|
Thursday, 07 January 2010 |
Rektor Keliling Fakultas Tenangkan Suasana
GORONTALO – Isu penyerangan kampus yang dilakukan oleh sekelompok preman suruhan pihak tertentu kemarin siang meredar di Universitas Negeri Gorontalo. Ratusan hingga ribuan mahasiswa dan pegawai yang tengah belajar dan bekerja di kampus panik berlarian untuk menyelamatkan diri.
Awalnya ditengara ada sejumlah orang tertentu yang sempat melewati kampus, entah dipicu oleh siapa sehingga beredar isu akan ada penyerangan kampus. Sejumlah mahasiswa bergegas keluar kampus, bahkan sebagian memberitahu kepada teman dan pegawai untuk segera mengamankan diri. Tak ayal isu tersebut membesar dan menjadi tidak terkendali. |
|
Baca selanjutnya...
|
|
|
Tuesday, 05 January 2010 |
Layani Masyarakat Berhubungan Dengan Mahkamah Konstitusi
GORONTALO - Pembantu Rektot Bidang Akademik Dr Syamsu Qamar Badu bersama Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNG Usman Mooti MPd, Senin (4/1) melakukan uji coba video conference bantuan Mahkamah Konstitusi di gedung baru FISH.
Peralatan canggih ini merupakan fasilitas yang dimiliki UNG yang bisa dinikmati masyarakat, organisasi masyarakat dan pemerintah terutama yang berhubungan dengan Mahkamah Konstitusi (MK). Peralatan ini terdiri atas LCD flat 40 inch, screen, proyektor, server, 3 unit computer, printer, scanner serta alat komunikasi Virtual Private Network (VPN).
|
|
Baca selanjutnya...
|
|
|
Tuesday, 05 January 2010 |
GORONTALO – Menelaah tragedi 29 Desember lalu serta melihat kondisi terakhir ini, Solidaritas Masyarakat Cinta Gorontalo (SM-CG) menyampaikan seruan moral untuk menyelamatkan Gorontalo. Seruan moral ini kemarin dirilis ke beberapa media yang ditujukan kepada masyarakat dan pemerintah untuk lebih arif dan bijak serta tidak mudah terprovolasi.
|
|
Baca selanjutnya...
|
|
|
Tuesday, 10 November 2009 |
Sebagaimana di ketahui bahwa salah satu tugas nasional yang diemban oleh lembaga pendidikan tenaga Kependidikan (LPTK) sejak tahun 2007 adalah pelaksanaan “Sertifikasi Guru”. Pada umumnya, seluruh LPTK sepakat bahwa tugas ini adalah tugas yang mulia yang berdampak antara lain pada peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan guru.
Dalam perjalanan mengemban tugas ini, sejak tahun 2007 hampir seluruh LPTK mengalami berbagai kendala. Bahkan masalah tersebut sampai bardampak hukum sehingga sudah ada pimpinan LPTK yang telah dijadikan tersangka. Hal tersebut terjadi karena adanya perbedaan persepsi tentang dasar hukum yang di pakai oleh pemeriksa. LPTK bekerja berdasarkan rencana Anggaran Belanja (RAB) yang di susun oleh Didjen PMPTK tetapi pemeriksa tidak mau menggunakan dasar RAB melainkan menggunakan kinerja LPTK yang akhirnya (SBU). Kondisi ini sangat mempengaruhi kinerja LPTK yang akhirnya berdampak negatif terhadap pelaksanaan tugas pokok.
Mencermati hal tersebut maka 12 (duabelas) pimpinan LPTK mengadakan pertemuan khusus membahas masalah “Sertifikat Guru”, pada tanggal 9 November 2009 di Gorontalo. Hasil pertemuan tersebbut antara lain sebagai berikut:
1. Menteri Pendidikan Nasional RI agar melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan sertifikat guru terutama dalam aspek perencanaan dan penggunaan anggran;
2. LPTK belum siap melaksanakan sertifikat guru tahun 2010 selama belum ada kesamaan pandangan dan perlakuan dalam penggunaan anggaran. |
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Sesudahnya > Akhir >>
|