Peneliti UNG Uji Keamanan Kombinasi Dua Daun Herbal yang Berpotensi untuk Antidiabetes

Pemanfaatan tanaman herbal sebagai bahan pengembangan obat tidak cukup hanya didasarkan pada potensi manfaatnya. Keamanan juga menjadi hal penting yang harus dibuktikan melalui penelitian. Hal inilah yang dilakukan tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dengan menguji kombinasi dua tanaman lokal, yakni daun galing-galing dan daun insulin, yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan herbal antidiabetes.
Penelitian yang dilakukan Karunita Ika Astuti, Mohamad Reski Manno, dan Indra ini bertujuan memperoleh gambaran awal mengenai tingkat keamanan kombinasi infusa daun galing-galing (Cayratia trifolia L.) dan daun insulin (Tithonia diversifolia). Kedua tanaman tersebut menjadi perhatian karena mengandung berbagai senyawa alami yang berpotensi dikaji lebih lanjut untuk pengembangan bahan obat berbasis tanaman.
Riset bertajuk “Penentuan Toksisitas Akut Kombinasi Infusa Daun Galing-Galing (Cayratia trifolia L.) dan Daun Insulin (Tithonia diversifolia) dengan Metode OECD 425” ini dilaksanakan melalui skema Riset Akselerasi Publikasi Nasional (RAPN) Tahun 2026 pada Bidang Fokus Kesehatan dan Obat Universitas Negeri Gorontalo.
Dalam pengembangan obat herbal, pengujian keamanan merupakan tahapan penting sebelum suatu bahan diteliti lebih jauh. Sebab, kandungan alami dalam tanaman tidak serta-merta menjamin bahwa bahan tersebut aman bagi tubuh. Terlebih, penggunaan dua jenis tanaman dalam satu formulasi memerlukan kajian tersendiri untuk mengetahui kemungkinan efek yang muncul ketika keduanya dikombinasikan.
Untuk menjawab hal tersebut, tim peneliti menggunakan metode OECD 425, yaitu pedoman pengujian toksisitas akut melalui pemberian bahan secara oral kepada hewan uji. Metode ini digunakan untuk mengamati respons tubuh setelah menerima dosis tertentu, sekaligus memperkirakan tingkat toksisitas bahan yang diuji.
Sebelum pengujian dilakukan, daun galing-galing dan daun insulin terlebih dahulu dikumpulkan dan diolah menjadi simplisia atau bahan tanaman kering yang digunakan sebagai bahan awal pembuatan sediaan herbal. Dari proses pengolahan tersebut, sebanyak 3.500 gram daun galing-galing segar menghasilkan 675 gram simplisia, sedangkan 1.500 gram daun insulin segar menghasilkan 340 gram simplisia.
Kedua bahan kemudian diolah menjadi infusa, yaitu sediaan yang diperoleh melalui proses penyarian kandungan tanaman menggunakan air. Hasil pemeriksaan fitokimia menunjukkan bahwa infusa tersebut mengandung sejumlah kelompok senyawa alami, yaitu alkaloid, fenol, flavonoid, saponin, dan tanin. Temuan ini memberikan gambaran mengenai kandungan kimia dalam sampel yang diteliti, meskipun keberadaan senyawa tersebut belum dengan sendirinya membuktikan efektivitas maupun keamanan penggunaannya.
Pengujian toksisitas akut dilakukan pada tikus betina dengan dosis uji batas sebesar 2.000 miligram per kilogram berat badan. Selama 14 hari, peneliti mengamati kondisi hewan uji untuk mengetahui kemungkinan munculnya tanda-tanda gangguan, seperti perubahan kondisi kulit, bulu, dan mata, serta gejala lesu, tremor, kejang, maupun diare.
Hasil pengamatan menunjukkan tidak ditemukan kematian pada hewan uji selama periode penelitian. Tim juga tidak melaporkan munculnya gejala abnormal sebagaimana yang diamati dalam pengujian. Berdasarkan hasil tersebut, estimasi nilai LD50 kombinasi infusa berada di atas 2.000 mg/kg berat badan.
LD50 merupakan ukuran dalam ilmu toksikologi untuk memperkirakan dosis suatu bahan yang dapat menyebabkan kematian pada 50 persen hewan uji dalam kondisi pengujian tertentu. Dalam penelitian ini, tidak ditemukannya kematian pada dosis uji batas menunjukkan bahwa tingkat toksisitas akut kombinasi infusa belum mencapai batas yang dapat ditentukan melalui pengujian tersebut. Hasil ini menjadi informasi awal yang penting untuk melanjutkan evaluasi keamanan bahan herbal.
Selain mengamati kondisi fisik, peneliti juga memantau perubahan berat badan hewan uji selama 14 hari. Pada kelompok perlakuan, rata-rata berat badan meningkat dari 158,64 gram pada awal pengamatan menjadi 171,6 gram pada akhir pengamatan. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol negatif.
Pengamatan juga dilakukan terhadap organ hati, limpa, dan ginjal. Ketiga organ tersebut menjadi perhatian karena memiliki fungsi penting dalam metabolisme, pertahanan tubuh, dan pengeluaran zat sisa. Hasil analisis menunjukkan bahwa indeks ketiga organ tersebut tidak memperlihatkan perbedaan bermakna secara statistik dibandingkan kelompok kontrol negatif.
Secara keseluruhan, hasil pengujian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi infusa daun galing-galing dan daun insulin pada dosis yang digunakan tidak menimbulkan kematian maupun gejala toksisitas akut yang teramati selama masa pengamatan. Hasil ini memberikan gambaran awal mengenai respons tubuh terhadap kombinasi kedua tanaman tersebut, sekaligus menjadi dasar untuk penelitian keamanan pada tahap berikutnya.
Meski demikian, temuan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyatakan kombinasi herbal ini aman digunakan oleh manusia atau efektif menurunkan kadar gula darah. Pengujian toksisitas akut hanya memberikan informasi mengenai respons tubuh dalam kondisi dan periode pengamatan tertentu. Karena itu, diperlukan penelitian lanjutan, termasuk pengujian toksisitas subkronis, untuk mengetahui kemungkinan dampak penggunaan berulang dalam jangka waktu lebih panjang.
Melalui skema RAPN 2026, tim peneliti menargetkan publikasi hasil penelitian pada jurnal nasional terakreditasi Sinta 2. Kajian ini diharapkan dapat memperkaya referensi ilmiah mengenai potensi dan keamanan tanaman herbal lokal, sekaligus mendukung pengembangan penelitian di bidang kesehatan dan obat.
Penelitian tersebut menjadi salah satu upaya UNG dalam mendorong pemanfaatan kekayaan hayati lokal melalui pendekatan ilmiah. Dengan pengujian yang bertahap dan berbasis bukti, tanaman herbal tidak hanya dikaji dari sisi potensi manfaatnya, tetapi juga dari aspek keamanan yang menjadi dasar penting dalam pengembangan calon bahan obat.





