Pernikahan Usia Muda di Gorontalo Tergolong Tinggi, Ini Penyebabnya

Oleh: Abdul Wahid Rauf . 25 November 2016 . 11:03:37

 

GORONTALO - Fenomena pernikahan diusia yang masih cukup muda menjadi salah satu fenomena yang kerap terjadi di kalangan masyarakat Indonesia. Di Provinsi Gorontalo sendiri, kegiatan nikah diusia muda juga tergolong sangat tinggi. Berdasarkan data Susenas 2015, sebagai salah satu Provinsi termuda di indonesia mayoritas masyarakat Gorontalo menikah diusia muda pada rentan umur 15-19 tahun.

Fakta tingginya tingkat pernikahan usia muda ini, terungkap dalam Seminar Hasil Penelitian tentang Faktor-faktor yang mempengaruhi pernikahan usia muda di Gorontalo, Kerjasama Pusat penelitian dan pengembangan keluarga berencana dan keluarga sejahtera Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNG, Kamis (24/11), di Aula Fakultas Ekonomi.

"Presentasi wanita berumur 10 tahun ke atas yang pernah kawin dan umur perkawinan pertama di Prov. Gorontalo menunjukkan bahwa selama 7 tahun terakhir, proporsi wanita yang menikah diusia 16-18 tahun relatif tinggi sekitar 30%," ungkap Ketua Tim Peneliti Dr. Dewi Wahyuni Baderan, S.Pd, M.Si.

Berdasarkan hasil penelitian dengan mengambil sampel di beberapa Kecamatan di Kab. Pohuwato dan Kab. Gorontalo, pernikahan usia muda yang dilakukan para remaja, sebagian besar melakukan pernikahan pada usia yang cukup muda yakni 15-19 tahun.

Cukup tingginya pernikahan usia muda diusia tersebut kata Dr. Dewi, dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni tandasnya kualitas pendidikan yang dimiliki masyarakat, faktor agama dan dorongan dari orang tua, serta faktor ekonomi, "Dan yang lebih mengkhawatirkan lagi, faktor nikah di usia muda juga disebabkan hamil sebelum menikah," jelasnya.

Lebih lanjut dijabarkan Dr. Dewi, alasan paling dominan yang mempengaruhi masyarakat khususnya remaja, melakukan pernikahan usia muda dikarenakan keinginan sendiri. Serta didorong oleh rasa takut akan kehilangan pasangannya, dan juga dipicu rendahnya ekonomi orang tua.

"Untuk dikalangan orang tua, alasan menikahkan anaknya diusia muda dikarenakan beberapa hal diantaranya, menikahkan anak meningkatkan rejeki. Dan orang tua akan dikucilkan masyarakat jika anaknya lama menikah," terangnya.

Menurut Dr. Dewi, berdasarkan hasil temuan di lapangan, perlu dilakukan penyusunan model strategik sebagai solusi dalam mengatasi perkawinan diusia muda. Sosialisasi kata Dr. Dewi, perlu terus dilakukan secara terus menerus oleh Pemerintah, terkait dengan permasalahan remaja dan para remaja baik sudah menikah maupun yang belum menikah. Selain itu perlu diadakan penyuluhan kepada anak-anak yang masih duduk di sekolah dan yang putus sekolah, terkait dampak akibat menikah muda. (Wahid)

Agenda

2 Mei 2020

Webinar Hardiknas 2020

Seminar Online dalam rangka Hari Pendidikan Nasional dengan Narasumber, Dr. Eduart Wolok, ST, MT, Karmila Machmud, MA, Ph.D, Drs. Amin Nusi, M.Pd. Disiarkan langsung dari Fanspage Facebook Universitas Negeri Gorontalo

2 Desember 2019

Job Fair Media Group

Dalam Job Fair kali ini, perusahaan Media Grup akan membuka rekrutmen tenaga kerja untuk seluruh kelompok usaha yang bernaung dibawahnya, mulai dari perusahaan media cetak, percetakan, penyiaran, Daring, Properti, Event Organizer, Sumber Daya Alam dan beberapa kelompok usaha lainnya.

2 Desember 2019

Kuliah Umum 4 Pilar Kebangsaan dan Kepemimpinan 2030

Kuliah Umum oleh Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) yang akan membahas empat pilar kebangsaan dan kepemimpinan 2030 di Gedung Auditorium Universitas Negeri Gorontalo

26 September - 01 Oktober 2018

Hibah eLearning IDB7in1

PIU IDB7in1 UNG memberikan kesempatan untuk dosen yang berminat untuk menyusun modul eLearning langsung pada situs elearning IDB7in1. Untuk user bisa menghubungi email : elearningidb7in1@ung.ac.id
Info lengkap di http://elearning-idb7in1.ung.ac.id/mod/forum/discuss.php?d=61