Mahasiswa Faperta Diskusikan Kendala Bidikmisi

Oleh: Abdul Wahid Rauf . 16 Februari 2016 . 16:22:48

 

GORONTALO – Banyaknya mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) yang tergabung dalam penerima beasiswa Bidikmisi, mendorong Senat Mahasiswa Faperta dalam menggagas kegiatan diskusi bersama pengelola Bidikmisi, yang dibingkai dalam kegiatan Diskusi Lepas Mahasiswa (Dilema), Senin (15/2), di Aula Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) UNG. Selain menghadirkan pengelola Bidikmisi UNG, diskusi kali ini turut menghadirkan wakil ketua pengelola asrama Bidikmisi berprestasi.

Wakil Dekan III Faperta Wawan K Tolinggi, S.P, M.Si, mengatakan, Dilema yang membahas tentang program beasiswa Bidikmisi kali ini merupakan inisiatif dari kalangan mahasiswa Faperta. Inisiatif tersebut didorong karena sebagian besar mahasiswa di lingkungan Faperta berstatus sebagai penerima beasiswa Bidikmisi.

“Faperta merupakan salah satu Fakultas yang tercatat sebagai penerima beasiswa Bidikmisi terbanyak. Bahkan dari total 1710 mahasiswa, penerima beasiswa Bidikmisi hampir mencapai 60%,” ungkap Wawan.

Melalui kegiatan ini Wawan berharap, seluruh mahasiswa beasiswa Bidikmisi Faperta dapat mencurahkan segala permasalahan serta kendala yang dihadapi selama menjadi mahasiswa beasiswa Bidikmisi.

“Curahkan segala suka duka yang kalian alami selama menjadi penerima beasiswa Bidikmisi, dan insya allah apa yang kalian curahkan dapat menjadi masukan positif bagi pengelola,” harap Wawan.

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan Dra. Masita Kadir, M.Pd, dalam penyampaiannya mengatakan, UNG merupakan salah satu perguruan tinggi terbanyak dalam menerima mahasiswa beasiswa Bidikmisi setelah Universitas Indonesia. Bagi penerima beasiswa Bidikmisi, pengelola memberlakukan aturan yang tegas bagi setiap mahasiswa yang melakukan pelangaran, dan hukuman terberat yang diberlakukan yakni dikeluarkan sebagai penerima.

“Mahasiswa beasiswa Bidikmisi dituntut untuk bisa berprestasi dibidang akademik, penerima beasiswa bidikmisi merupakan mahasiswa yang terpilih karena prestasinya,” terang Masita.

Selain penilaian pada Indeks Prestasi Kumulatif serta perilaku mahasiswa selama perkuliahan, terdapat aturan-aturan lainnya yang harus dipatuhi oleh mahasiswa penerima, salah satunya mahasiswa akan dikeluarkan jika telah menikah. Penerima beasiswa Bidikmisi juga kata Masita, diwajibkan untuk tinggal di Asrama selama 2 bulan. Dan didalam kehidupan berasrama, mahasiswa nantinya akan dilakukan pembimbingan dibidang akademik maupun pengembangan soft skill, serta pembinaan kualitas iman dan taqwa.

“Dalam kehidupan berasrama terdapat sejumlah peraturan yang harus ditaati. Jika mahasiswa tidak bersedia untuk tinggal berasrama ataupun sering melakukan pelanggaran selama di asrama, konsekuensinya adalah dikeluarkan sebagai penerima beasiswa,” tandasnya. (wahid)

Agenda

2 Mei 2020

Webinar Hardiknas 2020

Seminar Online dalam rangka Hari Pendidikan Nasional dengan Narasumber, Dr. Eduart Wolok, ST, MT, Karmila Machmud, MA, Ph.D, Drs. Amin Nusi, M.Pd. Disiarkan langsung dari Fanspage Facebook Universitas Negeri Gorontalo

2 Desember 2019

Job Fair Media Group

Dalam Job Fair kali ini, perusahaan Media Grup akan membuka rekrutmen tenaga kerja untuk seluruh kelompok usaha yang bernaung dibawahnya, mulai dari perusahaan media cetak, percetakan, penyiaran, Daring, Properti, Event Organizer, Sumber Daya Alam dan beberapa kelompok usaha lainnya.

2 Desember 2019

Kuliah Umum 4 Pilar Kebangsaan dan Kepemimpinan 2030

Kuliah Umum oleh Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) yang akan membahas empat pilar kebangsaan dan kepemimpinan 2030 di Gedung Auditorium Universitas Negeri Gorontalo

26 September - 01 Oktober 2018

Hibah eLearning IDB7in1

PIU IDB7in1 UNG memberikan kesempatan untuk dosen yang berminat untuk menyusun modul eLearning langsung pada situs elearning IDB7in1. Untuk user bisa menghubungi email : elearningidb7in1@ung.ac.id
Info lengkap di http://elearning-idb7in1.ung.ac.id/mod/forum/discuss.php?d=61