Site Logo

Eco-Repel Spray: Inovasi Peneliti UNG Ubah Limbah Jagung Dan Daun Pepaya Jadi Penangkal Nyamuk Malaria Ramah Lingkungan

PenelitianSiaran PersUNG Berdampak
Abdul Wahid Rauf
14 Aug 2026
01:22 WITA
968 dilihat
Eco-Repel Spray: Inovasi Peneliti UNG Ubah Limbah Jagung Dan Daun Pepaya Jadi Penangkal Nyamuk Malaria Ramah Lingkungan

Malaria masih menjadi salah satu tantangan kesehatan global yang belum tuntas, termasuk di Indonesia. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina ini masih bersanding dengan tuberkulosis dan HIV/AIDS sebagai prioritas penanganan kesehatan nasional. Wilayah beriklim tropis dengan suhu hangat dan kelembapan tinggi, seperti sebagian besar wilayah Indonesia, menjadi habitat ideal bagi nyamuk ini untuk berkembang biak dengan cepat.

Selama ini, masyarakat umumnya mengandalkan produk repelan komersial sebagai langkah pencegahan. Sayangnya, mayoritas produk yang beredar di pasaran mengandung bahan kimia sintetis bernama DEET (N,N-Diethyl-meta-toluamide). Meski efektif, penggunaan DEET dalam jangka panjang atau konsentrasi tinggi berisiko memicu iritasi kulit, reaksi alergi, efek neurotoksik, hingga gangguan sistem saraf. Lebih jauh, residunya berpotensi mencemari ekosistem tanah dan perairan.

Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) — La Ode Aman, Dizky Ramadani Putri Papeo, dan Yuniarty Antu — menginisiasi sebuah inovasi ramah lingkungan bernama Eco-Repel Spray. Yang menarik, bahan utamanya bukan sesuatu yang jauh atau mahal: melainkan rambut jagung (Zea mays L.) dan daun pepaya (Carica papaya L.) — dua bahan lokal yang melimpah dan selama ini kerap dianggap sebagai limbah pertanian.

Melalui pendekatan Community-Based Participatory Approach (CBPA), inovasi ini telah disosialisasikan dan diterapkan secara langsung kepada masyarakat di Desa Botumoito, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.

Sinergi Dua Tanaman, Perlindungan Berlipat

Secara ilmiah, kombinasi kedua ekstrak tanaman ini terbukti menghasilkan efek sinergis yang memperpanjang durasi perlindungan dari gigitan nyamuk.

Rambut jagung kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, tanin, dan minyak atsiri. Minyak atsiri mengandung senyawa volatil yang mudah menguap dan mengeluarkan aroma khas yang mampu mengacaukan reseptor penciuman nyamuk dewasa, sehingga menurunkan kemampuannya mendeteksi manusia sebagai inang. Selain itu, rambut jagung juga mengandung senyawa norbergenin yang terbukti efektif menghambat pertumbuhan parasit malaria.

Sementara itu, daun pepaya yang telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional mengandung alkaloid papain, saponin, flavonoid, dan fenolik. Senyawa alkaloid bekerja mengganggu proses metabolisme parasit di dalam sel darah merah, sementara kandungan flavonoidnya memberikan efek repelan yang signifikan terhadap nyamuk.

Mudah Dibuat, Aman untuk Seluruh Keluarga

Salah satu keunggulan Eco-Repel Spray adalah proses pembuatannya yang sederhana, murah, dan dapat dipraktikkan langsung dalam skala rumah tangga. Berikut tahapannya:

  1. Persiapan bahan — Cuci bersih 50–100 gram rambut jagung dan 10–15 helai daun pepaya segar.

  2. Perebusan — Rebus kedua bahan dalam 1.000 ml air bersih selama 20–30 menit, saring menggunakan kain kasa, lalu dinginkan hingga suhu ruang.

  3. Pencampuran pelarut dan aroma — Di wadah terpisah, campurkan 100 ml etanol 70% dengan 1 ml minyak sereh (citronella oil). Minyak sereh ditambahkan karena mengandung senyawa geraniol dan citronellal yang juga dikenal tidak disukai nyamuk.

  4. Finalisasi — Masukkan air rebusan ekstrak tanaman secara bertahap ke dalam campuran alkohol dan minyak sereh sambil diaduk hingga menyatu. Tuangkan ke dalam botol semprot steril, dan produk siap digunakan.

Formulasi yang bebas dari bahan kimia sintetik menjadikan produk ini relatif aman digunakan oleh seluruh kelompok usia, termasuk anak-anak dan ibu hamil.

Lebih dari Sekadar Repelan: Wujud Nyata Pembangunan Berkelanjutan

Inovasi Eco-Repel Spray tidak hanya menjadi langkah maju di sektor kesehatan masyarakat, tetapi juga merupakan wujud nyata dari konsep pembangunan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan limbah organik, inovasi ini mengintegrasikan tiga pilar sekaligus: kesehatan manusia, kelestarian lingkungan melalui prinsip zero waste, serta penguatan ekonomi lokal.

Inisiatif berbasis komunitas ini juga sejalan dengan pencapaian target global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan ke-3 mengenai Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, serta Tujuan ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Ke depannya, produk berbasis bahan alam lokal ini berpotensi besar dikembangkan menjadi komoditas usaha mikro atau ekonomi kreatif desa, guna meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Sebuah bukti bahwa inovasi besar tidak selalu bermula dari laboratorium canggih — kadang, ia lahir dari halaman rumah sendiri.

Ikuti berita lainnya

Alat Deteksi Kualitas Air dan Objek Dipasang di Laut Botubarani, Dukung Keselamatan Wisatawan dan Prediksi Kemunculan Hiu Paus
26 Sep 2026
01:13 WITA

Alat Deteksi Kualitas Air dan Objek Dipasang di Laut Botubarani, Dukung Keselamatan Wisatawan dan Prediksi Kemunculan Hiu Paus

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO - Alat deteksi kualitas air dan alat deteksi objek mulai dipasang di kawasan perairan Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, pada hari Rabu 23 September 2026, sebagai bagian dari kegiatan riset yang didanai melalui skema RIIM BRIN-LPDP (multiyears) dengan melibatkan mitra Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bone Bolango.Pemasangan kedua perangkat tersebut ditujukan untuk menghasilkan data kondisi perairan secara berkelanjutan selama satu tahun. Data yang dikumpulkan dalam bentuk time series diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kondisi lingkungan laut sekaligus mendukung pengelolaan aktivitas wisata bahari di kawasan Botubarani, khususnya wisata interaksi dengan hiu paus.Salah satu manfaat utama riset ini adalah membantu wisatawan maupun pengelola wisata dalam mengambil keputusan terkait aktivitas snorkeling dan diving bersama hiu paus. Informasi mengenai kondisi kualitas air dan keberadaan objek di perairan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan sebelum wisatawan melakukan aktivitas di laut.Selain untuk mendukung aktivitas wisata, data yang dihasilkan perangkat tersebut memiliki potensi pemanfaatan yang lebih luas. Rekaman kondisi perairan selama satu tahun dapat digunakan untuk mempelajari pola kemunculan hiu paus serta berbagai organisme laut lainnya.Data tersebut juga diharapkan dapat membantu mengidentifikasi pola kemunculan ubur-ubur yang pada kondisi tertentu dapat mengganggu kenyamanan wisatawan karena menyebabkan rasa gatal pada kulit. Kemunculan organisme laut tersebut berkaitan dengan kondisi lingkungan perairan yang mendukung siklus hidupnya. Dengan tersedianya data kualitas air secara berkala, pola hubungan antara kondisi perairan dan kemunculan organisme tersebut dapat dipelajari lebih lanjut.Tidak hanya aspek biota laut, sistem deteksi ini juga berpotensi menghasilkan informasi mengenai aktivitas manusia di kawasan perairan Botubarani. Data yang terkumpul dapat digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan atau tingkat kemunculan sampah plastik, material yang berasal dari aktivitas pertanian, kepadatan perahu wisatawan, aktivitas pengunjung, serta kemunculan berbagai hewan laut lainnya.Tim peneliti UNG, Dr. Mohamad Hidayat Koniyo, ST.MT., mengungkapkan teknologi deteksi objek memungkinkan berbagai objek dan aktivitas yang terlihat di perairan, untuk direkam dan diolah menjadi dataset.“Berdasarkan deteksi objek, seperti warna air laut, binatang yang bergerak dan terlihat, aktivitas wisatawan, dan lainnya, akan menghasilkan dataset yang bisa dikembangkan untuk penelitian klasifikasi hingga prediksi,” ujar Hidayat.Ia menjelaskan, dataset yang dikumpulkan secara terus-menerus menjadi bagian penting dalam pengembangan penelitian berbasis data. Dengan tersedianya rekaman selama satu tahun, peneliti dapat menganalisis pola perubahan kondisi perairan dan objek yang terdeteksi dari waktu ke waktu."Melalui pengembangan lebih lanjut, data tersebut dapat diarahkan untuk membangun model klasifikasi maupun prediksi, termasuk mempelajari hubungan antara kondisi lingkungan laut dengan kemunculan hiu paus, ubur-ubur, maupun objek dan aktivitas lain di kawasan perairan Botubarani," terangnya.Riset ini sekaligus diharapkan dapat memberikan basis data bagi pengelolaan wisata bahari yang lebih informatif. Data yang dihasilkan tidak hanya berguna untuk kepentingan penelitian, tetapi juga berpotensi menjadi bahan pendukung bagi pengelola dan pemangku kepentingan dalam memantau kondisi perairan serta aktivitas wisata di Botubarani.

Akademisi UNG Ambil Peran di Forum Nasional, Perkuat Arah Pendidikan Vokasi Teknik Elektro
25 Sep 2026
09:48 WITA

Akademisi UNG Ambil Peran di Forum Nasional, Perkuat Arah Pendidikan Vokasi Teknik Elektro

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) turut mengambil bagian, dalam penguatan pendidikan vokasi rumpun Teknik Elektro di tingkat nasional. Keterlibatan tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan akademisi UNG, Ervan Hasan Harun, S.T., M.T., yang juga Pengurus FORTEI Nasional sekaligus Anggota Divisi Forkom Vokasi – Direktorat Pengembangan Society, Forkom PTS dan Forkom Vokasi.Keterlibatan ini dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) FORTEI dan FORTEI-ICEE (International Conference on Electrical Engineering) 2026 di Universitas Hasanuddin, Makassar, 24–26 September 2026.Tidak sekadar menghadiri forum nasional, Ervan juga terlibat sebagai kontributor dalam penyusunan dan pembahasan sejumlah panduan pengembangan pendidikan Sarjana Terapan pada rumpun Teknik Elektro. Kontribusi tersebut menjadi bagian dari upaya FORTEI memperkuat penyelenggaraan pendidikan vokasi, agar semakin selaras dengan kebutuhan dunia kerja, dunia usaha, dan dunia industri (DUDI).Tiga dokumen panduan yang menjadi bagian dari kontribusi tersebut meliputi Panduan Kurikulum Vokasi (Sarjana Terapan) Rumpun Teknik Elektro, Panduan Magang di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) bagi Mahasiswa Sarjana Terapan, serta Panduan Capstone Project. Ketiga panduan tersebut menjadi bagian penting, dalam mendorong pengembangan pembelajaran vokasi yang lebih dekat dengan kebutuhan kompetensi di lapangan.Menurut Ervan, salah satu agenda penting dalam forum tersebut adalah pemaparan Panduan Kurikulum Vokasi Rumpun Teknik Elektro. Dalam kesempatan tersebut, Ia turut mempresentasikan substansi panduan sebagai bagian dari pembahasan, sekaligus penguatan rekomendasi FORTEI terkait pengembangan pendidikan Sarjana Terapan bidang Teknik Elektro.“Panduan kurikulum tersebut diarahkan untuk menjadi rujukan bersama, bagi program studi Sarjana Terapan dalam mengembangkan kurikulum yang memiliki karakteristik pendidikan vokasi,” ujarnya.Selain memperkuat keterkaitan pembelajaran dengan kebutuhan DUDI, pengembangan kurikulum juga diarahkan agar tetap responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan kompetensi tenaga kerja di bidang Teknik Elektro.Bagi Ervan, keterlibatan akademisi UNG dalam forum tersebut memiliki relevansi strategis, terhadap pengembangan pendidikan vokasi di lingkungan Sekolah Vokasi, khususnya Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan (TRET).“Forum nasional ini menjadi ruang bagi UNG untuk memperoleh perspektif, sekaligus memperkuat jejaring akademik dan profesional dengan perguruan tinggi serta program studi Teknik Elektro di Indonesia,” terangnya.Melalui keterlibatan ini, UNG kata Ervan tidak hanya memperluas jejaring kelembagaan, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan arah pendidikan vokasi pada tingkat nasional. Partisipasi tersebut memperkuat komitmen UNG dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kompetensi, kebutuhan dunia kerja, keterhubungan dengan industri, serta perkembangan teknologi.Kegiatan Munas FORTEI dan FORTEI-ICEE Tahun 2026 berlangsung di Universitas Hasanuddin, Makassar, pada 24–26 September 2026, dan menjadi salah satu forum nasional bagi pengembangan serta penguatan jejaring pendidikan tinggi Teknik Elektro di Indonesia.

Dzikir dan Doa Berkumandang di Lingkungan Kampus Melalui Kegiatan UNG Bersholawat
25 Sep 2026
04:27 WITA

Dzikir dan Doa Berkumandang di Lingkungan Kampus Melalui Kegiatan UNG Bersholawat

Abdul Wahid Rauf

Suasana penuh khidmat dan syahdu mewarnai lapangan Rektorat Universitas Negeri Gorontalo (UNG) saat ribuan jemaah memadati area kampus, untuk mengikuti kegiatan UNG Bersholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan bulan lahir UNG, Rabu (23/9).Kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi civitas akademika UNG dan masyarakat Gorontalo, untuk bersama-sama melantunkan dzikir dan sholawat sebagai ungkapan cinta kepada Rasulullah.Pembacaan dzikir dan sholawat dipandu langsung oleh jemaah Majelis Arbain dengan menghadirkan empat penceramah sekaligus yakni, Dr. H. Abd. Rahman Abubakar Bahmid, Lc ,MH., Moh Fadly Aljufri, Lc., S.H., M.H., Dr. Husni Idrus, Lc., M.Si., dan KH. Yahya Salilama, S.Ag,. Lantunan sholawat yang menggema dari ribuan jemaah menciptakan suasana religius dan menambah kekhusyukan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW di lingkungan kampus.Antusiasme tampak begitu besar, di mana dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga masyarakat sekitar turut hadir dan larut dalam kebersamaan. Lapangan Rektorat UNG menjadi saksi bagaimana ribuan jemaah menyatu dalam lantunan doa dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW, mencerminkan kecintaan yang mendalam kepada junjungan umat Islam.Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., mengungkapkan kegiatan UNG Bersholawat merupakan wujud syukur sekaligus upaya mempererat ukhuwah islamiyah di tengah civitas akademika dan masyarakat. Melalui momentum UNG bersholawat ini, diharapkan jemaah yang hadir dapat meneladani akhlak mulia Rasulullah sekaligus memperkuat nilai spiritualitas dalam kehidupan akademik maupun sosial.“Selain untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW, UNG bersholawat juga menjadi wadah untuk memperkuat interaksi sosial antara civitas akademika dengan seluruh lapisan masyarakat di Gorontalo,” ujarnya.Rektor menyampaikan harapannya kepada ribuan jemaah yang hadir dalam kegiatan UNG Bersholawat, agar senantiasa mendoakan kebaikan dan kemajuan kampus. Menurutnya, doa dari seluruh civitas akademika dan masyarakat memiliki peran penting dalam memperkuat ikhtiar universitas, untuk terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun bangsa.“Dukungan spiritual melalui doa diharapkan semakin mengokohkan upaya UNG untuk terus bergerak maju, serta terus melahirkan karya dan inovasi yang bermanfaat. Terlebih UNG saat ini tengah bergerak maju berkembang, yang ditandai dengan berbagai capaian dan prestasi,” pungkas Rektor. (**)

Rektor Melantik Pejabat Fungsional di Lingkungan UNG, Tekankan Integritas dan Kontribusi untuk Kampus
24 Sep 2026
06:24 WITA

Rektor Melantik Pejabat Fungsional di Lingkungan UNG, Tekankan Integritas dan Kontribusi untuk Kampus

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Jabatan dan pangkat bukan sekadar capaian administratif, tetapi merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi nyata bagi institusi dan masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., saat memimpin upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan fungsional di lingkungan UNG, Selasa (22/9).Dalam suasana khidmat, Rektor secara resmi mengukuhkan sejumlah pejabat fungsional dosen dan tenaga kependidikan. Pelantikan tersebut mencakup sejumlah jabatan fungsional tenaga kependidikan, di antaranya Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda, Pranata Keuangan APBN Penyelia, Arsiparis Ahli Pertama, Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Ahli Pertama, dan PLP Terampil. Sementara pada jabatan fungsional dosen, pengangkatan dilakukan untuk jenjang Lektor dan Asisten Ahli.Dalam arahannya, Prof. Eduart menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik sekaligus mengingatkan bahwa jabatan fungsional dan kepangkatan harus dimaknai lebih dari sekadar pencapaian karier.Menurutnya, jabatan yang diberikan merupakan bentuk kepercayaan sekaligus pengakuan terhadap kontribusi yang telah diberikan kepada institusi. Karena itu, setiap pejabat fungsional dituntut untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan etika.“Bekerjalah dengan baik, jujur, dan menjunjung tinggi etika. Ketika dosen dan tendik memberikan kontribusi yang terbaik dengan cara yang benar, maka pangkat dan jenjang karier akan mengikuti dengan sendirinya,” pesan Rektor.Ia menegaskan, ukuran keberhasilan seorang ASN tidak semata-mata dilihat dari gelar maupun pangkat yang melekat, tetapi dari manfaat yang mampu diberikan melalui pekerjaan dan kontribusinya terhadap kemajuan lembaga.“Bukan gelar atau pangkat yang dinilai orang, melainkan apa manfaat dan kontribusi yang kita berikan bagi kemajuan lembaga,” tegasnya.Lebih lanjut, Rektor mengajak seluruh jajaran ASN UNG untuk terus menumbuhkan empati dalam bekerja, menjaga integritas, serta menghindari orientasi kerja yang hanya berfokus pada tuntutan terhadap fasilitas. Menurutnya, kemajuan universitas merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kerja kolaboratif dari seluruh sivitas akademika.Melalui pelantikan tersebut, UNG tidak hanya menegaskan pengembangan karier dosen dan tenaga kependidikan, tetapi juga memperkuat komitmen terhadap profesionalisme dan tata kelola sumber daya manusia. Para pejabat fungsional yang dilantik diharapkan mampu menjadikan jabatan sebagai ruang untuk memberikan kontribusi nyata sekaligus memperkuat ekosistem UNG yang semakin maju dan berdampak.

Lihat Semua Berita