Site Logo

UNG Raih Akreditasi B, Setelah 52 Tahun

Abdul Wahid Rauf
18 Aug 2015
08:38 WITA
3.418 dilihat
UNG Raih Akreditasi B, Setelah 52 Tahun

 

GORONTALO – Rangkaian visitasi dalam rangkaian akreditasi isntitusi Perguruan Tinggi yang telah dilakukan Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN-PT) beberapa waktu lalu, akhirnya mengukuhkan Universitas Negeri Gorontalo sebagai salah satu Universitas terbaik dengan memperoleh akreditasi B. Hasil akreditasi tersebut diungkapan Rektor Universitas Negeri Gorontalo Prof. Dr. Syamsu Qamar Badu, M.Pd, disela-sela upacara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Universitas Negeri Gorontalo, Senin (17/8). Di lapangan catur UNG.


“Alhamdulillah UNG berhasil meraih akreditasi B dari BAN-PT, dan akreditasi ini merupakan salah satu bentuk pengakuan bahwa UNG adalah salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia,” ungkap Rektor.


Dijelaskan Rektor, pada akreditasi yang pertama kali dilakukan semenjak berdiri 53 tahun lalu, UNG sukses meraih akreditasi B “gemuk”. Dimana berdasarkan hasil penilaian, kampus merah maron memperoleh nilai 331, hanya terpaut 15 poin saja dari syarat nilai untuk memperoleh akreditasi A. “Dengan terpaut 15 poin saja, menunjukkan bahwa UNG berpotensi besar meraih akreditasi A. Dan ini buah dari kerja keras, dan kekompakan seluruh civitas akademika baik itu para pimpinan, dosen maupun para tenaga kependidikan,” terang Rektor.


Diakui Rektor awalnya, pada akreditasi perguruan tinggi pertama ini dirinya menargetkan untuk bisa memperoleh akreditasi A, karena ia menilai kampus kebanggaan masyarakat Gorontalo ini memang berpotensi untuk meraih akreditas A, akan tetapi keinginan tersebut sedikit terhambat. Hal tersebut dikarenakan saat ini, UNG belum memiliki program studi dengan akreditasi A. Saat ini kata Rektor, seluruh prodi di UNG hanya berakreditasi B dan C tanpa adanya akreditasi A. “Akreditasi A pada prodi adalah satu-satunya hambatan kita untuk bias memperoleh akreditasi A,” jelasnya.
Untuk bisa men-support akreditasi A pada akreditasi perguruan tinggi selanjutnya, Rektor menargetkan ditahun ini, minimal 1 prodi disetiap fakultas harus memiliki akreditasi A, dan tidak ada lagi prodi dengan akreditasi C. “Target tersebut harus menjadi perhatian khusus bagi seluruh Fakultas, dan saya minta hal tersebut dapat diseriusi. Karena semakin baiknya akreditasi prodi akan mendukung terwujudnya akreditasi perguruan tinggi yang lebih baik lagi,” pungkas Rektor.

Ikuti berita lainnya

Road to Vietnam, Tiga Mahasiswa Manajemen Siap Ukir Prestasi pada International Business Competition 2026
10 Jun 2026
08:51 WITA

Road to Vietnam, Tiga Mahasiswa Manajemen Siap Ukir Prestasi pada International Business Competition 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Tiga mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) berhasil menembus jajaran Top 30 Global Finalists, pada ajang bergengsi International Business Competition (IBC) Season 4 Tahun 2026. Mahasiswa terbaik tersebut akan berkompetisi, pada babak final yang digelar di University of Economics Ho Chi Minh City, Vietnam.Ketiga mahasiswa tersebut adalah Salsabila A. T. Jermias, Nazwa Ramadhani Latif, dan Safira Zatalia Putri Hikmah. Keberhasilan mereka melaju ke tahap final merupakan pencapaian luar biasa setelah berhasil melewati proses seleksi dan kurasi ketat yang melibatkan peserta dari berbagai negara.International Business Competition merupakan kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh Student Exchange Abroad (SEA), sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan ide-ide bisnis inovatif, memperkuat jiwa kewirausahaan, serta membangun kolaborasi global. Dalam kompetisi ini, peserta ditantang untuk menghadirkan gagasan bisnis yang tidak hanya kreatif dan berkelanjutan, tetapi juga memiliki potensi untuk berkembang di pasar internasional.Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG, Dr. Raflin Hinelo, S.Pd., M.Si., menyampaikan rasa bangga, atas pencapaian mahasiswa yang berhasil menembus kompetisi internasional tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi hasil dari kerja keras, dedikasi, serta semangat mahasiswa dalam mengembangkan kapasitas akademik dan kompetensi global.“Ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan bagi FEB. Kami berharap ketiga mahasiswi dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka, dan mampu mengharumkan nama UNG serta Indonesia di ajang internasional,” ujar Raflin.Apresiasi serupa juga disampaikan Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. Menurutnya, keberhasilan menembus babak final International Business Competition menjadi bukti nyata, bahwa mahasiswa UNG memiliki kualitas, kapasitas, dan daya saing yang mampu bersanding dengan mahasiswa dari berbagai negara.“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UNG tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga memiliki kualitas untuk tampil dan berprestasi di panggung internasional. Ini menjadi bukti bahwa kampus daerah mampu melahirkan talenta-talenta yang siap berkompetisi secara global,” ungkap Eduart.Keikutsertaan ketiga mahasiswi dalam final International Business Competition 2026 sekaligus menjadi bagian dari upaya internasionalisasi, yang terus didorong UNG dalam meningkatkan pengalaman global mahasiswa. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga membuka peluang untuk memperluas jejaring internasional, bertukar gagasan, serta membangun kolaborasi dengan peserta dari berbagai negara.

Akademisi Bimbingan Konseling Bawa Ilmu ke Desa, Perkuat Fondasi Keluarga Sehat di Lobuto Timur
10 Jun 2026
08:39 WITA

Akademisi Bimbingan Konseling Bawa Ilmu ke Desa, Perkuat Fondasi Keluarga Sehat di Lobuto Timur

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Ruang pertemuan Desa Lobuto Timur, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo tampak hidup pada Jumat (6/6). Warga desa berkumpul bukan untuk rapat biasa — melainkan untuk mengikuti sesi edukasi yang menyentuh isu paling mendasar dalam kehidupan mereka: keluarga.Dosen Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo (FIP UNG), Mohamad Awal Lakadjo, M.Pd., hadir langsung ke tengah masyarakat membawa pengetahuan sekaligus semangat pengabdian dalam kegiatan bertema "Penguatan Kesadaran Sosial Masyarakat Desa Lobuto Timur Melalui Layanan Bimbingan dan Konseling."Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen dosen FIP UNG dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi — khususnya pilar pengabdian kepada masyarakat. Universitas bukan hanya tempat belajar di balik tembok kelas, tetapi juga agen perubahan yang hadir langsung di tengah kehidupan nyata masyarakat.Dalam sesi tersebut, Mohamad Awal Lakadjo membawakan materi bertajuk "Hidup Berkeluarga yang Sehat" — sebuah kajian mendalam yang membahas berbagai aspek vital kehidupan keluarga, mulai dari: Pernikahan yang sehat dan bertanggung jawab, Membangun keluarga yang harmonis, Peran dan tanggung jawab setiap anggota keluarga hingga Strategi menghadapi tantangan dalam kehidupan rumah tangga.Bagi Mohamad Awal Lakadjo, keluarga bukan sekadar unit terkecil masyarakat — ia adalah pondasi utama yang menentukan kualitas karakter individu dan kesehatan kehidupan sosial secara keseluruhan."Ketahanan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan masyarakat yang harmonis. Ketika keluarga mampu menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik, maka lingkungan sosial yang sehat dan produktif juga akan lebih mudah terwujud," tuturnya.Oleh karena itu, setiap anggota keluarga perlu membangun komunikasi yang sehat, saling menghargai, dan menjalankan tanggung jawab masing-masing dengan penuh kesadaran.Materi yang disampaikan rupanya menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi diskusi — berbagi pengalaman, mengajukan pertanyaan, dan saling bertukar cerita tentang dinamika kehidupan keluarga yang mereka hadapi sehari-hari.Melalui kegiatan ini, Mohamad Awal Lakadjo berharap benih kesadaran yang ditanam hari ini akan tumbuh menjadi perubahan yang berkelanjutan — masyarakat yang semakin memahami pentingnya membangun keluarga harmonis, bertanggung jawab, dan sejahtera sebagai fondasi terciptanya kehidupan sosial yang lebih peduli, kuat, dan berkualitas.Salah seorang warga mengungkapkan bahwa edukasi ini sangat relevan karena memberikan pemahaman praktis tentang cara membangun hubungan keluarga yang harmonis dan bertanggung jawab — sesuatu yang dibutuhkan namun jarang mereka dapatkan sebelumnya.Kegiatan ini bukan kerja sendiri. Program pengabdian ini merupakan bagian dari proyek kolaboratif Mata Kuliah BK di Masyarakat, BK Sosial, dan Kearifan Lokal yang diampu oleh Dr. Ilham Khairi Siregar, S.Pd., M.Pd. dan Mohamad Rizal Pautina, S.Pd., M.Pd.Lebih istimewa lagi, program ini melibatkan langsung mahasiswa BK FIP UNG Angkatan 2023 dan 2025 bersama para remaja Desa Lobuto Timur — menjadikannya sebuah pembelajaran berbasis pengabdian yang nyata, bukan sekadar teori di dalam kelas.

Prodi Manajemen FEB Jalani Asesmen Lapangan LAMEMBA, Bidik Akreditasi Unggul
09 Jun 2026
08:47 WITA

Prodi Manajemen FEB Jalani Asesmen Lapangan LAMEMBA, Bidik Akreditasi Unggul

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Program Studi Sarjana Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menjalani asesmen lapangan akreditasi, yang dilaksanakan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (9-10 Juni)  tersebut menjadi tahapan penting, dalam upaya Program Studi Manajemen meraih predikat akreditasi terbaik.Asesmen lapangan dilakukan oleh dua asesor LAMEMBA, yakni Dr. Muhadjir Anwar, S.E., M.Si., dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur dan Dr. Syaiful Arifin, S.E., M.Si. Kegiatan ini melibatkan pimpinan universitas, fakultas, program studi, dosen, mahasiswa, alumni, serta para mitra yang turut mendukung penyelenggaraan pendidikan di lingkungan FEB UNG.Mewakili tim asesor, Dr. Muhadjir Anwar menjelaskan bahwa asesmen lapangan merupakan bagian penting dalam proses akreditasi, yang bertujuan untuk memverifikasi data dan informasi yang telah disampaikan program studi melalui dokumen evaluasi diri maupun sistem akreditasi.“Verifikasi dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh data yang dilaporkan, sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Melalui asesmen ini, kami melihat secara langsung implementasi berbagai aspek yang menjadi indikator penilaian akreditasi,” jelas Muhadjir.Sementara itu, Dekan FEB UNG, Dr. Raflin Hinelo, M.Si., menegaskan bahwa asesmen lapangan menjadi momentum strategis bagi Program Studi Manajemen, untuk menunjukkan kualitas penyelenggaraan pendidikan yang selama ini terus ditingkatkan.Menurutnya, target meraih akreditasi unggul bukan hanya soal pencapaian administratif semata, melainkan bentuk komitmen fakultas dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja.“Akreditasi terbaik menjadi target yang ingin kami wujudkan karena mencerminkan kualitas program studi, sekaligus bentuk pertanggungjawaban institusi dalam memberikan layanan pendidikan yang unggul kepada masyarakat,” ujar Raflin.Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNG yang diwakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Muhamad Amir Arham, M.E., menyampaikan bahwa asesmen lapangan merupakan tahapan penting untuk membuktikan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi secara menyeluruh.Ia menjelaskan bahwa penilaian akreditasi tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran, tetapi juga mencakup penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola kelembagaan, sumber daya manusia, sarana prasarana, hingga berbagai aspek pendukung lainnya yang menjadi standar mutu pendidikan tinggi.“Akreditasi bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan instrumen penting untuk mengukur sekaligus meningkatkan kualitas akademik secara berkelanjutan. Akreditasi adalah cerminan komitmen institusi dalam menjaga mutu pembelajaran, tata kelola, dan layanan akademik,” ungkap Amir.Ia berharap seluruh proses asesmen dapat berjalan lancar dan menghasilkan capaian terbaik bagi Program Studi Manajemen. Dengan raihan akreditasi unggul, FEB UNG diyakini akan semakin memperkuat reputasi akademiknya serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan.

DWP UNG Gelar Rapat Kerja, Perkuat Sinergi dan Komitmen Dukung Kampus Unggul
09 Jun 2026
05:32 WITA

DWP UNG Gelar Rapat Kerja, Perkuat Sinergi dan Komitmen Dukung Kampus Unggul

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat perannya, dalam mendukung kemajuan institusi melalui pelaksanaan rapat kerja bersama DWP fakultas dan pegawai di lingkungan UNG, Selasa (9/6). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi, serta merumuskan program kerja yang lebih terarah dan berkelanjutan.Rapat kerja yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan ini, dihadiri oleh pengurus dan anggota DWP dari berbagai unit kerja di lingkungan UNG. Selain menjadi forum evaluasi dan perencanaan program, kegiatan ini juga menjadi wadah konsolidasi organisasi untuk memperkuat kontribusi Dharma Wanita dalam mendukung pengembangan universitas.Ketua DWP UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.GK, menjelaskan bahwa rapat kerja merupakan agenda strategis, yang bertujuan menyelaraskan program kerja DWP di tingkat universitas, fakultas, dan unit kerja. Melalui forum tersebut, seluruh anggota diharapkan dapat membangun koordinasi yang lebih kuat dalam menjalankan berbagai program organisasi.“Rapat kerja ini menjadi sarana untuk menyusun program yang lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan. Selain itu, kami ingin memperkuat koordinasi antar-DWP di lingkungan UNG sekaligus meningkatkan pemahaman dan pengetahuan anggota, guna mendukung terwujudnya keluarga yang tangguh dan harmonis,” ujar Cecy.Menurutnya, DWP UNG tidak hanya berfokus pada kegiatan internal organisasi, tetapi juga berkomitmen menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi anggota, keluarga, serta masyarakat luas.“Melalui berbagai kegiatan yang dirancang, DWP diharapkan mampu menjadi mitra strategis dalam mendukung pencapaian visi UNG, sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing,” terangnya.Sementara itu, Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., dalam arahannya menekankan pentingnya peran Dharma Wanita, dalam mendukung keberhasilan organisasi dan kinerja para dosen dan pegawai, khususnya para suami yang mengemban tugas di lingkungan universitas.Menurut Eduart, keberadaan Dharma Wanita memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan kondusif, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap produktivitas dan kinerja di tempat kerja.“Fungsi utama Dharma Wanita adalah memberikan dukungan di dalam organisasi. Ketika organisasi Dharma Wanita berjalan dengan baik dan sehat, maka kinerja suami juga akan semakin baik. Karena itu, peran organisasi ini sangat penting dalam mendukung keberhasilan institusi,” ungkap Eduart.Ia juga mengajak seluruh anggota DWP untuk terus memperkuat komitmen dan dedikasi dalam menjalankan berbagai kegiatan, khususnya yang berkaitan dengan bidang sosial dan kemasyarakatan. Menurutnya, kontribusi nyata dari Dharma Wanita akan menjadi bagian penting, dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia dan penguatan citra UNG di tengah masyarakat.Melalui rapat kerja ini, DWP UNG diharapkan mampu melahirkan berbagai program inovatif yang tidak hanya memperkuat kapasitas organisasi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan kampus dan masyarakat. (**)

Lihat Semua Berita