Site Logo

Yayan Andiyani Iman, Anak Buruh Tani Peraih IPK Predikat Terpuji

Abdul Wahid Rauf
01 Sep 2016
15:05 WITA
1.510 dilihat
Yayan Andiyani Iman, Anak Buruh Tani Peraih IPK Predikat Terpuji

 

GORONTALO - Prosesi wisuda periode Agustus menjadi momen yang sangat membanggakan bagi 1432 sarjana lulusan Universitas Negeri Gorontalo. Hal tersebut juga dirasakan Yayan Andiyani Iman, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan. Tidak hanya mampu menjadi salah satu mahasiswa yang di wisuda, namun Yayan juga berhasil menjadi salah satu mahasiswa peraih predikat Cumlaude.


Predikat tersebut diraih Yayan, setelah sukses menyelesaikan rangkaian pendidikan perguruan tinggi di UNG tepat waktu selama 4 tahun lamanya, dengan pencapaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dengan predikat terpuji yakni 3,76. Atas pencapaian tersebut Yayan bahkan berhasil mencatatkan prestasi sebagai salah satu Wisudawan terbaik pada Wisuda Periode Agustus.


Perjuangan Yayan untuk bisa masuk UNG, mengikuti seluruh proses kegiatan akademik, hingga menyelesaikan studi memang tidaklah mudah. Ia merupakan mahasiswa yang berasal dari keluarga yang kurang mampu dari segi ekonomi. Sang ayah Tani Iman hanya berprofesi sebagai seorang buruh tani penggarap sawah.


Dengan status sebagai siswa yang berprestasi, Yayan berhasil masuk ke UNG melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Tahun 2012. Meski berasal dari keluarga kurang mampu, Yayan belum tercover dalam penerima beasiswa Bidikmisi. "Selama 4 semester saya harus membayar kuliah dengan dibantu oleh keluarga khususnya Paman saya," ungkap Yayan.


Dengan keterbatasan dari segi ekonomi tidak membuat Yayan minder, justru hal ini menjadi pemacu semangat untuk bisa menyelesaikan studi tepat waktu dengan nilai terbaik. Ia bahkan tidak banyak menuntut serta membebani orang tua dan keluarganya dalam memenuhi kebutuhan kuliahnya.


"Saya sadar bahwa saya berasal dari keluarga kurang mampu. Sehingga saya memiliki tekad untuk bisa menjadi orang yang berpendidikan untuk bisa merubah kehidupan saya dan keluarga," terang Yayan sambil menangis tersedu-sedu.


Berkat prestasi memukau selama kuliah, pada tahun 2014 Yayan berhasil memperoleh Beasiswa Bidikmisi dengan status pengganti. "Alhamdulillah dengan Beasiswa Bidikmisi banyak membantu saya dalam menyelesaikan sisa waktu studi, dan juga dapat meringankan beban orang tua dan keluarga," tuturnya.


Status sebagai salah satu Wisudawan terbaik dengan predikat cumlaude kata Yayan, menjadi sebuah capaian yang sangat membanggakan. Terlebih dengan status berasal dari keluarga kurang mampu, bukanlah halangan untuk bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi dan meraih prestasi yang membanggakan.


"Saya berhasil membuktikan meski dari kalangan kurang mampu, saya bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu dengan IPK yang sangat memuaskan," tandasnya. (wahid)

Ikuti berita lainnya

Bekali Mahasisa Baru Pengetahuan Anti Korupsi, UNG Berkomitmen Lahirkan Generasi Muda Berintegritas
11 Aug 2026
01:21 WITA

Bekali Mahasisa Baru Pengetahuan Anti Korupsi, UNG Berkomitmen Lahirkan Generasi Muda Berintegritas

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Dalam mendukung agenda nasional pemberantasan korupsi, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menegaskan komitmennya untuk mendidik generasi muda yang berintegritas. Melalui rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), UNG memberikan materi penguatan integritas mahasiswa sebagai upaya memerangi perilaku korupsi.Materi yang dikemas dengan judul “Pencegahan korupsi dari kampus: Membangun generasi muda yang jujur dan beretika” ini disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo, yang diwakili Kepala seksi penyidikan pidana khusus Rafid Mufti Humolungo, S.H., Selasa (11/8).Dalam pemaparannya, Rafid menekankan bahwa perguruan tinggi memegang peranan vital sebagai wadah pembentukan karakter, tanggung jawab, dan integritas. Menurutnya, benih-benih perilaku koruptif kerap muncul dari kebiasaan kecil yang dibiarkan di bangku kuliah.“Korupsi bukan hanya persoalan uang, melainkan juga menyangkut penyalahgunaan kekuasaan, jabatan, atau kepercayaan demi keuntungan pribadi. Perilaku ini tidak mendadak muncul saat seseorang menjadi pejabat, tetapi bisa berakar sejak masa kuliah,” ujar Rafid di hadapan ribuan mahasiswa baru.Ia membeberkan sejumlah contoh konkret aksi 'korupsi kecil' yang rawan terjadi di lingkungan kampus, mulai dari tradisi titip absen, menyontek, praktik plagiarisme, manipulasi data penelitian, hingga penyalahgunaan dana organisasi. Kebiasaan tidak jujur tersebut dinilai dapat mengikis moral, serta merusak karakter mahasiswa sebagai calon pemimipin masa depan.Lebih lanjut, Rafid mengingatkan bahwa integritas sejati seorang individu justru diuji ketika tidak ada orang lain yang mengawasi. Mengingat mahasiswa hari ini adalah penentu kebijakan di masa depan, penanaman nilai kejujuran sejak dini menjadi benteng utama agar mereka tidak tergiur melakukan penyelewengan di kemudian hari.Ketua pelaksana PKKMB UNG Zulkarnain Anu, S.Pd., M.Pd., menuturkan upaya menyelipkan materi antikorupsi dalam PKKMB, menjadi bentuk komitmen Kampus Kerakyatan UNG  dalam mendidik serta melahirkan melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara moral dan berintegritas.“Pendidikan anti korupsi adalah bagian penting dari pembentukan karakter siswa sejak mereka menapaki dunia kampus. Pendidikan anti korupsi merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan lingkungan pendidikan tinggi yang positif,” pungkasnya. (**)

Hadir Langsung di Kegiatan PKKMB, Rektor Sampaikan Pesan Penting Untuk Mahasiswa Baru UNG
11 Aug 2026
00:28 WITA

Hadir Langsung di Kegiatan PKKMB, Rektor Sampaikan Pesan Penting Untuk Mahasiswa Baru UNG

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO - Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., hadir di tengah-tengah kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), untuk menyambut mahasiswa baru UNG tahun akademik 2026-2027, Senin (10/8).Dihadapan para mahasiswa baru, Rektor menyampaikan sejumlah pesan penting, bahwa kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi khususnya di UNG, adalah dambaan banyak masyarakat. Namun, hanya segelintir yang berhasil lolos dan menjadi bagian dari keluarga besar UNG.“Kesempatan tersebut dapat disyukuri oleh mahasis baru, salah satu cara yakni dengan mengikuti seluruh rangkaian pendidikan akademik untuk menempa ilmu, membentuk karakter, dan mengasah keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan, kemudia menyelesaikan pendidikan tepat waktu,” ujar Rektor.Di lingkungan pendidikan tinggi khususnya UNG, memiliki regulasi akademik yang harus ditaati oleh seluruh mahasiswa. Untuk itu mahasiswa dituntut untuk menjalankan aktifitas akademik sesuai ketentuan berlaku, serta berkomitmen menyelesaikan seluruh tahapan tepat waktu.“Dalam menempuh pendidikan di kampus tentunya perjalanan kuliah tidak selalu mulus, akan ada dinamika, tantangan, dan lika-liku yang harus dihadapi. Namun yang perlu diingat, setiap tantangan yang kalian lalui akan menempa pribadi yang lebih kuat. Proses ini akan menjadi bekal berharga untuk terus berkarya dan memberi kontribusi di masa mendatang,” ujarnya.Sebagai mahasiswa baru, Rektor mewanti-wanti untuk dapat beradaptasi dengan cepat dengan kehidupan kampus serta sistem akademik. Karena dengan cepat beradaptasi, mahasiswa baru dapat menjalankan pendidikan tepat waktu dengan dibarengi pencapaian prestasi yang memuaskan.“Selamat memulai perjalanan kalian di kampus kerakyatan UNG, doa saya selalu menyertai ribuan mahasiswa baru agar sukses meraih cita-cita melalui UNG kampus kita tercinta,” pungkas Rektor. (**)

Melalui Kegiatan PKKMB, Mahasiswa Baru UNG Dibekali Pengenalan Tentang Kehidupan di Kampus
10 Aug 2026
06:04 WITA

Melalui Kegiatan PKKMB, Mahasiswa Baru UNG Dibekali Pengenalan Tentang Kehidupan di Kampus

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Sebagai langkah awal dalam menjalani aktivitas di lingkungan Kampus, Universitas Negeri Gorontalo memberikan pembekalan terkait kehidupan kampus bagi mahasiswa baru. Pembekalan tersebut dilaksanakan melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026, Senin (10/8).Ketua pelaksana PKKMB UNG Zulkarnain Anu, S.Pd., M.Pd., mengatakan pelaksanaan PKKMB sebagai wadah pengenalan sistem pendidikan tinggi, budaya akademik serta tata kehidupan kampus, serta nilai-nilai dasar yang harus dimiliki mahasiswa. Ini juga sekaligus sebagai langkah awal pembinaan mahasiswa baru, agar siap mengikuti proses pendidikan tinggi secara aktif, mandiri, kreatif dan bertanggung jawab.“PKKMB ini diikuti oleh 5166 mahasiswa baru, yang berasal dari 27 Provinsi di Indonesia. Kegiatan akan berlangsung selama 5 hari mulai 10-14 Agustus 2026,” ujar Zulkarnain.Teknis pelaksanaan PKKMB kata Zulkarnanin, akan dilaksanakan mulai di tingkat universitas maupun fakultas. Selama pembekalan mahasiswa baru akan dibekali dengan nilai-nilai penting, yang akan menopang perjalanan akademik mereka selama mengikuti perkuliahan di UNG.“Adapun  materi yang diberikan meliputi kehidupan berbangsa dan bernegara, jati diri bangsa dan pembinaan kesadaran bela negara, sistem pendidikan tinggi di indonesia, Perguruan Tinggi di era digital dan revolusi industri, pengembangan karakter mahasiswa, muatan lokal dan kearifan lokal di Kawasan Teluk Tomini,” jelasnnya.Sementera itu Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menekankan pentingnya mengikuti pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru. Pengetahuan dan informasi yang diperoleh pada PKKMB akan sangat penting, sebagai langkah awal bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan dunia perkuliahan.“Kehidupan kampus memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan masa sekolah. Karena itu, diperlukan pembekalan khusus agar mahasiswa baru memahami pola kehidupan di lingkungan kampus, sistem pembelajaran, serta berbagai kegiatan akademik dan non-akademik yang akan dijalani selama masa studi,” ujar Rektor.Untuk itu Eduart berpesan agar seluruh mahasiswa baru dapat menuntaskan seluruh rangkaian PKKMB, karena menjadi momen penting untuk mengenalkan mahasiswa baru pada lingkungan belajar yang berbeda. Terlebih dalam kegiatan ini memberi gambaran bagaimana mahasiswa baru, akan menempuh perjalanan akademik dan beradaptasi dengan dinamika kehidupan kampus selama empat tahun ke depan. (**)

Perdana Masuk Kampus, Rektor Sambut Hangat Kehadiran Ribuan Mahasiswa Baru UNG
10 Aug 2026
05:12 WITA

Perdana Masuk Kampus, Rektor Sambut Hangat Kehadiran Ribuan Mahasiswa Baru UNG

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi menyambut 5.166 mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2025/2026. Ribuan generasi muda terpilih dari 11 fakultas tersebut kini sah menjadi bagian dari keluarga besar "Kampus Kerakyatan" UNG setelah menjalani prosesi pengukuhan dalam Sidang Senat Terbuka.Acara sakral tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., dengan didampingi Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. Femy Sahami, M.Si., serta jajaran pimpinan di lingkungan universitas.Dalam pidato sambutannya, Prof. Eduart Wolok menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru yang berhasil menembus ketatnya persaingan masuk UNG. Para mahasiswa yang dikukuhkan merupakan kandidat terbaik yang berhasil menyisihkan puluhan ribu pendaftar dari berbagai jalur seleksi.“Jalani kehidupan di lingkungan kampus dengan penuh suka cita. Tujuannya adalah memperkuat kualitas dan kompetensi individu, sehingga kelak dapat memberikan manfaat serta kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Rektor UNG.Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa menyandang status sebagai mahasiswa UNG bukan sekadar rutinitas menempuh pendidikan tinggi. Status ini membawa amanah besar untuk terus mengembangkan potensi diri, mengasah kedisiplinan, serta menjaga fokus selama menempuh perjalanan akademik.“Kesempatan emas mengecap pendidikan di UNG ini diharapkan dapat dimaksimalkan oleh seluruh mahasiswa baru melalui kesungguhan belajar dan keaktifan berkarya, demi mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global," harapnyaSebagai mahasiswa baru, Rektor berharap untuk dapat beradaptasi dengan cepat dengan kehidupan kampus serta sistem akademik. Karena dengan cepat beradaptasi, mahasiswa baru dapat menjalankan pendidikan tepat waktu dengan dibarengi pencapaian prestasi yang memuaskan. (**)

Lihat Semua Berita