Pengabdian Masyarakat Terkait Peran Generasi Muda Melaksanakan Ritual Adat

Oleh: Abdul Wahid Rauf . 5 Januari 2017 . 09:29:00

Dr. Dakia: Minat Generasi Muda Menjadi Pemangku Adat Tergolong Rendah 

 

 

GORONTALO - Provinsi Gorontalo merupakan salah satu daerah yang kental dengan pelaksanaan adat istiadatnya dalam kegiatan sehari-hari. Meski berstatus sebagai daerah adat, nyatanya tidak membuat generasi muda di daerah ini berminat untuk menjadi bagian dari pelaku adat. Bahkan kenyataannya para pelaku pelaksana adat di Gorontalo didominasi oleh para orang tua lanjut usia.

Menurut Dosen Fakultas Sastra dan Budaya UNG Dr. Dakia N. Djou, M.Hum, sudah seharusnya generasi muda turut serta menjadi pelaku ritual adat di Gorontalo sebagai bagian dari regenerasi pemangku adat, karena dikhawatirkan pemangku adat akan terus berkurang jumlahnya.

Contohnya seperti dalam proses adat peminangan, sebagian besar pemangku adat telah lanjut usia khususnya di Kota Gorontalo. Yang dikhawatirkan akan berdampak pada proses pelaksanaan adat akibat keterbatasan jumlah pemangku adat, terlebih biasanya pelaksanaan peminangan di Gorontalo sering kali dilaksanakan di bulan tertentu dan membludaknya proses adat yang dilakukan.

"Untuk adat peminangan sendiri biasanya masyarakat Gorontalo melaksanakan di bulan tertentu seperti bulan syaban. Dengan keterbatasan jumlah pemangku adat saat ini tentunya akan kewalahan dalam proses pelaksanaan," ungkap Dr. Dakia.

Dengan mulai terjadinya keterbatasan jumlah pemangku adat menuntut adanya regenerasi melibatkan generasi muda. Namun nyata saat ini generasi muda enggan untuk terlibat sebagai pemangku adat. Salah satu faktor keengganan generasi muda karena terkendala kurangnya pemahaman bahasa daerah Gorontalo yang kerap digunakan dalam pelaksanaan adat. Sebahagian lagi bahkan merasa malu untuk terlibat, karena mengganggapnya sebagai hal kuno.

"Dalam pelaksanaan pelatihan yang saya lakukan beberapa waktu lalu di Kota Gorontalo, minat yang ditunjukkan oleh generasi muda sangat rendah. Sebagian besar yang tertarik ikut pelatihan merupakan usia 30 tahun keatas," jelasnya.

Fenomena ini kata Dakia, perlu diseriusi oleh Pemerintah Daerah agar dimasa mendatang tidak akan terjadi keterbatasan jumlah pemangku adat. Dan kaum muda sudah seharusnya dapat didorong untuk dapat menjadi bagian dari pemangku adat, melalui berbagai kegiatan pelatihan pengetahuan adat secara berkesinambungan. (wahid)

Agenda

2 Mei 2020

Webinar Hardiknas 2020

Seminar Online dalam rangka Hari Pendidikan Nasional dengan Narasumber, Dr. Eduart Wolok, ST, MT, Karmila Machmud, MA, Ph.D, Drs. Amin Nusi, M.Pd. Disiarkan langsung dari Fanspage Facebook Universitas Negeri Gorontalo

2 Desember 2019

Job Fair Media Group

Dalam Job Fair kali ini, perusahaan Media Grup akan membuka rekrutmen tenaga kerja untuk seluruh kelompok usaha yang bernaung dibawahnya, mulai dari perusahaan media cetak, percetakan, penyiaran, Daring, Properti, Event Organizer, Sumber Daya Alam dan beberapa kelompok usaha lainnya.

2 Desember 2019

Kuliah Umum 4 Pilar Kebangsaan dan Kepemimpinan 2030

Kuliah Umum oleh Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) yang akan membahas empat pilar kebangsaan dan kepemimpinan 2030 di Gedung Auditorium Universitas Negeri Gorontalo

26 September - 01 Oktober 2018

Hibah eLearning IDB7in1

PIU IDB7in1 UNG memberikan kesempatan untuk dosen yang berminat untuk menyusun modul eLearning langsung pada situs elearning IDB7in1. Untuk user bisa menghubungi email : elearningidb7in1@ung.ac.id
Info lengkap di http://elearning-idb7in1.ung.ac.id/mod/forum/discuss.php?d=61