Jurusan Farmasi Berkomitmen Perangi Obat Ilegal

Oleh: Abdul Wahid Rauf A.Md. . 7 Oktober 2017 . 08:54

 

GORONTALO - Maraknya peredaran obat ilegal yang memberikan dampak buruk masyarakat sebagai pengguna, menjadi fenomena yang cukup memprihatinkan bagi Jurusan Farmasi. Untuk mengantisipasi penggunaan dan peredaran obat-obatan ilegal, Jurusan Farmasi menyatakan sikap untuk turut memerangi obat ilegal tersebut.

Bahkan untuk memberikan pembobotan kepada mahasiswa dakam menerangi penyalahgunaan obat ilegal tersebut. Jurusan Farmasi memberikan kuliah pakar dengan tema, Farmasi perangi obat ilegal, Kamis (10/5), di Lapangan Indoor UNG.

Ketua Jurusan Farmasi Dr. Widy Susanti Abdulkadir, S.Si, M.Si, APT, mengungkapkan, pelaksanaan kuliah pakar ini didasari oleh maraknya kasus penyalahgunaan obat-obatan ilegal yang terjadi masyarakat. "Ini juga sebagai bukti komitmen dari Jurusan Farmasi, dalam mendukung aksi memerangi peredaran obat-obatan ilegal di masyarakat," ungkap Dr. Widy.

Komitmen serta pemahaman secara mendalam terkait memerangi obat ilegal kata Dr. Widy sangat penting bagi mahasiswa. Karena sebagai pelayanan masyarakat dibidang kesehatan, mahasiswa sebagai calon apoteker harus memberikan jaminan pelayanan terkait obat-obatan yang baik sesuai dengan ketentuan.

"Sebagai calon apoteker, mahasiswa harus kita berikan pembobotan tentang obat-obatan ilegal. Agar ketika mereka bertugas, dapat memberikan pelayanan sesuai ketentuan Undang-undang penggunaan obat, serta dapat turut mengedukasi masyarakat tentang obat ilegal," terangnya.

Wakil Dekan Bidang Akademik Risna Podungge, S.Pd, M.Pd, mendukung upaya Jurusan Farmasi dalam memerangi Obat-obatan ilegal melalui kuliah umum. Menurutnya sudah seharusnya masyarakat dapat merasa aman dalam mengkonsumsi obat-obat, sesuai dengan aturan dan dosis yang ditentukan, agar tidak menimbulkan kerugian dimasa mendatang.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Prov. Gorontalo dalam pemaparan materinya menuturkan, sebuah obat dikatakan ilegal dilihat dari beberapa alasan, diantaranya obat tersebut tidak memiliki izin edar, obat yang diperjual-belikan oleh apotik yang tidak memiliki izin, serta obat yang dijual apotik yang tidak memiliki seorang apoteker. (wahid)

Agenda

12 Oktober 2017

Pelatihan Website Fakultas

Pelatihan Website Fakultas

4 Mei 2017

Wisuda 04 Mei 2017

Wisuda UNG

11 April - 05 Mei 2017

Pendaftaran SBMPTN 2017

SBMPTN 2017

11 November 2016

Seminar Internasional

Seminar Internasional dengan tema “Hilirisasi Pertanian Berbasis Lokal Untuk Kemandirian Pangan"