Mahasiswa KKN-PK UNG Olah Jeruk Nipis Jadi Aromaterapi untuk Bantu Redakan Kecemasan Ibu Hamil

GORONTALO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menghadirkan inovasi berbasis potensi lokal, melalui pemanfaatan jeruk nipis menjadi aromaterapi roll-on. Inovasi tersebut dikembangkan sebagai salah satu pendekatan nonfarmakologis, untuk membantu menciptakan rasa rileks dan mengurangi kecemasan ibu hamil menjelang persalinan.
Program pemberdayaan masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, dengan mengusung tema “Pemberdayaan Ibu Hamil Melalui Pembuatan Aromaterapi Jeruk sebagai Terapi Nonfarmakologis untuk Mengurangi Kecemasan Menjelang Persalinan.”
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-PK tidak hanya memberikan edukasi mengenai pemanfaatan bahan alam, tetapi juga mendampingi masyarakat secara langsung dalam mengolah kulit jeruk nipis, menjadi minyak atsiri yang kemudian diformulasikan sebagai produk aromaterapi roll-on.
Minyak atsiri jeruk nipis diketahui memiliki kandungan senyawa aromatik, termasuk limonene, yang berpotensi memberikan efek relaksasi. Aroma segar yang dihasilkan diharapkan dapat membantu, menciptakan suasana nyaman bagi ibu hamil dalam menghadapi masa menjelang persalinan.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PK UNG, Dr. Mohamad Adam Mustapa, M.Sc., mengatakan program tersebut merupakan bentuk nyata upaya mahasiswa, mentransformasikan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah menjadi inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan produk tepat guna dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang tersedia di masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya pemanfaatan jeruk nipis sebagai bahan baku aromaterapi, juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan keterampilan baru. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, produk berbasis bahan lokal tersebut berpotensi dikembangkan menjadi produk usaha mikro masyarakat.
Kepala Desa Tolotio bersama pengurus PKK menyambut positif inovasi yang diperkenalkan mahasiswa KKN-PK UNG. Selain memberikan alternatif pemanfaatan bahan alam, keterampilan tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kegiatan produktif masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan pendampingan mulai dari proses persiapan bahan baku hingga pengemasan produk. Kulit jeruk nipis segar terlebih dahulu dipilah dan dicuci bersih, kemudian dipotong kecil atau diparut tipis untuk membantu melepaskan kandungan minyak atsiri.
Bahan selanjutnya diproses melalui distilasi uap. Uap air panas dialirkan melewati bahan untuk melepaskan molekul minyak atsiri. Campuran uap minyak dan air kemudian dialirkan menuju kondensor hingga mengalami proses pengembunan.
Hasil kondensasi selanjutnya ditampung dan dipisahkan untuk memperoleh minyak atsiri. Minyak yang diperoleh kemudian diformulasikan menggunakan minyak pembawa seperti virgin coconut oil dengan memperhatikan formulasi yang sesuai untuk penggunaan pada kulit.
Setelah proses formulasi selesai, produk dimasukkan ke dalam botol roll-on berukuran 10 ml sehingga lebih praktis, higienis, dan mudah digunakan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-PK UNG berupaya menghadirkan model pengabdian yang menghubungkan ilmu pengetahuan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemanfaatan potensi lokal seperti jeruk nipis diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan selama masa KKN, tetapi dapat terus dikembangkan oleh masyarakat Desa Tolotio. (**)





