Workshop Asistensi Jurnal Ilmiah Elektronik Terakreditasi – Tasikmalaya



GORONTALO – Sebuah prestasi di tingkat Nasional kembali dipersembahkan oleh mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Natifa Awallya, mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) , berhasil meraih Medali Perak pada Festival Olimpiade Sains Nasional (FOSNAS) Bidang Biologi Tingkat Perguruan Tinggi Tahun 2026.Kompetisi yang diselenggarakan secara daring tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Keberhasilan Natifa menjadi bukti bahwa mahasiswa UNG tidak hanya unggul pada bidang keilmuan yang ditekuni, tetapi juga mampu menunjukkan kapasitas akademik yang kompetitif pada disiplin ilmu lainnya.Raihan medali perak tersebut tidak diraih secara instan. Natifa mempersiapkan diri dengan belajar secara intensif, mempelajari kembali materi-materi biologi tingkat perguruan tinggi, mengulas konsep-konsep dasar yang telah dipelajari sejak sekolah menengah, hingga menganalisis berbagai soal olimpiade dari tahun-tahun sebelumnya untuk memahami karakteristik dan tingkat kesulitan kompetisi.Bagi Natifa, penghargaan ini memiliki arti yang sangat istimewa. Setelah beberapa kali mengikuti berbagai kompetisi tanpa berhasil meraih kemenangan, FOSNAS 2026 menjadi momentum yang membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan pada akhirnya membuahkan hasil.“Prestasi ini menjadi medali pertama yang saya raih setelah beberapa kali mengikuti lomba. Pengalaman ini mengajarkan bahwa kegagalan bukan alasan untuk berhenti mencoba, tetapi menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkembang,” ungkap Natifa.Ia berharap capaian tersebut dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk lebih berani mengikuti berbagai kompetisi akademik, mengasah kemampuan diri, dan terus meningkatkan kualitas intelektual sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNG, Prof. Dr. Arwildayanto, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih mahasiswanya. Menurutnya, keberhasilan Natifa yang masih berada di semester dua menunjukkan potensi besar mahasiswa FIP UNG dalam bersaing di tingkat nasional.“Prestasi ini sangat membanggakan, terlebih diraih oleh mahasiswa yang masih berada pada semester awal. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa FIP UNG memiliki kemampuan akademik yang luar biasa dan mampu bersaing secara nasional. Fakultas tentu memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian ini,” ujar Arwildayanto.Festival Olimpiade Sains Nasional (FOSNAS) sendiri merupakan ajang kompetisi akademik yang diselenggarakan oleh Lembaga Berlian Hati Mulia, lembaga yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan akademik, memperluas wawasan keilmuan, serta meningkatkan daya saing di tingkat nasional. (**)

GORONTALO – Sebuah prestasi di tingkat Nasional kembali dipersembahkan oleh mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Natifa Awallya, mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) , berhasil meraih Medali Perak pada Festival Olimpiade Sains Nasional (FOSNAS) Bidang Biologi Tingkat Perguruan Tinggi Tahun 2026.Kompetisi yang diselenggarakan secara daring tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Keberhasilan Natifa menjadi bukti bahwa mahasiswa UNG tidak hanya unggul pada bidang keilmuan yang ditekuni, tetapi juga mampu menunjukkan kapasitas akademik yang kompetitif pada disiplin ilmu lainnya.Raihan medali perak tersebut tidak diraih secara instan. Natifa mempersiapkan diri dengan belajar secara intensif, mempelajari kembali materi-materi biologi tingkat perguruan tinggi, mengulas konsep-konsep dasar yang telah dipelajari sejak sekolah menengah, hingga menganalisis berbagai soal olimpiade dari tahun-tahun sebelumnya untuk memahami karakteristik dan tingkat kesulitan kompetisi.Bagi Natifa, penghargaan ini memiliki arti yang sangat istimewa. Setelah beberapa kali mengikuti berbagai kompetisi tanpa berhasil meraih kemenangan, FOSNAS 2026 menjadi momentum yang membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan pada akhirnya membuahkan hasil.“Prestasi ini menjadi medali pertama yang saya raih setelah beberapa kali mengikuti lomba. Pengalaman ini mengajarkan bahwa kegagalan bukan alasan untuk berhenti mencoba, tetapi menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkembang,” ungkap Natifa.Ia berharap capaian tersebut dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk lebih berani mengikuti berbagai kompetisi akademik, mengasah kemampuan diri, dan terus meningkatkan kualitas intelektual sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNG, Prof. Dr. Arwildayanto, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih mahasiswanya. Menurutnya, keberhasilan Natifa yang masih berada di semester dua menunjukkan potensi besar mahasiswa FIP UNG dalam bersaing di tingkat nasional.“Prestasi ini sangat membanggakan, terlebih diraih oleh mahasiswa yang masih berada pada semester awal. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa FIP UNG memiliki kemampuan akademik yang luar biasa dan mampu bersaing secara nasional. Fakultas tentu memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian ini,” ujar Arwildayanto.Festival Olimpiade Sains Nasional (FOSNAS) sendiri merupakan ajang kompetisi akademik yang diselenggarakan oleh Lembaga Berlian Hati Mulia, lembaga yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan akademik, memperluas wawasan keilmuan, serta meningkatkan daya saing di tingkat nasional. (**)

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali melakukan terobosan dalam pengembangan pendidikan tinggi. Tahun 2026 ini, UNG mulai merintis pelaksanaan program Fast Track Double Degree, yang memungkinkan mahasiswa menempuh pendidikan sarjana dan magister secara terintegrasi bersama sejumlah perguruan tinggi terbaik di Indonesia.Program inovatif tersebut akan melibatkan beberapa mitra strategis, di antaranya Institut Pertanian Bogor, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Indonesia. Kehadiran program ini menjadi langkah besar UNG dalam memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional.Rektor UNG, Eduart Wolok, menjelaskan bahwa skema pendidikan dirancang secara terintegrasi sehingga mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan jalur konvensional.Menurutnya, mahasiswa akan menjalani pendidikan di UNG selama tiga tahun atau enam semester. Setelah itu, mahasiswa akan melanjutkan studi selama satu tahun atau dua semester di perguruan tinggi mitra. Selanjutnya, mereka kembali ke UNG untuk menyelesaikan pendidikan selama satu tahun terakhir.“Melalui skema ini, mahasiswa dapat menyelesaikan studi hanya dalam waktu lima tahun. Pada akhir pendidikan, mereka tidak hanya memperoleh gelar sarjana dari UNG, tetapi juga mendapatkan gelar magister yang diterbitkan UNG dan perguruan tinggi mitra,” ungkap Rektor disela-sela pelaksanaan prosesi Wisuda ke-61 UNG.Program Fast Track Double Degree ini dipandang sebagai salah satu strategi UNG, dalam mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain memberikan pengalaman akademik lintas kampus, program tersebut juga membuka peluang kolaborasi riset, penguatan kompetensi, serta perluasan jejaring profesional bagi mahasiswa sejak dini.Bagi mahasiswa, program ini menjadi kesempatan istimewa untuk memperoleh pendidikan berstandar tinggi, belajar dari para akademisi terbaik di Indonesia, sekaligus meningkatkan daya saing di dunia kerja maupun dunia akademik.Rektor berharap rencana besar tersebut mendapatkan dukungan penuh dari civitas akademika dan masyarakat, sehingga dapat segera direalisasikan dan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.“Program ini merupakan bentuk komitmen UNG untuk terus berinovasi dalam pendidikan dan menyiapkan generasi muda yang unggul, adaptif, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” tegasnya.Jika terealisasi, Fast Track Double Degree akan menjadi salah satu program unggulan UNG yang membuka jalan bagi mahasiswa untuk meraih pendidikan yang lebih cepat, lebih kompetitif, dan lebih relevan dengan kebutuhan masa depan. Dengan langkah ini, UNG semakin menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang terus bertransformasi dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas untuk Indonesia. (**)

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali melakukan terobosan dalam pengembangan pendidikan tinggi. Tahun 2026 ini, UNG mulai merintis pelaksanaan program Fast Track Double Degree, yang memungkinkan mahasiswa menempuh pendidikan sarjana dan magister secara terintegrasi bersama sejumlah perguruan tinggi terbaik di Indonesia.Program inovatif tersebut akan melibatkan beberapa mitra strategis, di antaranya Institut Pertanian Bogor, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Indonesia. Kehadiran program ini menjadi langkah besar UNG dalam memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional.Rektor UNG, Eduart Wolok, menjelaskan bahwa skema pendidikan dirancang secara terintegrasi sehingga mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan jalur konvensional.Menurutnya, mahasiswa akan menjalani pendidikan di UNG selama tiga tahun atau enam semester. Setelah itu, mahasiswa akan melanjutkan studi selama satu tahun atau dua semester di perguruan tinggi mitra. Selanjutnya, mereka kembali ke UNG untuk menyelesaikan pendidikan selama satu tahun terakhir.“Melalui skema ini, mahasiswa dapat menyelesaikan studi hanya dalam waktu lima tahun. Pada akhir pendidikan, mereka tidak hanya memperoleh gelar sarjana dari UNG, tetapi juga mendapatkan gelar magister yang diterbitkan UNG dan perguruan tinggi mitra,” ungkap Rektor disela-sela pelaksanaan prosesi Wisuda ke-61 UNG.Program Fast Track Double Degree ini dipandang sebagai salah satu strategi UNG, dalam mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain memberikan pengalaman akademik lintas kampus, program tersebut juga membuka peluang kolaborasi riset, penguatan kompetensi, serta perluasan jejaring profesional bagi mahasiswa sejak dini.Bagi mahasiswa, program ini menjadi kesempatan istimewa untuk memperoleh pendidikan berstandar tinggi, belajar dari para akademisi terbaik di Indonesia, sekaligus meningkatkan daya saing di dunia kerja maupun dunia akademik.Rektor berharap rencana besar tersebut mendapatkan dukungan penuh dari civitas akademika dan masyarakat, sehingga dapat segera direalisasikan dan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.“Program ini merupakan bentuk komitmen UNG untuk terus berinovasi dalam pendidikan dan menyiapkan generasi muda yang unggul, adaptif, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” tegasnya.Jika terealisasi, Fast Track Double Degree akan menjadi salah satu program unggulan UNG yang membuka jalan bagi mahasiswa untuk meraih pendidikan yang lebih cepat, lebih kompetitif, dan lebih relevan dengan kebutuhan masa depan. Dengan langkah ini, UNG semakin menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang terus bertransformasi dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas untuk Indonesia. (**)

GORONTALO – Tahapan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester ganjil tahun akademik 2026-2027, untuk seluruh mahasiswa telah dibuka oleh Universitas Negeri Gorontalo. Pembayaran UKT menjadi salah satu tahapan penting dalam proses registrasi ulang yang wajib diselesaikan mahasiswa sebelum mengikuti kegiatan akademik pada semester mendatang.Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP) UNG, Darman, S.Kom., M.Ap., menjelaskan bahwa, masa pembayaran UKT telah dibuka sejak 22 Juni 2026 dan akan berlangsung hingga 31 Juli 2026. Mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan rentang waktu yang tersedia, untuk menyelesaikan kewajiban administrasi akademik tepat waktu.“Pembayaran UKT dapat dilakukan melalui berbagai layanan perbankan yang telah bekerja sama dengan UNG, baik melalui teller maupun ATM. Mahasiswa terlebih dahulu harus mengakses tagihan atau kode pembayaran melalui sistem yang telah disediakan,” jelas Darman.Untuk mahasiswa program Diploma (D-3), Sarjana Terapan (D-4), dan Sarjana (S-1) angkatan 2024 dan sebelumnya, serta mahasiswa program profesi dan pascasarjana, akses tagihan pembayaran dilakukan melalui sistem SIAT (www.siat.ung.ac.id). Pembayaran dapat dilakukan melalui Bank BTN, BNI, dan BRI.Sementara itu, mahasiswa angkatan 2025 program D-3, D-4, dan S-1 dapat mengakses tagihan melalui sistem SIAKAD (www.siakad.ung.ac.id). Pembayaran UKT untuk kelompok mahasiswa ini dapat dilakukan melalui Bank BTN, BNI, maupun Bank Mandiri.Darman mengingatkan agar mahasiswa memastikan seluruh data yang digunakan dalam proses pembayaran telah sesuai sebelum melakukan transaksi. Setelah pembayaran berhasil dilakukan, mahasiswa juga diwajibkan menyimpan bukti pembayaran sebagai dokumen resmi yang dapat digunakan apabila diperlukan pada proses administrasi berikutnya.“Mahasiswa harus memastikan kode pembayaran yang digunakan sudah benar serta menyimpan bukti transaksi sebagai bukti sah pembayaran UKT,” tambahnya.Dengan berbagai pilihan kanal pembayaran yang tersedia, UNG berharap mahasiswa dapat lebih mudah menyelesaikan proses registrasi administrasi tanpa kendala. Kemudahan akses layanan ini juga menjadi bagian dari upaya universitas dalam meningkatkan kualitas pelayanan akademik berbasis digital.Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa pembayaran UKT merupakan tahapan yang sangat penting karena menjadi penanda resmi bahwa mahasiswa terdaftar dan berhak mengikuti seluruh kegiatan akademik pada semester berjalan.“Pembayaran UKT bukan sekadar kewajiban administrasi, tetapi juga menjadi syarat utama untuk mengikuti proses perkuliahan dan berbagai aktivitas akademik lainnya,” pungkas Hafidz. (**)

GORONTALO – Tahapan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester ganjil tahun akademik 2026-2027, untuk seluruh mahasiswa telah dibuka oleh Universitas Negeri Gorontalo. Pembayaran UKT menjadi salah satu tahapan penting dalam proses registrasi ulang yang wajib diselesaikan mahasiswa sebelum mengikuti kegiatan akademik pada semester mendatang.Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP) UNG, Darman, S.Kom., M.Ap., menjelaskan bahwa, masa pembayaran UKT telah dibuka sejak 22 Juni 2026 dan akan berlangsung hingga 31 Juli 2026. Mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan rentang waktu yang tersedia, untuk menyelesaikan kewajiban administrasi akademik tepat waktu.“Pembayaran UKT dapat dilakukan melalui berbagai layanan perbankan yang telah bekerja sama dengan UNG, baik melalui teller maupun ATM. Mahasiswa terlebih dahulu harus mengakses tagihan atau kode pembayaran melalui sistem yang telah disediakan,” jelas Darman.Untuk mahasiswa program Diploma (D-3), Sarjana Terapan (D-4), dan Sarjana (S-1) angkatan 2024 dan sebelumnya, serta mahasiswa program profesi dan pascasarjana, akses tagihan pembayaran dilakukan melalui sistem SIAT (www.siat.ung.ac.id). Pembayaran dapat dilakukan melalui Bank BTN, BNI, dan BRI.Sementara itu, mahasiswa angkatan 2025 program D-3, D-4, dan S-1 dapat mengakses tagihan melalui sistem SIAKAD (www.siakad.ung.ac.id). Pembayaran UKT untuk kelompok mahasiswa ini dapat dilakukan melalui Bank BTN, BNI, maupun Bank Mandiri.Darman mengingatkan agar mahasiswa memastikan seluruh data yang digunakan dalam proses pembayaran telah sesuai sebelum melakukan transaksi. Setelah pembayaran berhasil dilakukan, mahasiswa juga diwajibkan menyimpan bukti pembayaran sebagai dokumen resmi yang dapat digunakan apabila diperlukan pada proses administrasi berikutnya.“Mahasiswa harus memastikan kode pembayaran yang digunakan sudah benar serta menyimpan bukti transaksi sebagai bukti sah pembayaran UKT,” tambahnya.Dengan berbagai pilihan kanal pembayaran yang tersedia, UNG berharap mahasiswa dapat lebih mudah menyelesaikan proses registrasi administrasi tanpa kendala. Kemudahan akses layanan ini juga menjadi bagian dari upaya universitas dalam meningkatkan kualitas pelayanan akademik berbasis digital.Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa pembayaran UKT merupakan tahapan yang sangat penting karena menjadi penanda resmi bahwa mahasiswa terdaftar dan berhak mengikuti seluruh kegiatan akademik pada semester berjalan.“Pembayaran UKT bukan sekadar kewajiban administrasi, tetapi juga menjadi syarat utama untuk mengikuti proses perkuliahan dan berbagai aktivitas akademik lainnya,” pungkas Hafidz. (**)

GORONTALO – Kampus kerakyatan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menorehkan tonggak penting dalam perjalanan akademiknya, dengan mengukuhkan sebanyak 700 lulusan pada prosesi Wisuda ke-61, yang berlangsung khidmat di Auditorium UNG, Selasa (23/6). Para wisudawan berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari program diploma, sarjana, profesi, magister, hingga doktor.Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., didampingi jajaran Senat Universitas. Momen tersebut menjadi puncak dari perjalanan akademik para mahasiswa, yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan di kampus yang dikenal sebagai kampus kerakyatan tersebut.Dalam sambutannya, Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh lulusan yang berhasil menuntaskan pendidikan mereka. Menurutnya, gelar akademik yang diraih bukanlah sesuatu yang diperoleh secara instan, melainkan hasil dari perjuangan panjang yang penuh dedikasi, kerja keras, dan pengorbanan.“Keberhasilan hari ini bukan hanya milik para wisudawan, tetapi juga milik orang tua, keluarga, dosen, serta seluruh civitas akademika yang telah memberikan dukungan sepanjang proses pendidikan,” ujar Rektor.Ia menegaskan bahwa prosesi wisuda bukanlah garis akhir dari sebuah perjalanan, melainkan titik awal untuk memasuki babak kehidupan yang lebih luas. Para lulusan kini memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan demi memberikan manfaat bagi masyarakat.Menurut Rektor, dunia saat ini membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu beradaptasi, berinovasi, dan menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.“Kelulusan ini adalah awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Jadilah insan yang terus belajar, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar. Bawalah nama baik almamater dengan karya dan prestasi yang bermanfaat bagi bangsa,” pesannya.Rektor juga mengajak para lulusan untuk menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan dampak positif di berbagai sektor kehidupan, sesuai dengan bidang keilmuan dan profesi yang mereka tekuni. Dengan bekal ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UNG, para lulusan diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia unggul yang siap bersaing dan berkarya di tingkat lokal, nasional, maupun global.Wisuda ke-61 ini menjadi bagian dari komitmen UNG dalam menghasilkan lulusan berkualitas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. (**)

GORONTALO – Kampus kerakyatan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menorehkan tonggak penting dalam perjalanan akademiknya, dengan mengukuhkan sebanyak 700 lulusan pada prosesi Wisuda ke-61, yang berlangsung khidmat di Auditorium UNG, Selasa (23/6). Para wisudawan berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari program diploma, sarjana, profesi, magister, hingga doktor.Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., didampingi jajaran Senat Universitas. Momen tersebut menjadi puncak dari perjalanan akademik para mahasiswa, yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan di kampus yang dikenal sebagai kampus kerakyatan tersebut.Dalam sambutannya, Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh lulusan yang berhasil menuntaskan pendidikan mereka. Menurutnya, gelar akademik yang diraih bukanlah sesuatu yang diperoleh secara instan, melainkan hasil dari perjuangan panjang yang penuh dedikasi, kerja keras, dan pengorbanan.“Keberhasilan hari ini bukan hanya milik para wisudawan, tetapi juga milik orang tua, keluarga, dosen, serta seluruh civitas akademika yang telah memberikan dukungan sepanjang proses pendidikan,” ujar Rektor.Ia menegaskan bahwa prosesi wisuda bukanlah garis akhir dari sebuah perjalanan, melainkan titik awal untuk memasuki babak kehidupan yang lebih luas. Para lulusan kini memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan demi memberikan manfaat bagi masyarakat.Menurut Rektor, dunia saat ini membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu beradaptasi, berinovasi, dan menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.“Kelulusan ini adalah awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Jadilah insan yang terus belajar, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar. Bawalah nama baik almamater dengan karya dan prestasi yang bermanfaat bagi bangsa,” pesannya.Rektor juga mengajak para lulusan untuk menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan dampak positif di berbagai sektor kehidupan, sesuai dengan bidang keilmuan dan profesi yang mereka tekuni. Dengan bekal ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UNG, para lulusan diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia unggul yang siap bersaing dan berkarya di tingkat lokal, nasional, maupun global.Wisuda ke-61 ini menjadi bagian dari komitmen UNG dalam menghasilkan lulusan berkualitas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. (**)