Site Logo

UNG Perkuat Tata Kelola Keuangan, Lanjutkan Pemutakhiran Kodefikasi Segmen Akun Belanja BLU

Umum
Abdul Wahid Rauf
23 Jul 2026
04:04 WITA
41 dilihat
UNG Perkuat Tata Kelola Keuangan, Lanjutkan Pemutakhiran Kodefikasi Segmen Akun Belanja BLU

GORONTALO – Penguatan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi, terus dilakukan UNG, yang diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan tindak lanjut Pemutakhiran Kodefikasi Segmen Akun Belanja Badan Layanan Umum (BLU). Kegiatan ini sebagai lanjutan dari Sosialisasi Pemutakhiran Kodefikasi Segmen Akun Belanja yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis UNG, dalam memastikan implementasi perubahan kodefikasi akun belanja berjalan optimal di seluruh unit kerja. Selain sebagai bentuk penyesuaian terhadap rekomendasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia, pemutakhiran tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola keuangan universitas secara berkelanjutan.

Ketua Tim Kerja Keuangan UNG, Mukmin Dunggio, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan tindak lanjut ini, merupakan bagian dari proses penyempurnaan sistem pengelolaan keuangan yang terus dilakukan universitas.

Menurutnya, pemutakhiran kodefikasi segmen akun belanja tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat sistem pengawasan internal, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta memastikan setiap penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum UNG, Dr. Mohamad Hidayat Koniyo, S.T., M.Kom., menegaskan bahwa pemutakhiran kodefikasi segmen akun belanja, merupakan bagian dari komitmen UNG dalam terus menyempurnakan sistem pengelolaan keuangan berbasis prinsip tata kelola yang baik.

Menurut Hidayat, proses tersebut merupakan bagian dari tahapan migrasi kode akun yang dilakukan UNG sesuai arahan Kemenkeu, sehingga seluruh proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan anggaran dapat berjalan lebih terstruktur, akurat, dan selaras dengan arahan .

"Pemutakhiran kodefikasi akun belanja merupakan kebutuhan penting agar sistem pengelolaan keuangan semakin tertata baik. Dengan penyesuaian ini, seluruh proses administrasi keuangan diharapkan berjalan lebih efektif, efisien, dan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah," jelasnya.

Hidayat menambahkan bahwa berdasarkan hasil penilaian Kementerian Keuangan, tata kelola keuangan UNG saat ini telah menunjukkan capaian yang baik. Oleh karena itu, berbagai langkah penyempurnaan, termasuk sosialisasi dan implementasi perubahan kodefikasi akun, menjadi upaya menjaga sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan institusi. (**)

Ikuti berita lainnya

Tekankan Portofolio Berkualitas dan Berintegritas, UNG Bekali 43 Dosen Hadapi Proses Sertifikasi
23 Jul 2026
04:22 WITA

Tekankan Portofolio Berkualitas dan Berintegritas, UNG Bekali 43 Dosen Hadapi Proses Sertifikasi

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan profesionalisme dosen. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Penyusunan Portofolio bagi Dosen yang Disertifikasi (DYS) Tahun 2026, yang digelar oleh Biro Keuangan, Kerja Sama, dan Umum bekerja sama dengan Bidang Akademik, Rabu (22/7).Kegiatan ini diikuti oleh 43 dosen peserta Sertifikasi Dosen (Serdos) Gelombang I Tahun 2026 yang telah dinyatakan lolos seleksi awal. Melalui bimbingan teknis tersebut, para peserta dibekali pemahaman menyeluruh mengenai penyusunan portofolio agar mampu menghadapi proses sertifikasi secara optimal.Bimtek dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa sertifikasi dosen bukan sekadar proses administratif tahunan, melainkan bentuk pengakuan negara terhadap profesionalisme dosen dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi."Sertifikasi dosen merupakan bentuk pengakuan negara terhadap profesi dosen. Karena itu, seluruh tahapan harus dipersiapkan dengan baik sehingga setiap dosen mampu menunjukkan kompetensi, integritas, dan rekam jejak akademiknya secara objektif melalui portofolio yang disusun," ujarnya.Menurut Hafidz, dari sekitar 60 dosen yang mengikuti tahapan seleksi awal, sebanyak 43 dosen berhasil memenuhi persyaratan untuk mengikuti Sertifikasi Dosen Gelombang I Tahun 2026. Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai bekal penting dalam menyusun portofolio yang berkualitas dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Sebagai asesor Sertifikasi Dosen, Hafidz juga berbagi pengalaman mengenai proses penilaian portofolio. Ia menjelaskan bahwa asesor tidak hanya memeriksa kelengkapan dokumen, tetapi juga melakukan verifikasi terhadap berbagai bukti pendukung yang menggambarkan kinerja akademik dosen.Aspek yang dinilai meliputi pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, hingga kualitas video pembelajaran yang diunggah oleh peserta sebagai bagian dari instrumen penilaian. Ia mengingatkan seluruh peserta untuk menyusun portofolio secara jujur, objektif, dan sesuai kondisi nyata."Jangan pernah melebih-lebihkan capaian yang dimiliki. Kejujuran dalam mendeskripsikan pengalaman akademik justru menjadi salah satu indikator penting yang akan memberikan nilai positif dalam proses asesmen," tegasnya.Selain sesi motivasi dan penguatan, BIMTEK juga menghadirkan tim pendamping yang memberikan penjelasan teknis mengenai mekanisme pengisian portofolio, penyusunan deskripsi diri, hingga kelengkapan dokumen yang harus dipenuhi dalam sistem Sertifikasi Dosen.Melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis ini, Hafidz berharap seluruh peserta Sertifikasi Dosen Gelombang I Tahun 2026 mampu menyusun portofolio yang berkualitas, mencerminkan kompetensi profesional, serta berhasil memperoleh sertifikat pendidik. Keberhasilan tersebut diharapkan semakin memperkuat kualitas dosen UNG dalam melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing.

Kunci Kendalikan Diabetes, Peneliti UNG Ungkap Pentingnya Pola Makan dan Aktivitas Fisik
22 Jul 2026
22:45 WITA

Kunci Kendalikan Diabetes, Peneliti UNG Ungkap Pentingnya Pola Makan dan Aktivitas Fisik

Abdul Wahid Rauf

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat di Indonesia. Tidak hanya membebani fisik penderitanya, penyakit ini juga menjadi penyumbang utama tingginya biaya kesehatan nasional. Menanggapi hal tersebut, tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melakukan studi mendalam untuk menemukan kunci pengendalian kadar gula darah.Penelitian yang dilakukan oleh Nadia Oktaviana Rahman bersama tim ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tapa, Kabupaten Bone Bolango. Hasilnya, yang telah dipublikasikan dalam Medic Nutricia: Jurnal Ilmu Kesehatan tahun 2025, mengungkap fakta krusial: pola makan dan aktivitas fisik adalah dua pilar yang tidak bisa dipisahkan dalam menjinakkan diabetes.Riset ini menemukan data yang cukup mengejutkan. Sebanyak 71,2 persen responden penderita diabetes tercatat memiliki kadar gula darah yang tidak terkontrol. Angka ini menjadi alarm bagi layanan kesehatan dasar, terutama di wilayah pedesaan, bahwa penanganan diabetes belum mencapai hasil yang optimal.Setelah ditelusuri lebih lanjut, perilaku harian menjadi pemicu utamanya meliputi, Pola Makan Buruk: Sebanyak 57,5 persen responden memiliki kebiasaan makan yang tidak sehat. Selain itu juga disebabkan paradoks Aktivitas Fisik, dimana hampir separuh responden melakukan aktivitas fisik berat karena tuntutan pekerjaan sebagai petani.“Namun, aktivitas fisik yang berat tidak otomatis menjamin kadar gula darah terkontrol jika tidak diimbangi dengan pola makan sehat dan kepatuhan pengobatan,” ungkap Nadia.Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dengan kadar gula darah (p = 0,032) serta aktivitas fisik dengan kadar gula darah (p = 0,028). Artinya, penderita diabetes dengan pola makan lebih teratur dan aktivitas fisik yang dikelola dengan baik cenderung memiliki kontrol gula darah yang lebih stabil.“Konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, jadwal makan tidak teratur, serta kurangnya pemahaman gizi menjadi faktor utama sulitnya pengendalian diabetes. Di sisi lain, aktivitas fisik yang dilakukan secara berlebihan tanpa istirahat cukup juga berpotensi memperburuk kondisi metabolisme,” ujarnya.Temuan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-3, yakni menjamin kehidupan sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua usia. Diabetes melitus tipe 2 merupakan salah satu fokus utama dalam agenda pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) yang dicanangkan pemerintah melalui program GERMAS dan penguatan layanan primer. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan promotif dan preventif, khususnya melalui edukasi pola makan sehat, aktivitas fisik terukur, serta skrining rutin di Puskesmas.“Dengan penguatan peran layanan kesehatan dasar dan peningkatan literasi kesehatan masyarakat, pengendalian diabetes diharapkan dapat menekan risiko komplikasi serius seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke,” terangnya.Penelitian merekomendasikan agar program puskesmas dan pemerintah tidak hanya berfokus pada pemberian obat-obatan. Kunci keberhasilan jangka panjang terletak pada, (1) Edukasi Berkelanjutan: Penyuluhan kesehatan yang menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami masyarakat dari berbagai tingkat pendidikan. (2) Literasi Gizi: Meningkatkan pemahaman keluarga mengenai jadwal makan dan jenis nutrisi yang aman bagi penderita diabetes. (3) Pendekatan Komunitas: Mendorong perubahan perilaku hidup sehat mulai dari tingkat keluarga.Dengan langkah tersebut, upaya pengendalian diabetes melitus tipe 2 tidak hanya mendukung target nasional kesehatan, tetapi juga berkontribusi langsung pada pencapaian SDGs dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia. (**)

Peneliti UNG Raih Pendanaan Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju
22 Jul 2026
22:40 WITA

Peneliti UNG Raih Pendanaan Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Program pendanaan kegiatan penelitian di tingkat Nasional, berhasil diperoleh peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Dua dosen terbaik UNG berhasil lolos memperoleh pendanaan Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Gelombang XI, sebuah skema pendanaan riset bergengsi yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi strategis untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional.Keberhasilan tersebut menjadi bukti meningkatnya kualitas penelitian yang dihasilkan sivitas akademika UNG. Lebih dari sekadar capaian administratif, pendanaan RIIM menjadi pengakuan atas kapasitas peneliti UNG dalam menghadirkan riset yang inovatif, aplikatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.Dua peneliti UNG yang berhasil memperoleh pendanaan tersebut adalah Dr. Heryati, S.T., M.T., dan Dr. La Ode Aman, M.Si., dengan mengusung tema penelitian yang berbeda namun sama-sama memiliki nilai strategis bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan Indonesia.Dr. Heryati memperoleh pendanaan melalui penelitian berjudul "Model Konseptual Keberlanjutan Budaya Bermukim Masyarakat Jawa-Tondano (Jaton) di Gorontalo sebagai Dasar Kebijakan Pelestarian Rumah Tradisional." Penelitian ini berupaya merumuskan model konseptual yang dapat menjadi dasar ilmiah dalam penyusunan kebijakan pelestarian rumah tradisional masyarakat Jawa-Tondano (Jaton) di Gorontalo.Riset tersebut diharapkan mampu mendukung upaya pelestarian warisan budaya lokal yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo, sekaligus memberikan rekomendasi kebijakan berbasis penelitian bagi pemerintah dan pemangku kepentingan.Sementara itu, Dr. La Ode Aman, M.Si., meraih pendanaan melalui penelitian bertajuk "Pengembangan Platform Nasional dalam Penemuan Obat: Integrasi Pendekatan Komputasi Molekular dan Kecerdasan Buatan."Penelitian ini menawarkan pendekatan inovatif dengan memadukan teknologi komputasi molekular dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mempercepat proses penemuan kandidat obat baru. Melalui pemanfaatan teknologi digital, riset tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi penelitian di bidang farmasi serta memperkuat kemandirian Indonesia dalam pengembangan obat berbasis teknologi mutakhir.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan kedua dosen tersebut yang berhasil bersaing pada program pendanaan riset tingkat nasional.Menurut Eduart, keberhasilan tersebut mencerminkan komitmen para dosen UNG dalam menghasilkan proposal penelitian yang berkualitas, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan bangsa."Capaian ini menunjukkan bahwa dosen-dosen UNG terus meningkatkan kualitas penelitian dan mampu bersaing secara nasional. Kami berharap pendanaan RIIM ini dapat menghasilkan luaran penelitian yang berkualitas, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta semakin memperkuat posisi UNG sebagai perguruan tinggi yang aktif menghasilkan inovasi melalui riset," ujarnya.Ia menambahkan, keberhasilan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh peneliti UNG untuk terus meningkatkan produktivitas riset, memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, serta menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan di berbagai sektor, mulai dari sosial, budaya, kesehatan, hingga teknologi.Eduart menegaskan bahwa UNG terus berkomitmen dalam memperkuat budaya riset yang unggul dan berdampak. Melalui dukungan terhadap penelitian berkualitas, UNG terus berupaya menghadirkan inovasi yang tidak hanya memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional serta mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih maju melalui riset dan inovasi. (**)

Tenaga Kependidikan UNG Dibekali Keterampilan Manajemen Stres, Wujudkan Lingkungan Kerja yang Sehat dan Produktif
21 Jul 2026
06:07 WITA

Tenaga Kependidikan UNG Dibekali Keterampilan Manajemen Stres, Wujudkan Lingkungan Kerja yang Sehat dan Produktif

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Dalam upaya meningkatkan kapasitas Tenaga Kependidikan (Tendik) dalam menangani isu manajemen stres, Universitas Negeri Gorontalo melalui UPA. Bimbingan dan Konseling melaksanakan pelatihan manajemen stres pegawai bagi Tendik di lingkungan UNG, Selasa (21/7). Kegiatan yang dilaksanakan di Ball Room TC Damhil UNG mengangkat tema “Tetap tanggap di bawah tekanan melalui seni mengelola stres”.Kepala UPA Bimbingan dan Konseling UNG, Idriyani Idris, S.Pd., M.Pd., menjelaskan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya UNG meningkatkan kapasitas tenaga kependidikan dalam menghadapi berbagai tekanan pekerjaan yang semakin dinamis. Tidak hanya memberikan pemahaman mengenai stres di lingkungan kerja, kegiatan ini juga membekali peserta dengan berbagai teknik praktis untuk menjaga kesehatan mental dan meningkatkan kesejahteraan diri.“Kemampuan mengenali dan mengelola stres merupakan kompetensi penting yang perlu dimiliki setiap tenaga kependidikan. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai manajemen stres, tetapi juga mempraktikkan teknik relaksasi, pelepasan emosi, serta self-care yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Idriyani.Menurutnya, pengelolaan stres yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas, kualitas pelayanan administrasi, serta terciptanya budaya kerja yang lebih positif dan berkelanjutan di lingkungan kampus.Dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala Biro Keuangan, Kerja Sama, dan Umum UNG, Arief Rachman Hakim Abdul, M.Pd. Ia menilai pelatihan ini menjadi investasi penting dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya tenaga kependidikan yang memiliki peran strategis dalam mendukung layanan akademik dan administrasi universitas.“Melalui pelatihan seperti ini, kami berharap kompetensi tendik semakin meningkat, sehingga mampu memberikan pelayanan administrasi yang optimal dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan tinggi di UNG,” ujarnya.Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum UNG, Dr. Mohamad Hidayat Koniyo, S.T., M.Kom., menegaskan bahwa kesehatan mental tendik, merupakan salah satu faktor penting yang menentukan kualitas kinerja institusi.Menurutnya, dinamika pekerjaan, target yang harus dicapai, perubahan kebijakan, hingga berbagai tuntutan pelayanan sering kali menjadi sumber tekanan, yang dapat memengaruhi kondisi fisik maupun psikologis pegawai apabila tidak dikelola dengan baik.“Pelatihan ini menjadi langkah preventif sekaligus bentuk kepedulian universitas, terhadap kesejahteraan tenaga kependidikan. Ketika pegawai mampu mengelola stres secara sehat, maka produktivitas meningkat, pelayanan kepada sivitas akademika menjadi lebih baik, dan suasana kerja yang harmonis akan semakin terbangun,” jelas Hidayat.Melalui pelatihan ini, UNG berharap mampu membangun budaya kerja yang lebih adaptif, sehat, dan berorientasi pada kesejahteraan pegawai. Dengan tendik yang tangguh secara mental dan profesional, UNG optimistis dapat terus menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang berkualitas serta mendukung terwujudnya universitas yang unggul dan berdaya saing. (**)

Lihat Semua Berita