi keduanya menciptakan efek relaksasi yang lebih optimal dibandingkan hanya menggunakan salah satu metode saja.Terapi Pendamping, Bukan Pengganti ObatTemuan ini menjadi kabar baik, terutama bagi penderita hipertensi yang mengalami kesulitan menjalani pengobatan secara rutin. Tidak sedikit pasien yang menghentikan konsumsi obat karena efek samping, keterbatasan biaya, atau sulit menjangkau fasilitas kesehatan.Dalam kondisi tersebut, terapi sederhana seperti pijat kaki dapat menjadi alternatif pendamping yang relatif murah, mudah dilakukan, dan memberikan rasa nyaman bagi pasien.Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa terapi ini bukanlah pengganti obat antihipertensi. Pengobatan yang diresepkan dokter tetap menjadi terapi utama untuk mengendalikan tekanan darah.Pijat kaki dengan minyak lavender lebih tepat diposisikan sebagai bagian dari pendekatan komplementer yang melengkapi pengobatan medis, bersama pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, pengelolaan berat badan, dan pengendalian stres.Menuju Penanganan Hipertensi yang Lebih HolistikHasil penelitian ini memberikan pesan penting bahwa penanganan hipertensi sebaiknya tidak hanya berfokus pada pemberian obat.Edukasi mengenai pola hidup sehat, manajemen stres, aktivitas fisik, hingga pemanfaatan terapi relaksasi berbasis bukti ilmiah perlu menjadi bagian dari pelayanan kesehatan, termasuk di tingkat puskesmas.Pendekatan yang lebih holistik diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi sekaligus membantu menurunkan risiko komplikasi jangka panjang.Menjaga tekanan darah tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Kadang, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Meluangkan waktu sekitar dua puluh menit untuk relaksasi melalui pijat kaki dengan aromaterapi, disertai pola hidup sehat dan pengobatan yang tepat, dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu menjaga kesehatan jantung. Sebab, kesehatan bukan hanya ditentukan oleh angka pada alat pengukur tekanan darah, tetapi juga oleh kemampuan kita merawat tubuh dan mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari.