Limbah Tempurung Dapat Digunakan Sebagai Pengawet Pangan

Oleh: Abdul Wahid Rauf . 11 Januari 2017 . 09:36:00

GORONTALO - Melimpahnya limbah Tempurung di berbagai daerah di Provinsi Gorontalo, kerap dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk diolah menjadi bahan pembakaran. Namun ternyata, limbah tempurung juga memiliki manfaat lain, yakni sebagai bahan pengawet alami bagi bahan pangan.

Manfaat limbah tempung sebagai bahan pengawet tersebut terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Dosen Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), yakni Hendri Iyabu, S.Pd, M.Si, dan Prof. Dr. Ishak Isa, M.Si,. Dengan mengusung topik penelitian teknologi zero waste dalam produksi asap cair tempurung kelapa sebagai pestisida organik dan pengawet pangan alami yang murah dan aplikatif.

Dijelaskan Hendri, pemanfaatan limbah tempurung sebagai bahan pengawet alami dilakukan dengan mengolah limbah tempurung menjadi asap cair. Dimana asap cair yang dihasilkan dapat digunakan untuk mengawetkan bahan pangan, dengan cara dioleskan ke seluruh bagian pangan tersebut.

Asap cair menurut Hendri, merupakan hasil dari pembakaran limbah tempurung kelapa melalui sebuah wadah tong, kemudian asap hasil pembakaran diambil dengan dialiri melalui pipa yang melewati air dingin. Nantinya hasil pembakaran dalam bentuk asap tersebut akan mengembun menjadi tetes cairan untuk selanjutnya ditampung, dan kemudian dilakukan destilasi untuk menghasilkan asap cair pengawet pangan.

"Asap cair kita ujicobakan dengan mengawetkan daging ikan. Setelah dioleskan dengan asap cair dan disimpan dalam Tupperware, daging ikan mampu bertahan selama 4 hari lamanya tanpa perlu dimasukkan kedalam lemari pendingin," terang Hendri.

Dengan pemanfaatan asap cair, masyarakat dapat mengawetkan bahan pangan secara alami tanpa mengeluarkan banyak biaya, serta bermanfaat sebagai pencitarasa dari makanan. Selain itu pengolahan limbah tempurung sebagai asap cair akan lebih menguntungkan dari segi finansial dibandingkan dengan diolah sebagai bahan pembakaran.

"Karena besarnya manfaat yang dimiliki, harga asap cair dibeberapa daerah bisa berkali lipat, dibandingkan diolah sebagai bahan bakar tempurung," jelas Hendri.

Lebih lanjut dijelaskan Hendri, asap cair tidak hanya digunakan sebagai bahan pengawet alami, namun juga sebagai insektisida alami dalam membasmi hama, sehingga lebih aman pemakaiannya dibandingkan insektisida berbahan kimia. (wahid)

Agenda

2 Mei 2020

Webinar Hardiknas 2020

Seminar Online dalam rangka Hari Pendidikan Nasional dengan Narasumber, Dr. Eduart Wolok, ST, MT, Karmila Machmud, MA, Ph.D, Drs. Amin Nusi, M.Pd. Disiarkan langsung dari Fanspage Facebook Universitas Negeri Gorontalo

2 Desember 2019

Job Fair Media Group

Dalam Job Fair kali ini, perusahaan Media Grup akan membuka rekrutmen tenaga kerja untuk seluruh kelompok usaha yang bernaung dibawahnya, mulai dari perusahaan media cetak, percetakan, penyiaran, Daring, Properti, Event Organizer, Sumber Daya Alam dan beberapa kelompok usaha lainnya.

2 Desember 2019

Kuliah Umum 4 Pilar Kebangsaan dan Kepemimpinan 2030

Kuliah Umum oleh Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) yang akan membahas empat pilar kebangsaan dan kepemimpinan 2030 di Gedung Auditorium Universitas Negeri Gorontalo

26 September - 01 Oktober 2018

Hibah eLearning IDB7in1

PIU IDB7in1 UNG memberikan kesempatan untuk dosen yang berminat untuk menyusun modul eLearning langsung pada situs elearning IDB7in1. Untuk user bisa menghubungi email : elearningidb7in1@ung.ac.id
Info lengkap di http://elearning-idb7in1.ung.ac.id/mod/forum/discuss.php?d=61