Rektor Paparkan Hasil Evaluasi PSBB di Provinsi Gorontalo

Oleh: Abdul Wahid Rauf . 18 Mei 2020 . 00:00:00

 

GORONTALO - Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilaksanakan di Gorontalo akan berakhir pada tanggal 17 Mei 2020. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Crisis Center Covid-19 UNG, kasus positif Covid-19 di Gorontalo lebih rendah dibandingkan sebelum PSBB dilaksnakan.

"Selama penerapan PSBB terjadi penurunan kasus positif Covid-19, namun jumlahnya tidak signifikan. Sebelum PSBB Reproduksi Dasar di Gorontalo berada pada angka 2.73 dan turun menjadi 2.12 diakhir PSBB," ungkap Rektor UNG Dr. Eduart Wolok, S.T, M.T, pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi PSBB Provinsi Gorontalo.

Meskipun mengalami penurunan, namun efektivitas penerapan PSBB belum maksimal karena belum semua indikator keberhasilan PSBB berhasil dipenuhi. Indikator tersebut kata Rektor berupa pergerakan orang dengan menggunakan kendaraan bermotor didalam wilayah Kabupaten/Kota.

Selain itu belum semua tempat usaha menerapkan WFH dikarenakan sifat pekerjaan yang tidak memungkinkan untun dilakukan dari rumah.

"Adanya pelonggaran untuk beberapa jenis sektor usaha juga membuat capaian indikator masih belum optimal," terang Rektor.

Dalam menekan angka penyebaran Covid-19, Crisis Center Covid-19 UNG memberikan sejumlah rekomendasi diantaranya mengoptimalkan pelaksanaan PSBB agar hasil yang diharapkan dapat tercapai. Rekomendasi selanjutnya dengan meningkatkan jumlah tes dan upaya contact tracking secara masif dan rekomendasi perubahan Peraturan Gubernur

"Optimalkan Swab Test atau PCR serta tracking, apabila masih ada stok rapid test maka kita bisa gunakan pada daerah tertentu yang masuk zona merah. Selain itu peningkatan kapasitas laboratorium untuk pemeriksaan sampel Swab perlu dilakukan, guna menunjang peningkatan penemuan kasus," ujarnya.

Di akhir pemaparannya, Rektor mengingatkan agar pemerintah harus berhati-hati dalam memberikan kelonggaran dalam penerapan PSBB. Menurutnya situasi Gorontalo masih mengkhawatirkan karena belum melewati kisaran waktu 50 hingga 60 hari yang merupakan puncak penularan virus Covid-19.

“Dari kasus pertama pasien 01 sampai hari ini baru 36 hari. Artinya, Gorontalo belum melewati fase kritis, dan hal tersebut harus diwaspadai bersama. Secara nasional sudah ada relaksasi karena pertimbangannya reproduksi dasar secara nasional sebesar 1,7 sedangkan Gorontalo untuk saat ini masih di atas 2,” pungkasnya. (**)

Agenda

2 Mei 2020

Webinar Hardiknas 2020

Seminar Online dalam rangka Hari Pendidikan Nasional dengan Narasumber, Dr. Eduart Wolok, ST, MT, Karmila Machmud, MA, Ph.D, Drs. Amin Nusi, M.Pd. Disiarkan langsung dari Fanspage Facebook Universitas Negeri Gorontalo

2 Desember 2019

Job Fair Media Group

Dalam Job Fair kali ini, perusahaan Media Grup akan membuka rekrutmen tenaga kerja untuk seluruh kelompok usaha yang bernaung dibawahnya, mulai dari perusahaan media cetak, percetakan, penyiaran, Daring, Properti, Event Organizer, Sumber Daya Alam dan beberapa kelompok usaha lainnya.

2 Desember 2019

Kuliah Umum 4 Pilar Kebangsaan dan Kepemimpinan 2030

Kuliah Umum oleh Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) yang akan membahas empat pilar kebangsaan dan kepemimpinan 2030 di Gedung Auditorium Universitas Negeri Gorontalo

26 September - 01 Oktober 2018

Hibah eLearning IDB7in1

PIU IDB7in1 UNG memberikan kesempatan untuk dosen yang berminat untuk menyusun modul eLearning langsung pada situs elearning IDB7in1. Untuk user bisa menghubungi email : elearningidb7in1@ung.ac.id
Info lengkap di http://elearning-idb7in1.ung.ac.id/mod/forum/discuss.php?d=61