Pemaparan Riset Mahasiswa Tentang Lingkungan Gorontalo

Oleh: Abdul Wahid Rauf . 28 April 2016 . 08:41:00

Sungai Bone Tercemar Sianida dan Merkuri

 

 

GORONTALO – Sungai Bone sebagai salah satu aliran sungai terbesar di Provinsi Gorontalo kondisinya tengah dalam fase memprihatinkan. Pasalnya sungai yang membentang di wilayah Kabupaten Bone Bolango, telah tercemar zat kimia berbahaya berupa Sianida dan Merkuri.

Fakta tersebut terungkap dalam pemaparan hasil riset yang dilakukan tahun 2015 kemarin oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Teknologi Kebumian Universitas Negeri Gorontalo Mus Juanda Moha, yang mengusung tema riset analisis kadar Sianida (CN) pada air Sungai Bone Kab. Bone Bolango, Disela-sela Dialog Publik Hari Bumi Selamatkan Gorontalo dari Bencana Lingkungan, Selasa (26/4), di Auditorium UNG.

Lebih lanjut dijelaskan Mus, pencemaran yang terjadi di Sungai Bone merupakan dampak dari aktifitas penambangan tradisional dibagian hulu sungai, berupa limbah tambang dengan menggunakan zat sianida. Hal ini tentunya ancaman pada ekologi Gorontalo yang telah mengalami degradasi berat terutama dibagian hilir.

Penggunaan pestisida pada lahan pertanian juga berperan besar dalam pencemaran air, dimana limbah-limbah pestisida tersebut mengalir secara langsung maupun tidak langsung, dapat merusak komponen-komponen penyusun ekosistem sungai. Selain itu, sampah domestik berasal dari limbah pemukiman disekitar bantaran sungai, juga turut ambil bagian dalam pencemaran.

“Untuk kadar sianida pada zona bagian hulu sungai Bone masih dalam ambang batas toleransi. Akan tetapi pada zona bagian tengah dan hilir sungai, kandungan sianida telah melebihi ambang batas yang ditentukan yakni 0,1 milligram/Liter,” jelasnya.

Senada dengan Mus, perwakilan kelompok peneliti mahasiswa dari Jurusan Kimia Thayban menuturkan, selain terindikasi mengandung Sianida, dibeberapa titik di Sungai Bone juga terindikasi mengandung zat merkuri yang begitu tinggi dan melebihi ambang batas akibat aktifitas pertambangan. Klaim ini didasarkan atas hasil penelitian bersama yang dilakukan mahasiswa Jurusan Kimia dengan perwakilan Ehime University ditahun 2015.

Bahkan kata Thayban zat berbahaya tersebut juga telah terkandung dalam sejumlah ikan yang kerap dikonsumsi masyarakat umum. Seperti ikan laut berupa ikan nike di pantai pohe yang merupakan muara Sungai Bone, mengandung kadar logam berat berupa timbal (pb) yang mencapai 2,265 ppm.

“Padahal ambang batas pb tersebut hanya 0,3 ppm. Sehingga pencemaran air ini perlu diseriusi lebih lanjut karena telah terkandung dalam ikan yang dikonsumsi masyarakat,” terangnya. (wahid)

Agenda

2 Mei 2020

Webinar Hardiknas 2020

Seminar Online dalam rangka Hari Pendidikan Nasional dengan Narasumber, Dr. Eduart Wolok, ST, MT, Karmila Machmud, MA, Ph.D, Drs. Amin Nusi, M.Pd. Disiarkan langsung dari Fanspage Facebook Universitas Negeri Gorontalo

2 Desember 2019

Job Fair Media Group

Dalam Job Fair kali ini, perusahaan Media Grup akan membuka rekrutmen tenaga kerja untuk seluruh kelompok usaha yang bernaung dibawahnya, mulai dari perusahaan media cetak, percetakan, penyiaran, Daring, Properti, Event Organizer, Sumber Daya Alam dan beberapa kelompok usaha lainnya.

2 Desember 2019

Kuliah Umum 4 Pilar Kebangsaan dan Kepemimpinan 2030

Kuliah Umum oleh Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) yang akan membahas empat pilar kebangsaan dan kepemimpinan 2030 di Gedung Auditorium Universitas Negeri Gorontalo

26 September - 01 Oktober 2018

Hibah eLearning IDB7in1

PIU IDB7in1 UNG memberikan kesempatan untuk dosen yang berminat untuk menyusun modul eLearning langsung pada situs elearning IDB7in1. Untuk user bisa menghubungi email : elearningidb7in1@ung.ac.id
Info lengkap di http://elearning-idb7in1.ung.ac.id/mod/forum/discuss.php?d=61