Site Logo

Perkuat Kolaborasi, Polda Gorontalo Gandeng UNG Bentuk Pusat Studi Kepolisian

Siaran PersKerjasamaUNG Berdampak
Abdul Wahid Rauf
21 Aug 2026
05:14 WITA
116 dilihat
Perkuat Kolaborasi, Polda Gorontalo Gandeng UNG Bentuk Pusat Studi Kepolisian

GORONTALO – Pengembangan Pusat Studi Kepolisian menjadi langkah kolaborasi strategis, yang digagas Kepolisian Daerah Gorontalo (Polda Gorontalo) dengan menggandeng Universitas Negeri Gorontalo. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UNG dan Polda Gorontalo di Ruang Rapat Rektorat UNG, Jumat (21/8).

Pembentukan pusat studi ini menjadi langkah strategis untuk mempertemukan kekuatan akademik perguruan tinggi dengan pengalaman dan kebutuhan institusi kepolisian. Melalui kolaborasi tersebut, UNG dan Polda Gorontalo membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan penelitian, kajian ilmiah, pendidikan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Rektor UNG yang diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Dr. Harto Malik, M.Hum., menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kehadiran Pusat Studi Kepolisian di UNG dapat menjadi wadah untuk menghasilkan kajian akademik yang relevan dengan berbagai persoalan keamanan, hukum, dan pelayanan publik.

“Ini menjadi sebuah langkah strategis antara dunia akademik dan institusi kepolisian untuk berkolaborasi dalam mengembangkan penelitian, kajian ilmiah, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini perguruan tinggi memiliki peran penting, dalam memberikan perspektif berbasis ilmu pengetahuan terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat. Karena itu, sinergi dengan institusi kepolisian diharapkan mampu menghasilkan penelitian dan rekomendasi yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga dapat memberikan manfaat dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.

Pusat Studi Kepolisian UNG nantinya diarahkan menjadi ruang pengembangan kajian berbasis pengetahuan dan riset yang dapat mendukung kebutuhan institusi kepolisian maupun masyarakat. Berbagai isu strategis terkait keamanan, hukum, ketertiban, hingga pelayanan publik dapat dikaji melalui pendekatan multidisipliner dengan melibatkan dosen, peneliti, mahasiswa, serta unsur kepolisian.

Dengan ini, UNG menegaskan komitmennya untuk mendukung keberadaan Pusat Studi Kepolisian, dengan menyiapkan sumber daya manusia terbaik yang dimiliki universitas. Para dosen dan peneliti akan didorong untuk terlibat aktif dalam berbagai program yang dikembangkan melalui pusat studi tersebut.

“Kolaborasi UNG dan Polda Gorontalo sekaligus menjadi bagian dari upaya universitas mengimplementasikan konsep kampus berdampak melalui penguatan tiga pilar tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” pungkas Harto. (**)

Ikuti berita lainnya

Temu Dosen Pembimbing Akademik FEB UNG Perkuat Pendampingan Mahasiswa Sejak Awal hingga Akhir Perkuliahan
22 Aug 2026
03:52 WITA

Temu Dosen Pembimbing Akademik FEB UNG Perkuat Pendampingan Mahasiswa Sejak Awal hingga Akhir Perkuliahan

Rachmad Hidayah

GORONTALO – Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Dr. Irawati Abdul, SE, M.Si., menegaskan pentingnya pelaksanaan Temu Dosen Pembimbing Akademik sebagai bagian dari upaya memastikan mahasiswa memperoleh pendampingan akademik secara berkelanjutan, mulai dari awal hingga akhir perkuliahan.Menurut Dr. Irawati, Temu Dosen Pembimbing Akademik dilaksanakan pada dua momentum penting dalam proses akademik mahasiswa, yakni pada awal perkuliahan dan akhir perkuliahan. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi dosen pembimbing akademik untuk berkomunikasi secara langsung dengan mahasiswa sekaligus memantau perkembangan studi mereka.“Temu Dosen Pembimbing Akademik ini menjadi bagian penting dalam memastikan mahasiswa mendapatkan pendampingan sejak awal perkuliahan sampai dengan akhir perkuliahan,” ujar Dr. Irawati.Ia menjelaskan, pertemuan pada awal perkuliahan dapat dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai rencana studi, mata kuliah yang akan ditempuh, serta berbagai hal yang perlu diperhatikan selama mengikuti proses pembelajaran.Sementara itu, pertemuan pada akhir perkuliahan diarahkan untuk mengevaluasi perkembangan mahasiswa selama satu periode akademik. Dosen Pembimbing Akademik dapat melihat capaian studi mahasiswa, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta memberikan arahan untuk perencanaan akademik pada semester berikutnya.“Jadi bukan hanya pada saat mahasiswa mengalami masalah akademik. Dosen PA diharapkan dapat melakukan pendampingan secara berkelanjutan, sehingga perkembangan mahasiswa dapat dipantau dan diarahkan dengan baik,” jelasnya.Dr. Irawati menambahkan, komunikasi antara mahasiswa dan Dosen Pembimbing Akademik tidak hanya berkaitan dengan persoalan administrasi akademik. Lebih dari itu, pertemuan tersebut diharapkan menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh arahan dalam menentukan strategi menyelesaikan studi secara tepat dan terencana.Melalui Temu Dosen Pembimbing Akademik, FEB UNG terus mendorong terciptanya pola pembimbingan yang lebih aktif dan komunikatif. Pendampingan secara berkala diharapkan dapat membantu mahasiswa mengenali potensi dan kendala yang dihadapi, sekaligus menyusun langkah akademik yang mendukung keberhasilan studinya.Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FEB UNG dalam meningkatkan kualitas layanan akademik serta memastikan mahasiswa memperoleh pendampingan yang optimal selama menjalani proses pendidikan di lingkungan universitas.

BUSA-BALI BUMIL, Inovasi Mahasiswa KKN-PK Perkuat Peran Keluarga Deteksi Risiko Kehamilan
20 Aug 2026
06:04 WITA

BUSA-BALI BUMIL, Inovasi Mahasiswa KKN-PK Perkuat Peran Keluarga Deteksi Risiko Kehamilan

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Upaya menekan angka kematian ibu dan anak tidak hanya membutuhkan layanan kesehatan yang kuat, tetapi juga keterlibatan keluarga dalam mengenali risiko kehamilan sejak dini. Semangat inilah yang mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menghadirkan inovasi edukasi BUSA-BALI BUMIL di Desa Pentadio Timur.Program bertajuk “BUSA-BALI BUMIL (Buku Saku dan Lembar Balik) Deteksi Dini Risiko Tinggi Kehamilan: Penguatan Peran Keluarga dalam Pendampingan Ibu Hamil” tersebut dilaksanakan di Kantor Puskesmas Pembantu Desa Pentadio Timur.Program ini dirancang sebagai media edukasi praktis untuk membantu ibu hamil, keluarga, kader kesehatan, dan masyarakat memahami berbagai risiko selama kehamilan. Lebih dari sekadar menyampaikan informasi, BUSA-BALI BUMIL mendorong keluarga menjadi bagian aktif dalam sistem deteksi dini dan pendampingan ibu hamil.Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PK UNG, Ns. Indra, S.Kep., M.Kep., menjelaskan bahwa media edukasi yang dikembangkan mahasiswa, memuat informasi yang mudah dipahami dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.“Melalui media edukasi berupa Buku Saku dan Lembar Balik, ibu hamil, kader kesehatan, serta masyarakat memperoleh informasi praktis mengenai tanda bahaya kehamilan, faktor risiko, hingga langkah yang perlu dilakukan apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan pertolongan,” ungkapnya.Buku Saku BUSA-BALI BUMIL dirancang sebagai panduan praktis, terutama bagi suami dan anggota keluarga dalam mendampingi ibu hamil. Sementara itu, Lembar Balik dapat dimanfaatkan bidan desa dan kader kesehatan sebagai media pendukung ketika memberikan edukasi kepada masyarakat.Koordinator Desa (Kordes) KKN-PK UNG, Ahmad Syarief Bin Zein Suweleh, mengatakan program tersebut menempatkan keluarga sebagai bagian penting, dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kegawatdaruratan kehamilan.“Melalui BUSA-BALI BUMIL, edukasi kesehatan tidak hanya ditujukan kepada ibu hamil, tetapi juga kepada keluarga sebagai pendamping terdekat dan garda terdepan dalam mendeteksi risiko kehamilan,” terangnya.Menurutnya, keluarga memiliki posisi strategis karena menjadi pihak yang paling dekat dengan ibu hamil. Pengetahuan mengenai tanda bahaya dan faktor risiko diharapkan dapat membantu keluarga mengambil keputusan secara lebih cepat ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan tenaga kesehatan.Kepala Desa Pentadio Timur, Rahman Adam, S.H., menyambut baik kehadiran program BUSA-BALI BUMIL. Menurutnya, media edukasi tersebut memiliki potensi untuk terus dimanfaatkan masyarakat bahkan setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.“Program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kehamilan risiko tinggi serta memperkuat peran keluarga dalam mendampingi ibu hamil,” ujarnya.Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-PK UNG tidak hanya menghadirkan edukasi kesehatan, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi risiko kehamilan. Dengan semakin cepat risiko dikenali dan semakin tepat tindakan dilakukan, semakin besar pula peluang ibu dan bayi memperoleh pertolongan yang dibutuhkan.

UNG Resmikan Unit Layanan Disabilitas, Tegaskan Komitmen Wujudkan Kampus yang Setara dan Inklusif
18 Aug 2026
09:19 WITA

UNG Resmikan Unit Layanan Disabilitas, Tegaskan Komitmen Wujudkan Kampus yang Setara dan Inklusif

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat komitmennya, dalam menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang inklusif dan dapat diakses oleh semua. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Unit Layanan Disabilitas (ULD) oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., Selasa (18/8).Dalam penyampaiannya Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyebut peresmian ULD menjadi langkah strategis UNG, dalam membangun lingkungan kampus yang semakin aksesibel, setara, dan responsif terhadap keberagaman kebutuhan mahasiswa, khususnya penyandang disabilitas.“Layana disabilitas ini diharapkan tidak sekadar menjadi unit layanan administratif, tetapi berkembang sebagai pusat dukungan yang mampu memastikan mahasiswa penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang sama dalam menjalani proses pendidikan di lingkungan UNG,” ungkap Rektor.Ia menegaskan bahwa keberadaan ULD merupakan bagian dari komitmen institusi, untuk memastikan seluruh mahasiswa mendapatkan hak dan kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan tinggi. ULD diharapkan menjadi pusat layanan yang menyediakan dukungan akademik, pendampingan, serta berbagai bentuk fasilitasi aksesibilitas bagi mahasiswa penyandang disabilitas.“Pendidikan tinggi tidak hanya berbicara mengenai penyelenggaraan pembelajaran, tetapi juga bagaimana perguruan tinggi mampu menciptakan lingkungan yang memberikan ruang bagi setiap individu untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki,” tegasnya.Karena itu, keberadaan ULD menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang menghargai keberagaman, sekaligus memastikan tidak ada mahasiswa yang menghadapi hambatan untuk belajar dan berpartisipasi dalam kehidupan kampus.Menariknya kehadiran unit ini nantinya tidak hanya diperuntukkan untuk memberikan layanan bagi civitas akademika UNG semata, tetapi terbuka bagi masyarakat di Provinsi Gorontalo yang membutuhkan informasi, konsultasi, dan dukungan terkait layanan disabilitas.“Keterbukaan tersebut mempertegas peran UNG sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga hadir memberikan manfaat bagi masyarakat luas dengan turut menghadirkan layanan untuk masyarakat penyandang disabilitas,” pungkasnya. (**)

Ajak Masyarakat Hidup Sehat, Mahasiswa UNG Gencar Edukasi Masyarakat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
18 Aug 2026
01:35 WITA

Ajak Masyarakat Hidup Sehat, Mahasiswa UNG Gencar Edukasi Masyarakat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Upaya menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini terus dilakukan mahasiswa, melalui kegiatan edukasi kesehatan di lingkungan sekolah. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan, mahasiswa menggelar edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa di Desa Lauwonu, Gorontalo.Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN Profesi Kesehatan, dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan. Selain itu juga mendorong terbentuknya kebiasaan hidup bersih dan sehat, pada anak-anak melalui pendekatan edukatif, interaktif, dan mudah dipahami.Materi PHBS disampaikan oleh Anissa O.R. Pakaya. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan diri, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan pola hidup sehat sebagai bagian dari upaya mencegah berbagai penyakit.“Para siswa diajak memahami bahwa perilaku hidup bersih dan sehat bukan sekadar materi pembelajaran, melainkan kebiasaan sederhana yang perlu dilakukan secara konsisten, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah,” ujarnya.Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa sederhana dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Para siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai kebiasaan menjaga kebersihan diri maupun lingkungan. Keterlibatan guru wali kelas dan guru pendamping juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan pesan kesehatan yang disampaikan.“Guru diharapkan dapat terus mendampingi siswa dalam menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sehingga edukasi yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari,” terangnya.Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif merespons pertanyaan yang diberikan oleh moderator maupun pemateri serta terlibat dalam diskusi mengenai kebiasaan hidup bersih dan sehat. Interaksi tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dengan metode yang komunikatif dan menyenangkan dapat menjadi salah satu pendekatan efektif untuk memperkenalkan pentingnya PHBS kepada anak-anak. (**)

Lihat Semua Berita