Tidak Memenuhi SKS dan IPK, Kebijakan DO Awal Menanti Mahasiswa

Oleh: Abdul Wahid Rauf . 2 Desember 2016 . 10:39:25

 

GORONTALO - Hasil Studi seluruh mahasiswa yang bernaung di Universitas Negeri Gorontalo bakal terus dilakukan evaluasi, dalam mengontrol proses pendidikan dan kegiatan akademik. Tidak hanya menyasar mahasiswa lama, bahkan evaluasi juga akan dilakukan bagi mahasiswa baru yang mengeyam pendidikan di kampus merah maron, baik itu meliputi pencapaian jumlah SKS dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa setiap akhir semester genap.

"31 Juli 2017 bertepatan dengan berakhirnya kegiatan akademik disemester 2, akan dilakukan evaluasi pra Drop Out (DO) bagi mahasiswa baru. Bagi yang tidak memenuhi capaian minimal 26 SKS dan IPK 2.0, akan dianjurkan untuk pindah Program Studi," ungkap Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Mahludin Baruwadi, MP, disela-sela Workshop Penyusunan Kurikulum Fakultas Ilmu Pendidikan, Rabu (30/11).

Langkah dengan memberikan saran pindah Program Studi kata Prof. Mahludin, dilakukan karena mahasiswa belum memenuhi standar SKS dan IPK tidak mampu berkembang di Prodi yang digelutinya. Sehingga nantinya ia disarankan untuk pindah Prodi yang sesuai dengan kemampuannya.

"Kebijakan ini sesuai dengan peraturan akademik pasal 34, tentang evaluasi masa studi mahasiswa," jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan Prof. Mahludin, setelah melakukan evaluasi pra DO, pada bulan Juli 2018 kampus akan memberlakukan kebijakan tegas berupa kebijakan DO awal, bagi mahasiswa semester 4 yang tidak memenuhi standar capaian akademik. Capaian tersebut berupa perolehan IPK tidak memenuhi standar yakni dibawah 2.00, serta maksimum pencapaian SKS dibawah standar yakni 40 atau 60 SKS selama 4 semester berjalan.

"Pada tahun 2018 nanti, mahasiswa semester 4 yang tidak memenuhi capaian akademik akan diberlakukan kebijakan DO awal. Dimana mereka akan secara otomatis di DO oleh Sistem Informasi Akademik Terpadu (SIAT)," ujarnya.

Kebijakan DO awal menurut Prof. Mahludin, dilakukan untuk meminimalisir kerugian mahasiswa karena telah banyak menghabiskan waktu dan biaya untuk studi, namun tidak bisa menyelesaikannya sesuai ketentuan berlaku.

"Atas pertimbangan tersebut, timbul kebijakan yang diatur dalam peraturan akademik, bahwa mahasiswa yang dirasa tidak sanggup melanjutkan studi di Prodi tertentu lebih baik di DO di 2 tahun awal kuliah ketimbang 7 tahun kuliah," tandasnya. (wahid)

Agenda

2 Mei 2020

Webinar Hardiknas 2020

Seminar Online dalam rangka Hari Pendidikan Nasional dengan Narasumber, Dr. Eduart Wolok, ST, MT, Karmila Machmud, MA, Ph.D, Drs. Amin Nusi, M.Pd. Disiarkan langsung dari Fanspage Facebook Universitas Negeri Gorontalo

2 Desember 2019

Job Fair Media Group

Dalam Job Fair kali ini, perusahaan Media Grup akan membuka rekrutmen tenaga kerja untuk seluruh kelompok usaha yang bernaung dibawahnya, mulai dari perusahaan media cetak, percetakan, penyiaran, Daring, Properti, Event Organizer, Sumber Daya Alam dan beberapa kelompok usaha lainnya.

2 Desember 2019

Kuliah Umum 4 Pilar Kebangsaan dan Kepemimpinan 2030

Kuliah Umum oleh Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) yang akan membahas empat pilar kebangsaan dan kepemimpinan 2030 di Gedung Auditorium Universitas Negeri Gorontalo

26 September - 01 Oktober 2018

Hibah eLearning IDB7in1

PIU IDB7in1 UNG memberikan kesempatan untuk dosen yang berminat untuk menyusun modul eLearning langsung pada situs elearning IDB7in1. Untuk user bisa menghubungi email : elearningidb7in1@ung.ac.id
Info lengkap di http://elearning-idb7in1.ung.ac.id/mod/forum/discuss.php?d=61