Site Logo

448 Mahasiswa UNG Siap Terjun ke Desa, Fokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak Lewat KKN Profesi Kesehatan

Siaran PersPengabdianUNG Berdampak
Abdul Wahid Rauf
14 Jul 2026
02:56 WITA
43 dilihat
448 Mahasiswa UNG Siap Terjun ke Desa, Fokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak Lewat KKN Profesi Kesehatan

GORONTALO – Komitmen dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat terus ditunjukkan Universitas Negeri Gorontalo (UNG), melalui pelaksanaan Coaching dan Pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Tahun 2026. Sebanyak 448 mahasiswa dari berbagai program studi bidang kesehatan dan kedokteran resmi dilepas untuk mengabdi di tengah masyarakat dengan membawa misi besar menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKA) di Kabupaten Gorontalo.

Kegiatan KKN profesi kesehatan mengusung tema "Optimalisasi Deteksi Dini dan Pendampingan Kehamilan Risiko Tinggi sebagai Upaya Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKA)". Tema tersebut menjadi landasan bagi mahasiswa untuk menghadirkan solusi nyata terhadap salah satu isu kesehatan yang masih menjadi tantangan di Indonesia.

Selama kurang lebih satu setengah bulan, mulai 13 Juli hingga 26 Agustus 2026, para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di 28 desa yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Gorontalo. Mereka akan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader kesehatan, hingga masyarakat dalam menjalankan berbagai program kesehatan berbasis kebutuhan lapangan.

Kepala Pusat KKN UNG, Dr. Rosbin Pakaya, M.Pd., menjelaskan bahwa KKN Profesi Kesehatan tahun ini dirancang untuk memperkuat upaya promotif dan preventif melalui deteksi dini kehamilan risiko tinggi serta pendampingan ibu hamil.

Mahasiswa akan melaksanakan berbagai program yang berfokus pada optimalisasi deteksi dini kehamilan risiko tinggi, pendampingan ibu hamil, edukasi kesehatan ibu dan anak, serta memperkuat kolaborasi dengan puskesmas, pemerintah desa, kader kesehatan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Melalui pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam percepatan penurunan AKI dan AKA di Kabupaten Gorontalo,” jelas Rosbin.

Menurutnya, pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan juga menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung program Diktisaintek Berdampak yang mendorong perguruan tinggi hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan pembangunan.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan momentum bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"KKN Profesi Kesehatan merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah sekaligus berkontribusi dalam menjawab berbagai persoalan kesehatan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas disiplin, mahasiswa diharapkan mampu mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya pada aspek kesehatan ibu dan anak," ungkap Hafidz.

Ia menambahkan, coaching yang diberikan sebelum keberangkatan menjadi bekal penting bagi mahasiswa agar mampu memahami substansi program, mekanisme pelaksanaan KKN, etika pengabdian kepada masyarakat, hingga strategi menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan di lokasi penempatan.

"Dengan pembekalan yang matang, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan program secara profesional, adaptif, serta menghadirkan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat," tambahnya.

Ikuti berita lainnya

Lepas Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan, Warek Bidang Akademik Ingatkan untuk Fokus Memberikan Solusi Bagi Masyarakat
14 Jul 2026
03:15 WITA

Lepas Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan, Warek Bidang Akademik Ingatkan untuk Fokus Memberikan Solusi Bagi Masyarakat

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO - Ratusan mahasiswa UNG akan terjun langsung melakukan kegiatan pengabdian di Masyarakat. Melalui program KKN Profesi Kesehatan, mahasiswa selama kurang lebih satu setengah bulan akan melaksanakan program Deteksi Dini dan Pendampingan Kehamilan Risiko Tinggi sebagai Upaya Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKA)  di 28 desa yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Gorontalo.Kepada peserta KKN profesi kesehatan, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa KKN Profesi Kesehatan bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan wahana pembentukan karakter profesional sekaligus kesempatan mahasiswa untuk memberikan solusi atas permasalahan permasalahan kesehatan di masyarakat.Menurutnya, mahasiswa harus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama perkuliahan sehingga mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.“Ini adalah kesempatan emas bagi mahasiswa untuk berkontribusi di tengah masyarakat dengan mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. KKN profesi kesehatan juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi dengan tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader kesehatan, hingga masyarakat dalam menjalankan berbagai program kesehatan,” ujar Hafidz.Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan KKN profesi kesehatan tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun komunikasi, memahami kebutuhan masyarakat, serta menghadirkan solusi yang relevan terhadap berbagai persoalan kesehatan di lapangan.“Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu belajar memahami kondisi riil pelayanan kesehatan sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, dan kerja sama lintas profesi,” terangnya.Hafidz mendorong mahasiswa untuk menjadikan masa pengabdian sebagai ruang belajar yang berharga. Mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang mampu memberikan edukasi, pendampingan, dan inovasi dalam meningkatkan kualitas kesehatan, khususnya kesehatan ibu dan anak.Menurutnya, KKN Profesi Kesehatan menjadi bagian penting dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, empati, dan kompetensi profesional yang dibutuhkan dalam dunia kesehatan. (**)

Rektor UNG Beri Motivasi Peserta Seleksi Mandiri CBT 2026, Ingatkan Percaya Diri dan Berikan Kemampuan Terbaik
08 Jul 2026
08:08 WITA

Rektor UNG Beri Motivasi Peserta Seleksi Mandiri CBT 2026, Ingatkan Percaya Diri dan Berikan Kemampuan Terbaik

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Pelaksanaan Seleksi Mandiri Computer-Based Test (CBT) Reguler UNG Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan akademik bagi para calon mahasiswa, tetapi juga menghadirkan dukungan moral langsung dari pimpinan universitas. Di tengah pelaksanaan ujian yang berlangsung Rabu (8/7), Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. turun langsung memantau jalannya seleksi sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta.Sebanyak 970 calon mahasiswa mengikuti seleksi yang menjadi kesempatan terakhir untuk bergabung sebagai mahasiswa baru UNG pada tahun akademik 2026/2027. Mereka bersaing memperebutkan kuota terbatas yang tersedia melalui jalur Seleksi Mandiri Reguler CBT.Saat melakukan monitoring pelaksanaan ujian, Rektor Eduart tidak hanya memastikan seluruh proses seleksi berjalan tertib dan lancar, tetapi juga menyempatkan diri menyapa para peserta sebelum memasuki ruang ujian. Suasana hangat pun tercipta ketika rektor bercengkerama dengan sejumlah calon mahasiswa yang tampak bersiap menghadapi ujian.Dalam kesempatan tersebut, Eduart memberikan semangat kepada para peserta agar menghadapi ujian dengan tenang dan penuh percaya diri. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kesiapan mental dalam menghadapi setiap tantangan.“Kalian sudah sampai pada tahap ini karena telah berusaha. Saat mengerjakan soal nanti, jangan panik dan jangan ragu terhadap kemampuan diri sendiri. Kerjakan setiap soal dengan tenang, percaya pada hasil belajar yang telah dipersiapkan, dan jangan lupa untuk selalu berdoa,” pesan Eduart kepada peserta.Menurutnya, hasil ujian CBT akan menjadi penentu dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri. Karena itu, setiap peserta diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk memperoleh hasil yang maksimal.Rektor juga mengingatkan bahwa persaingan pada jalur Seleksi Mandiri CBT berlangsung sangat kompetitif. Dengan jumlah peserta yang cukup besar dan kuota penerimaan yang terbatas, setiap nilai yang diperoleh akan sangat menentukan peluang peserta untuk menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Negeri Gorontalo.“Diharapkan seluruh peserta ujian dapat memberikan performa terbaik. Persaingan memang ketat, tetapi setiap peserta memiliki kesempatan yang sama. Yang terpenting adalah tetap fokus, optimistis, dan berjuang hingga akhir,” ujarnya.Kehadiran Rektor di tengah pelaksanaan ujian mendapat respons positif dari para peserta. Dukungan dan motivasi yang diberikan dinilai mampu mencairkan ketegangan sekaligus menambah kepercayaan diri mereka sebelum mengerjakan soal ujian.Perhatian yang diberikan pimpinan universitas kepada para peserta menjadi wujud bahwa UNG tidak hanya mengedepankan kualitas seleksi, tetapi juga membangun budaya akademik yang humanis dan mendukung setiap calon mahasiswa untuk meraih masa depan terbaiknya. (**)

Perebutkan Kursi Mahasiswa Baru, 970 Peserta Ikuti Ujian CBT Seleksi Mandiri UNG 2026
08 Jul 2026
07:34 WITA

Perebutkan Kursi Mahasiswa Baru, 970 Peserta Ikuti Ujian CBT Seleksi Mandiri UNG 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer (Computer-Based Test/CBT) sebagai tahapan Seleksi Mandiri Reguler Tahun 2026, Rabu (8/7). Sebanyak 970 calon mahasiswa mengikuti ujian tersebut untuk memperebutkan kesempatan terakhir menjadi bagian dari sivitas akademika UNG pada tahun akademik 2026/2027.Pelaksanaan ujian berlangsung di Kampus UNG selama dua hari, 8–9 Juli 2026, dengan sistem seleksi berbasis komputer yang dirancang untuk menjamin proses penerimaan mahasiswa baru berlangsung objektif, transparan, dan akuntabel.Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., menjelaskan bahwa seluruh peserta yang mengikuti seleksi telah terdaftar secara resmi pada jalur Seleksi Mandiri CBT Reguler. Selama dua hari pelaksanaan, ujian dibagi ke dalam empat sesi setiap harinya guna memastikan proses seleksi berjalan tertib dan lancar.“Sebanyak 970 peserta akan bersaing memperebutkan kuota mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Mandiri CBT yang tersebar pada 61 program studi, baik jenjang sarjana maupun vokasi. Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan menggunakan sistem Computer-Based Test untuk menjamin proses yang lebih efektif, adil, dan transparan,” jelas Hafidz.Ia menambahkan, pelaksanaan ujian berbasis komputer tidak hanya memberikan kemudahan bagi peserta, tetapi juga meningkatkan kualitas proses seleksi melalui sistem penilaian yang lebih cepat, akurat, dan objektif.Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menegaskan bahwa jalur Seleksi Mandiri CBT merupakan bentuk komitmen UNG dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas.Menurutnya, UNG terus membuka kesempatan seluas-luasnya bagi calon mahasiswa yang belum berhasil memperoleh kursi melalui jalur nasional, baik Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).“Seleksi Mandiri CBT menjadi kesempatan terakhir bagi calon mahasiswa untuk bergabung dengan UNG tahun ini. Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya, menunjukkan kemampuan terbaik, serta berkompetisi secara sehat untuk menjadi bagian dari keluarga besar UNG,” ujar Eduart.Eduart menambahkan bahwa UNG tidak hanya mencari calon mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga individu yang memiliki karakter kuat, semangat belajar tinggi, serta potensi untuk berkembang sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.“Melalui proses seleksi ini, kami ingin menjaring generasi muda yang memiliki kualitas akademik sekaligus kepemimpinan, kreativitas, dan integritas. Mereka inilah yang nantinya akan menjadi bagian dari upaya UNG dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.Pelaksanaan Seleksi Mandiri CBT menjadi tahapan akhir dalam rangkaian penerimaan mahasiswa baru UNG Tahun 2026. Melalui proses seleksi yang kompetitif, objektif, dan berbasis teknologi, UNG berharap dapat memperoleh calon mahasiswa terbaik yang siap berkembang menjadi lulusan unggul, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat peran universitas dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas. (**)

Prodi Keperawatan Perkuat Kualitas Akademik Dengan Hadirnya Tenaga Pendidik Bergelar Doktor
08 Jul 2026
00:52 WITA

Prodi Keperawatan Perkuat Kualitas Akademik Dengan Hadirnya Tenaga Pendidik Bergelar Doktor

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG terus memperkuat kualitas sumber daya manusia, dengan kehadiran tenaga pendidik bergelar doktor. Kali ini Program Studi Keperawatan bertambah dosen bergelar doktor setelah Dr. Ns. Yuniar Mansye Soeli, M.Kep., Sp.Kep.J. resmi menyandang gelar doktor melalui Sidang Promosi Doktor di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI).Melalui penelitian doktoralnya, Dr. Yuniar mengembangkan Model NIAR, sebuah pendekatan inovatif yang dirancang untuk menekan risiko depresi dan ide bunuh diri di kalangan mahasiswa, khususnya di Provinsi Gorontalo. Model tersebut lahir dari kepedulian terhadap meningkatnya persoalan kesehatan mental mahasiswa yang membutuhkan penanganan secara komprehensif, preventif, dan berkelanjutan.Model NIAR mengintegrasikan empat strategi utama, yakni Nurturing Relationship, Identifying Suicide Ideation, Adaptive Coping Enhancement, dan Resilience. Keempat komponen tersebut dirancang untuk memperkuat peran dosen, khususnya Dosen Penasihat Akademik, dalam mendampingi mahasiswa secara lebih humanis dan responsif terhadap persoalan psikologis yang dihadapi.Melalui pendekatan tersebut, Dosen Penasihat Akademik tidak lagi hanya berperan dalam memberikan bimbingan akademik atau memantau capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa. Pendampingan dilakukan dengan membangun hubungan yang suportif, mengenali sejak dini tanda-tanda munculnya ide bunuh diri, membantu mahasiswa mengembangkan mekanisme koping yang adaptif, serta memperkuat resiliensi agar mampu menghadapi berbagai tekanan selama menjalani pendidikan.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas keberhasilan Dr. Yuniar menyelesaikan pendidikan doktoral. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen dosen UNG dalam meningkatkan kompetensi akademik sekaligus menghasilkan karya ilmiah yang memberikan solusi terhadap persoalan nyata di masyarakat.“Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian akademik bagi Dr. Yuniar, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas keilmuan Program Studi Keperawatan UNG, khususnya pada bidang keperawatan jiwa. Lebih dari itu, disertasi yang dihasilkannya menawarkan sebuah inovasi yang relevan dengan tantangan kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi,” ujar RektorIa berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika UNG untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat budaya riset, serta menghasilkan inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.Dengan bertambahnya dosen bergelar doktor di Program Studi Keperawatan UNG, Rektor mengaku optimis dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kapasitas penelitian, serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan mampu menjawab tantangan dunia kesehatan.

Lihat Semua Berita