UNG Teken MOU dengan Dikti Cetak
Tuesday, 28 April 2009

Dapat Jatah Sertifikasi 1.191 Guru  

GORONTALO - Universitas Negeri Gorontalo sebagai penyelenggara sertifikasi guru di provinsi Gorontalo tahun ini mendapat jatah dari pemerintah pusat untuk mensertifikasi 1.191 guru. Penandatangan kerjasama ini pada Kamis (23/4) lalu diteken oleh Pembantu Rektor I, Dr Syamsu Qamar Badu dengan pihak Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional di Jakarta.

Proses sertifikasi guru yang dilakukan UNG ini dilakukan dalam bentuk portofolio dan pendidikan langsung. Khusus portofolio, 1.191 peserta sertifikasi harus sudah berpendidikan Strata Satu (S1) dengan menelan anggaran Rp. 700 juta.

“Saat ini prosesnya sudah dalam tahap pengumpulan portofolio yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Nasional kabupaten/kota dan akan diserahkan ke UNG sebagai Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK)” kata Dr Syamsu Q Badu.

Syamsu menambahkan pada bulan Mei ini akan dilakukan pemeriksaan berkas portofolio. Jika diantara peserta tersebut tidak lulus, maka yang bersangkutan masih bisa melaksanakan sertifikasi guru dengan cara mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG) pada bulan Agustus yang akan datang. “Insyaallah pada Oktober nanti sudah ada sertifikat” sambungnya.

Proses sertifikasi ini menurutnya dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan guru karena akan mendapat tambahan gaji sebesar satu bulan. Selain itu juga untuk meningkatkan keprofesionalan guru yang ujungnya akan meningkatkan kualitas pendidikan secara umum.

Untuk pendidikan langsung melalui PLPG, saat ini UNG telah melaksanakan dan memasuki tahap semester 2. Pendidikan ini dilakukan selama 2 semester khusus untuk tenaga pendidik yang telah menempuh pendidikan Strata 2 dan 3 atau memiliki kepangkatan III B.

Pemerintah secara nasional mulai sekarang hingga tahun 2014 nanti akan mengucurkan anggaran pendidikan sebesar Rp114 Triliun, salah satu fokusnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan para guru yang selama ini dijadikan kambing hitam ketidakoptimalan peran mereka. 

(Sumber : gorontalopost.info)