Site Logo

Peneliti UNG Ungkap Tepung Ikan Cakalang Berpotensi Tingkatkan Produktivitas Ayam Lokal

PenelitianSiaran PersUNG Berdampak
Abdul Wahid Rauf
30 Jul 2026
02:33 WITA
315 dilihat
Peneliti UNG Ungkap Tepung Ikan Cakalang Berpotensi Tingkatkan Produktivitas Ayam Lokal

Kebutuhan bahan baku pakan unggas terus meningkat, sementara harga tepung ikan sebagai salah satu sumber protein utama dalam pakan cenderung semakin mahal dan sebagian masih bergantung pada pasokan dari luar negeri. Kondisi tersebut mendorong para peneliti mencari bahan baku alternatif yang lebih ekonomis, mudah diperoleh, sekaligus mampu mendukung produktivitas ternak. Salah satu sumber yang dinilai menjanjikan adalah limbah pengolahan ikan cakalang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Potensi tersebut menjadi fokus penelitian kolaboratif yang dilakukan oleh Srisukmawati Zainudin, Hartutik, Edhy Sudjarwo, dan Osfar Sjofjan melalui penelitian berjudul The Effects of Replacing Fish Meal with Skipjack Tuna Offal Meal on the Growth Performance and Carcase Quality of Local Chickens. Penelitian ini mengevaluasi tingkat penggunaan tepung limbah ikan cakalang kukus (steamed skipjack tuna offal meal/SSFO) sebagai pengganti tepung ikan dalam pakan ayam lokal untuk memperoleh tingkat penggunaan yang paling optimal dalam meningkatkan performa pertumbuhan dan kualitas karkas ayam.

Penelitian ini memiliki relevansi yang tinggi bagi Indonesia, khususnya Gorontalo, yang merupakan salah satu daerah penghasil ikan cakalang. Data yang dikutip dalam penelitian menunjukkan bahwa produksi cakalang di Gorontalo mencapai lebih dari 13 ribu ton pada tahun 2020. Selama ini, bagian sisa pengolahan seperti usus, lambung, hati, jantung, paru-paru, dan telur ikan masih belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal memiliki kandungan nutrisi yang berpotensi menjadi bahan baku pakan ternak.

Untuk menguji potensinya, para peneliti mengganti tepung ikan dalam ransum dengan tepung limbah ikan cakalang kukus pada beberapa tingkat penggunaan. Selama pemeliharaan, berbagai parameter diamati, mulai dari konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, rasio konversi pakan (feed conversion ratio/FCR), nilai income over feed cost (IOFC), bobot karkas, persentase karkas, hingga kandungan protein dan lemak daging ayam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan 5% tepung limbah ikan cakalang kukus memberikan performa terbaik. Pada tingkat ini, ayam lokal menghasilkan bobot badan akhir dan bobot karkas yang lebih tinggi, disertai nilai FCR yang lebih rendah dibandingkan perlakuan lainnya. Artinya, ayam mampu memanfaatkan pakan secara lebih efisien untuk menghasilkan pertambahan bobot badan. Selain itu, nilai IOFC juga menjadi yang tertinggi, menunjukkan bahwa penggunaan bahan pakan tersebut berpotensi meningkatkan keuntungan usaha peternakan.

Dari sisi kualitas daging, penelitian menemukan bahwa penggantian tepung ikan dengan tepung limbah ikan cakalang kukus tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kandungan protein daging, sehingga kualitas protein tetap terjaga. Sementara itu, kandungan lemak daging mengalami perubahan, namun masih berada dalam kisaran normal untuk daging ayam. Peneliti juga melaporkan bahwa persentase karkas dada tidak berbeda nyata antarperlakuan, meskipun bobot karkas meningkat pada tingkat penggunaan tertentu.

Temuan ini menunjukkan bahwa limbah ikan cakalang memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan alternatif. Selain membantu mengurangi ketergantungan terhadap tepung ikan, pemanfaatan hasil samping industri perikanan juga dapat mengurangi limbah organik sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya. Pendekatan ini sejalan dengan konsep ekonomi sirkular, yaitu mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Bagi peternak, hasil penelitian ini membuka peluang untuk memanfaatkan bahan baku lokal yang lebih mudah diperoleh tanpa mengorbankan performa produksi ayam. Di daerah penghasil cakalang seperti Gorontalo, inovasi ini berpotensi menekan biaya pakan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi limbah hasil perikanan.

Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa tepung limbah ikan cakalang kukus dapat digunakan sebagai pengganti tepung ikan hingga tingkat 5% dalam pakan ayam lokal. Penggunaan pada tingkat tersebut terbukti mampu meningkatkan performa pertumbuhan, memperbaiki efisiensi penggunaan pakan, meningkatkan bobot karkas, serta berpotensi meningkatkan keuntungan peternak. Temuan ini menjadi salah satu alternatif inovasi pakan yang tidak hanya lebih ekonomis, tetapi juga mendukung pemanfaatan sumber daya lokal dan pengembangan peternakan yang lebih berkelanjutan. (Artikel penelitian ini dipublikasikan melalui laman berikut)

Ikuti berita lainnya

Wisuda ke-63 UNG Mengukuhkan 700 Lulusan Terbaik Dari Berbagai Bidang Keilmuan
18 Sep 2026
06:45 WITA

Wisuda ke-63 UNG Mengukuhkan 700 Lulusan Terbaik Dari Berbagai Bidang Keilmuan

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Suasana penuh suka cita menyelimuti Auditorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG) pada Kamis, (17/9). Sebanyak 700 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari Diploma, Sarjana, Magister, hingga Doktor resmi menyelesaikan pendidikan yang dikukuhkan dalam prosesi Wisuda ke-59 UNG.Ratusan lulusan terbaik UNG tersebut dikukuhkan melalui sidang senat terbuka wisuda ke-63 oleh Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng., didampingi Ketua Senat Prof. Dr. Femy Mahmud Sahami, M.Si., serta seluruh anggota senat. Momen ini menjadi puncak perjalanan akademik para wisudawan yang telah menempa diri di Kampus Kerakyatan selama beberapa tahun terakhir.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng., dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberhasilan para wisudawan, merupakan pencapaian yang membahagiakan bagi seluruh keluarga besar universitas. Menurutnya, keberhasilan meraih gelar akadmeik ini bukan hanya milik individu mahasiswa semata.“Ini bukan hanya tanda keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan studi, tetapi juga bukti dedikasi para dosen yang telah mendidik, membimbing, dan mengantarkan kalian hingga merengkuh gelar akademik hari ini. Keberhasilan ini patut kita syukuri bersama,” ujar Prof. Eduart.Momentum prosesi wisuda yang diikuti para lulusan UNG ini tidak hanya menjadi perayaan akademik, namun menjadi simbol dari komitmen UNG dalam mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing. Dengan bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai karakter yang telah ditempa selama berada di lingkungan Kampus, para lulusan diharapkan dapat menjawab tantangan zaman dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.“Dengan bekal penting yang diperoleh selama menempuh pendidikan, para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa inovasi dan solusi di tengah tantangan dunia modern,” harap Prof. Eduart. (**)

1.613 Mahasiswa Baru UNG Terima Bantuan Beasiswa KIP-Kuliah 2026
15 Sep 2026
06:16 WITA

1.613 Mahasiswa Baru UNG Terima Bantuan Beasiswa KIP-Kuliah 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Langkah 1.613 mahasiswa baru Universitas Negeri Gorontalo (UNG) untuk menempuh pendidikan tinggi, mendapat dukungan pemerintah melalui bantuan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Tahun 2026. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui penyerahan buku tabungan dan kartu ATM kepada penerima, sebagai penanda dimulainya penyaluran bantuan pendidikan bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah UNG.Ketua Pengelola KIP Kuliah UNG, Taufiq Ismail Yusuf, S.T., M.T., menjelaskan bahwa mahasiswa yang menerima buku tabungan dan ATM tersebut, merupakan penerima beasiswa KIP-K UNG yang diterima melalui jalur SNBT dan SNBP.Melalui rekening penerima, mahasiswa akan memperoleh bantuan biaya hidup sebesar Rp950 ribu setiap bulan. Bantuan tersebut disalurkan langsung ke rekening mahasiswa penerima tanpa potongan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menunjang berbagai kebutuhan selama menjalani perkuliahan.“Bantuan biaya hidup tersebut kami salurkan setiap bulannya, langsung ke rekening penerima beasiswa tanpa dilakukan potongan. Biaya tersebut dapat dimanfaatkan mahasiswa, untuk membantu memenuhi keperluan mereka dalam kegiatan perkuliahan nanti,” ujar Taufiq.Menurutnya, KIP Kuliah merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang merata. Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa berprestasi, yang memiliki keterbatasan ekonomi namun tetap memiliki semangat dan potensi untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Prof. Dr. Muhamad Amir Arham, M.E., menyampaikan selamat kepada 1.613 mahasiswa baru yang telah resmi menerima KIP Kuliah. Ia menilai bantuan tersebut bukan hanya memberikan dukungan dari sisi finansial, tetapi juga menjadi dorongan moral bagi mahasiswa untuk semakin serius menjalani proses pendidikan dan mengembangkan prestasi, baik akademik maupun nonakademik.“Semoga para penerima dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara bijak untuk menunjang kebutuhan perkuliahan, sekaligus menjaga komitmen akademik agar mampu menyelesaikan studi tepat waktu dengan hasil yang membanggakan,” pesannya.Dengan diterimanya KIP Kuliah kata Amir, ribuan mahasiswa baru UNG kini memiliki dukungan tambahan untuk menapaki perjalanan akademiknya. Lebih dari sekadar bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup, program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesempatan generasi muda untuk memperoleh pendidikan tinggi serta mempersiapkan sumber daya manusia unggul yang kelak mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa. (**)

Untuk Lindungi Laut, Mahasiswa KKN Infrastruktur UNG Desain Pengelolaan Air Limbah dan Persampahan Pesisir Leato Selatan
14 Sep 2026
06:29 WITA

Untuk Lindungi Laut, Mahasiswa KKN Infrastruktur UNG Desain Pengelolaan Air Limbah dan Persampahan Pesisir Leato Selatan

Rachmad Hidayah

Gorontalo — Mahasiswa KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, mengangkat tema “Kemitraan Multipihak untuk Pengelolaan Sanitasi dan Persampahan Berkelanjutan”.Melalui tema tersebut, mahasiswa mendesain pengelolaan air limbah domestik melalui biofilter dan cubluk kembar, serta merancang sistem pengelolaan sampah pesisir berbasis ekonomi sirkular.Rancangan mahasiswa KKN yang dibimbing oleh Dr. Raghel Yunginger, Mulyani Z. Paramata, M.T., dan Dr. Boby R. Payu tersebut berangkat dari hasil survei lapangan dan pendataan Identifikasi Masalah dan Analisis Potensi (IMAP). Hasil pendataan tersebut telah dipaparkan mahasiswa pada FGD pertama kepada OPD terkait, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Gorontalo, pemerintah kecamatan dan kelurahan, SDGs Center UNG, masyarakat, serta pemerhati lingkungan Rosyid A. Adzhar.Pada FGD kedua yang dilaksanakan pada 12 September 2026, mahasiswa memaparkan dua desain pengolahan air limbah rumah tangga, yaitu sistem biofilter untuk greywater dan cubluk kembar untuk blackwater. Kedua sistem tersebut dirancang untuk menurunkan beban pencemar antropogenik sebelum air limbah masuk ke lingkungan perairan.Di samping itu, untuk pengelolaan persampahan pesisir, mahasiswa mendata profil sampah dan volumenya untuk mendesain sistem pengelolaan terpadu mulai dari pemilahan, pengangkutan, hingga daur ulang berbasis ekonomi sirkular.Pengelolaan sampah organik diarahkan menjadi pupuk kompos dan pellet pakan. Sementara itu, sampah anorganik difokuskan pada pengepakan sampah sesuai dengan profil sampah anorganik yang bernilai jual.Dengan demikian, material yang masih bernilai dapat diolah secara terpadu di TPS3R Leato Selatan, sekaligus mengurangi sumber pencemaran antropogenik yang dapat mencemari kawasan permukiman dan perairan laut.Integrasi desain tersebut diarahkan untuk memutus jalur utama pencemaran dari daratan, yaitu air limbah domestik dan sampah yang berpotensi terbawa hingga ke kawasan pantai dan laut.Camat Dumbo Raya, Heriyanto M. Abas, S.E., menyampaikan apresiasi terhadap desain inovatif mahasiswa yang disusun berbasis data dan kondisi nyata di lapangan.Menurutnya, solusi yang ditawarkan sangat inovatif, ilmiah, dan dapat menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan, khususnya terkait sanitasi, persampahan, dan perlindungan lingkungan pesisir.Inovasi ini penting karena Leato Selatan merupakan kawasan pesisir yang terhubung langsung dengan perairan Teluk Tomini, salah satu kekayaan alam Gorontalo yang memiliki fungsi ekologis, ekonomi, sosial, dan pariwisata.Melalui KKN Tematik Infrastruktur, kerja sama LP2M-UNG dengan Kementerian PUPR, mahasiswa menghadirkan desain ilmiah dan aksi nyata pengelolaan air limbah dan persampahan yang diharapkan dapat mendukung arah kebijakan pemerintah dalam pencapaian pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan 11 (kota dan permukiman berkelanjutan), 13 (penanganan perubahan iklim), dan 14 (ekosistem lautan).Melalui desain tersebut, mahasiswa KKN menunjukkan bahwa perlindungan laut dapat dimulai dari pembenahan sanitasi dan persampahan di tingkat rumah tangga yang didukung dengan tata kelola berbasis kemitraan multipihak secara berkelanjutan, yang selaras dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Alur Permohonan Akun SIAKAD Orang Tua / Wali
11 Sep 2026
05:05 WITA

Alur Permohonan Akun SIAKAD Orang Tua / Wali

Abdul Wahid Rauf

Memantau perjalanan akademik mahasiswa kini semakin mudah. Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus menyempurnakan layanan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) dengan menghadirkan fitur akses khusus bagi orang tua atau wali mahasiswa untuk mengetahui perkembangan studi anaknya secara lebih mudah dan terintegrasi.Untuk memperoleh akses tersebut, orang tua atau wali terlebih dahulu perlu mengajukan permohonan pembuatan akun SIAKAD. Pengajuan dilakukan dengan mengisi formulir permohonan melalui tautan https://s.ung.ac.id/permohonan-akun-siakad-wali. Dalam prosesnya, pemohon diwajibkan melengkapi sejumlah data penting, serta menyetujui Pernyataan Pengajuan Pembuatan Akun.Setelah formulir berhasil dikirimkan, Tim UPA TIK Universitas Negeri Gorontalo akan melakukan proses pembuatan akun SIAKAD Orang Tua/Wali. Selanjutnya, setelah akun selesai dibuat, informasi akun akan dikirimkan kepada pemohon melalui WhatsApp atau email yang telah dicantumkan dalam formulir permohonan.Pengembangan fitur ini menjadi langkah UNG dalam menghadirkan layanan akademik yang semakin informatif, mudah diakses, dan terintegrasi. Di sisi lain, keterlibatan orang tua atau wali diharapkan dapat semakin kuat dalam memberikan perhatian, pendampingan, serta dukungan terhadap perjalanan pendidikan mahasiswa hingga menyelesaikan studinya.Melalui penyempurnaan SIAKAD secara berkelanjutan, UNG terus membangun ekosistem layanan akademik berbasis digital yang tidak hanya mendukung kebutuhan mahasiswa dan pengelola akademik, tetapi juga membuka ruang keterlibatan orang tua dalam mengawal perkembangan pendidikan mahasiswa.

Lihat Semua Berita