Akademisi Bimbingan Konseling Bawa Ilmu ke Desa, Perkuat Fondasi Keluarga Sehat di Lobuto Timur

GORONTALO – Ruang pertemuan Desa Lobuto Timur, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo tampak hidup pada Jumat (6/6). Warga desa berkumpul bukan untuk rapat biasa — melainkan untuk mengikuti sesi edukasi yang menyentuh isu paling mendasar dalam kehidupan mereka: keluarga.
Dosen Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo (FIP UNG), Mohamad Awal Lakadjo, M.Pd., hadir langsung ke tengah masyarakat membawa pengetahuan sekaligus semangat pengabdian dalam kegiatan bertema "Penguatan Kesadaran Sosial Masyarakat Desa Lobuto Timur Melalui Layanan Bimbingan dan Konseling."
Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen dosen FIP UNG dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi — khususnya pilar pengabdian kepada masyarakat. Universitas bukan hanya tempat belajar di balik tembok kelas, tetapi juga agen perubahan yang hadir langsung di tengah kehidupan nyata masyarakat.
Dalam sesi tersebut, Mohamad Awal Lakadjo membawakan materi bertajuk "Hidup Berkeluarga yang Sehat" — sebuah kajian mendalam yang membahas berbagai aspek vital kehidupan keluarga, mulai dari: Pernikahan yang sehat dan bertanggung jawab, Membangun keluarga yang harmonis, Peran dan tanggung jawab setiap anggota keluarga hingga Strategi menghadapi tantangan dalam kehidupan rumah tangga.
Bagi Mohamad Awal Lakadjo, keluarga bukan sekadar unit terkecil masyarakat — ia adalah pondasi utama yang menentukan kualitas karakter individu dan kesehatan kehidupan sosial secara keseluruhan.
"Ketahanan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan masyarakat yang harmonis. Ketika keluarga mampu menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik, maka lingkungan sosial yang sehat dan produktif juga akan lebih mudah terwujud," tuturnya.
Oleh karena itu, setiap anggota keluarga perlu membangun komunikasi yang sehat, saling menghargai, dan menjalankan tanggung jawab masing-masing dengan penuh kesadaran.
Materi yang disampaikan rupanya menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi diskusi — berbagi pengalaman, mengajukan pertanyaan, dan saling bertukar cerita tentang dinamika kehidupan keluarga yang mereka hadapi sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Mohamad Awal Lakadjo berharap benih kesadaran yang ditanam hari ini akan tumbuh menjadi perubahan yang berkelanjutan — masyarakat yang semakin memahami pentingnya membangun keluarga harmonis, bertanggung jawab, dan sejahtera sebagai fondasi terciptanya kehidupan sosial yang lebih peduli, kuat, dan berkualitas.
Salah seorang warga mengungkapkan bahwa edukasi ini sangat relevan karena memberikan pemahaman praktis tentang cara membangun hubungan keluarga yang harmonis dan bertanggung jawab — sesuatu yang dibutuhkan namun jarang mereka dapatkan sebelumnya.
Kegiatan ini bukan kerja sendiri. Program pengabdian ini merupakan bagian dari proyek kolaboratif Mata Kuliah BK di Masyarakat, BK Sosial, dan Kearifan Lokal yang diampu oleh Dr. Ilham Khairi Siregar, S.Pd., M.Pd. dan Mohamad Rizal Pautina, S.Pd., M.Pd.
Lebih istimewa lagi, program ini melibatkan langsung mahasiswa BK FIP UNG Angkatan 2023 dan 2025 bersama para remaja Desa Lobuto Timur — menjadikannya sebuah pembelajaran berbasis pengabdian yang nyata, bukan sekadar teori di dalam kelas.




