Site Logo

Kolaborasi Lintas Sektor, Tracking TBC Terintegrasi CKG Perkuat Deteksi Dini Penyakit di Gorontalo

PengabdianUNG Berdampak
Abdul Wahid Rauf
30 Jul 2026
10:16 WITA
9 dilihat
Kolaborasi Lintas Sektor, Tracking TBC Terintegrasi CKG Perkuat Deteksi Dini Penyakit di Gorontalo

Upaya percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo bersama Puskesmas Tibawa, Pemerintah Desa Datahu, dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menyelenggarakan kegiatan Tracking Tuberkulosis (TBC) Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Rabu (30/7). Kegiatan tersebut diikuti oleh lebih dari 90 peserta yang merupakan masyarakat Desa Datahu.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas deteksi dini kasus TBC sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Melalui integrasi layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan skrining tuberkulosis, masyarakat memperoleh akses pemeriksaan kesehatan secara komprehensif dan tanpa biaya.

Kepala Puskesmas Tibawa, dr. Sofyawati Hamzah, menegaskan bahwa deteksi dini merupakan langkah penting dalam memutus rantai penularan TBC. Menurutnya, semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula pengobatan dapat diberikan sehingga peluang kesembuhan pasien menjadi lebih besar.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan pemeriksaan gratis di puskesmas, terutama bagi warga yang mengalami batuk selama lebih dari dua minggu atau memiliki gejala yang mengarah pada tuberkulosis. Partisipasi aktif masyarakat, menurutnya, menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengendalian penyakit tersebut.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Noneng Nasibu, S.K.M., menyampaikan bahwa kegiatan Tracking TBC Terintegrasi CKG merupakan salah satu strategi pemerintah untuk menemukan kasus TBC sedini mungkin sekaligus memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan dapat menyebar melalui percikan dahak saat penderita batuk, bersin, maupun berbicara. Oleh karena itu, masyarakat yang mengalami batuk selama dua minggu atau lebih diimbau segera memeriksakan diri ke puskesmas karena pemeriksaan dan pengobatan TBC disediakan secara gratis oleh pemerintah.

Pemerintah Desa Datahu turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Sekretaris Desa Datahu, Andiar Napu, A.Md., yang mewakili Kepala Desa, menyampaikan bahwa program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena mempermudah akses pemeriksaan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran untuk melakukan deteksi dini sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius.

Usai pembukaan, peserta mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan dasar dalam layanan CKG yang meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, kadar kolesterol, serta asam urat. Setelah itu, peserta menjalani skrining TBC melalui anamnesis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk mengidentifikasi riwayat kesehatan, gejala, dan faktor risiko tuberkulosis sebagai dasar penentuan tindak lanjut pemeriksaan.

Kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah desa, dan perguruan tinggi. Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo berperan aktif membantu proses registrasi peserta, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan, hingga skrining TBC. Keterlibatan mahasiswa tidak hanya mendukung kelancaran pelayanan, tetapi juga menjadi implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan.

Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Selain memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan gratis, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya deteksi dini tuberkulosis dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat upaya percepatan eliminasi TBC, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit, serta mendukung terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik di Kabupaten Gorontalo.

Ikuti berita lainnya

Wisuda ke-63 UNG Mengukuhkan 700 Lulusan Terbaik Dari Berbagai Bidang Keilmuan
18 Sep 2026
06:45 WITA

Wisuda ke-63 UNG Mengukuhkan 700 Lulusan Terbaik Dari Berbagai Bidang Keilmuan

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Suasana penuh suka cita menyelimuti Auditorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG) pada Kamis, (17/9). Sebanyak 700 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari Diploma, Sarjana, Magister, hingga Doktor resmi menyelesaikan pendidikan yang dikukuhkan dalam prosesi Wisuda ke-59 UNG.Ratusan lulusan terbaik UNG tersebut dikukuhkan melalui sidang senat terbuka wisuda ke-63 oleh Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng., didampingi Ketua Senat Prof. Dr. Femy Mahmud Sahami, M.Si., serta seluruh anggota senat. Momen ini menjadi puncak perjalanan akademik para wisudawan yang telah menempa diri di Kampus Kerakyatan selama beberapa tahun terakhir.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng., dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberhasilan para wisudawan, merupakan pencapaian yang membahagiakan bagi seluruh keluarga besar universitas. Menurutnya, keberhasilan meraih gelar akadmeik ini bukan hanya milik individu mahasiswa semata.“Ini bukan hanya tanda keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan studi, tetapi juga bukti dedikasi para dosen yang telah mendidik, membimbing, dan mengantarkan kalian hingga merengkuh gelar akademik hari ini. Keberhasilan ini patut kita syukuri bersama,” ujar Prof. Eduart.Momentum prosesi wisuda yang diikuti para lulusan UNG ini tidak hanya menjadi perayaan akademik, namun menjadi simbol dari komitmen UNG dalam mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing. Dengan bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai karakter yang telah ditempa selama berada di lingkungan Kampus, para lulusan diharapkan dapat menjawab tantangan zaman dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.“Dengan bekal penting yang diperoleh selama menempuh pendidikan, para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa inovasi dan solusi di tengah tantangan dunia modern,” harap Prof. Eduart. (**)

1.613 Mahasiswa Baru UNG Terima Bantuan Beasiswa KIP-Kuliah 2026
15 Sep 2026
06:16 WITA

1.613 Mahasiswa Baru UNG Terima Bantuan Beasiswa KIP-Kuliah 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Langkah 1.613 mahasiswa baru Universitas Negeri Gorontalo (UNG) untuk menempuh pendidikan tinggi, mendapat dukungan pemerintah melalui bantuan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Tahun 2026. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui penyerahan buku tabungan dan kartu ATM kepada penerima, sebagai penanda dimulainya penyaluran bantuan pendidikan bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah UNG.Ketua Pengelola KIP Kuliah UNG, Taufiq Ismail Yusuf, S.T., M.T., menjelaskan bahwa mahasiswa yang menerima buku tabungan dan ATM tersebut, merupakan penerima beasiswa KIP-K UNG yang diterima melalui jalur SNBT dan SNBP.Melalui rekening penerima, mahasiswa akan memperoleh bantuan biaya hidup sebesar Rp950 ribu setiap bulan. Bantuan tersebut disalurkan langsung ke rekening mahasiswa penerima tanpa potongan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menunjang berbagai kebutuhan selama menjalani perkuliahan.“Bantuan biaya hidup tersebut kami salurkan setiap bulannya, langsung ke rekening penerima beasiswa tanpa dilakukan potongan. Biaya tersebut dapat dimanfaatkan mahasiswa, untuk membantu memenuhi keperluan mereka dalam kegiatan perkuliahan nanti,” ujar Taufiq.Menurutnya, KIP Kuliah merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang merata. Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa berprestasi, yang memiliki keterbatasan ekonomi namun tetap memiliki semangat dan potensi untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Prof. Dr. Muhamad Amir Arham, M.E., menyampaikan selamat kepada 1.613 mahasiswa baru yang telah resmi menerima KIP Kuliah. Ia menilai bantuan tersebut bukan hanya memberikan dukungan dari sisi finansial, tetapi juga menjadi dorongan moral bagi mahasiswa untuk semakin serius menjalani proses pendidikan dan mengembangkan prestasi, baik akademik maupun nonakademik.“Semoga para penerima dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara bijak untuk menunjang kebutuhan perkuliahan, sekaligus menjaga komitmen akademik agar mampu menyelesaikan studi tepat waktu dengan hasil yang membanggakan,” pesannya.Dengan diterimanya KIP Kuliah kata Amir, ribuan mahasiswa baru UNG kini memiliki dukungan tambahan untuk menapaki perjalanan akademiknya. Lebih dari sekadar bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup, program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesempatan generasi muda untuk memperoleh pendidikan tinggi serta mempersiapkan sumber daya manusia unggul yang kelak mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa. (**)

Untuk Lindungi Laut, Mahasiswa KKN Infrastruktur UNG Desain Pengelolaan Air Limbah dan Persampahan Pesisir Leato Selatan
14 Sep 2026
06:29 WITA

Untuk Lindungi Laut, Mahasiswa KKN Infrastruktur UNG Desain Pengelolaan Air Limbah dan Persampahan Pesisir Leato Selatan

Rachmad Hidayah

Gorontalo — Mahasiswa KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, mengangkat tema “Kemitraan Multipihak untuk Pengelolaan Sanitasi dan Persampahan Berkelanjutan”.Melalui tema tersebut, mahasiswa mendesain pengelolaan air limbah domestik melalui biofilter dan cubluk kembar, serta merancang sistem pengelolaan sampah pesisir berbasis ekonomi sirkular.Rancangan mahasiswa KKN yang dibimbing oleh Dr. Raghel Yunginger, Mulyani Z. Paramata, M.T., dan Dr. Boby R. Payu tersebut berangkat dari hasil survei lapangan dan pendataan Identifikasi Masalah dan Analisis Potensi (IMAP). Hasil pendataan tersebut telah dipaparkan mahasiswa pada FGD pertama kepada OPD terkait, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Gorontalo, pemerintah kecamatan dan kelurahan, SDGs Center UNG, masyarakat, serta pemerhati lingkungan Rosyid A. Adzhar.Pada FGD kedua yang dilaksanakan pada 12 September 2026, mahasiswa memaparkan dua desain pengolahan air limbah rumah tangga, yaitu sistem biofilter untuk greywater dan cubluk kembar untuk blackwater. Kedua sistem tersebut dirancang untuk menurunkan beban pencemar antropogenik sebelum air limbah masuk ke lingkungan perairan.Di samping itu, untuk pengelolaan persampahan pesisir, mahasiswa mendata profil sampah dan volumenya untuk mendesain sistem pengelolaan terpadu mulai dari pemilahan, pengangkutan, hingga daur ulang berbasis ekonomi sirkular.Pengelolaan sampah organik diarahkan menjadi pupuk kompos dan pellet pakan. Sementara itu, sampah anorganik difokuskan pada pengepakan sampah sesuai dengan profil sampah anorganik yang bernilai jual.Dengan demikian, material yang masih bernilai dapat diolah secara terpadu di TPS3R Leato Selatan, sekaligus mengurangi sumber pencemaran antropogenik yang dapat mencemari kawasan permukiman dan perairan laut.Integrasi desain tersebut diarahkan untuk memutus jalur utama pencemaran dari daratan, yaitu air limbah domestik dan sampah yang berpotensi terbawa hingga ke kawasan pantai dan laut.Camat Dumbo Raya, Heriyanto M. Abas, S.E., menyampaikan apresiasi terhadap desain inovatif mahasiswa yang disusun berbasis data dan kondisi nyata di lapangan.Menurutnya, solusi yang ditawarkan sangat inovatif, ilmiah, dan dapat menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan, khususnya terkait sanitasi, persampahan, dan perlindungan lingkungan pesisir.Inovasi ini penting karena Leato Selatan merupakan kawasan pesisir yang terhubung langsung dengan perairan Teluk Tomini, salah satu kekayaan alam Gorontalo yang memiliki fungsi ekologis, ekonomi, sosial, dan pariwisata.Melalui KKN Tematik Infrastruktur, kerja sama LP2M-UNG dengan Kementerian PUPR, mahasiswa menghadirkan desain ilmiah dan aksi nyata pengelolaan air limbah dan persampahan yang diharapkan dapat mendukung arah kebijakan pemerintah dalam pencapaian pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan 11 (kota dan permukiman berkelanjutan), 13 (penanganan perubahan iklim), dan 14 (ekosistem lautan).Melalui desain tersebut, mahasiswa KKN menunjukkan bahwa perlindungan laut dapat dimulai dari pembenahan sanitasi dan persampahan di tingkat rumah tangga yang didukung dengan tata kelola berbasis kemitraan multipihak secara berkelanjutan, yang selaras dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Alur Permohonan Akun SIAKAD Orang Tua / Wali
11 Sep 2026
05:05 WITA

Alur Permohonan Akun SIAKAD Orang Tua / Wali

Abdul Wahid Rauf

Memantau perjalanan akademik mahasiswa kini semakin mudah. Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus menyempurnakan layanan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) dengan menghadirkan fitur akses khusus bagi orang tua atau wali mahasiswa untuk mengetahui perkembangan studi anaknya secara lebih mudah dan terintegrasi.Untuk memperoleh akses tersebut, orang tua atau wali terlebih dahulu perlu mengajukan permohonan pembuatan akun SIAKAD. Pengajuan dilakukan dengan mengisi formulir permohonan melalui tautan https://s.ung.ac.id/permohonan-akun-siakad-wali. Dalam prosesnya, pemohon diwajibkan melengkapi sejumlah data penting, serta menyetujui Pernyataan Pengajuan Pembuatan Akun.Setelah formulir berhasil dikirimkan, Tim UPA TIK Universitas Negeri Gorontalo akan melakukan proses pembuatan akun SIAKAD Orang Tua/Wali. Selanjutnya, setelah akun selesai dibuat, informasi akun akan dikirimkan kepada pemohon melalui WhatsApp atau email yang telah dicantumkan dalam formulir permohonan.Pengembangan fitur ini menjadi langkah UNG dalam menghadirkan layanan akademik yang semakin informatif, mudah diakses, dan terintegrasi. Di sisi lain, keterlibatan orang tua atau wali diharapkan dapat semakin kuat dalam memberikan perhatian, pendampingan, serta dukungan terhadap perjalanan pendidikan mahasiswa hingga menyelesaikan studinya.Melalui penyempurnaan SIAKAD secara berkelanjutan, UNG terus membangun ekosistem layanan akademik berbasis digital yang tidak hanya mendukung kebutuhan mahasiswa dan pengelola akademik, tetapi juga membuka ruang keterlibatan orang tua dalam mengawal perkembangan pendidikan mahasiswa.

Lihat Semua Berita