Fakultas Ilmu Sosial Gagas Seminar Nasional Kebudayaan

Oleh: Abdul Wahid Rauf A.Md. . 12 September 2018 . 11:47

Diskusikan Pemersatu Kebangsaan Melalui Kebudayaan 

 

 

GORONTALO – Dalam menyikapi perkembangan zaman yang membuat tergerusnya nilai-nilai kebudayaan, mendorong Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Gorontalo untuk menguatkan kembali peran kebudayaan sebagai nilai pemersatu bangsa. Dorongan tersebut diwujudkan dalam Seminar Nasional Kebudayaan yang mengusung tema 73 tahun kebudayaan merajut Indonesia, Senin (10/9), di Auditorium UNG.

Seminar Nasional yang menghadirkan Antropolog dari Universitas Gadjah Madah Prof. Dr. Irwan Abdullah, M.A, didasari oleh belum optimalnya eksistensi dan nilai-nilai budaya dalam membangun, mengawal serta mengisi pembangunan baik itu pembangunan materil maupun imateril.

“Yang menjadi tujuan pada Seminar ini yakni menggali khasana kebudayaan lokal dan nasional yang menjadi simpul pemersatu Indonesia sebagai negara bangsa, serta merumuskan konsep dan praktikal pendidikan berkebudayaan sebagai intrumen penguatan negara bangsa,” ungkap Ketua Panitia Rasid Yunus.

Dekan FIS Dr. Sastro M Wantu, M.Si, mengatakan, pembahasan tentang kebudayaan merupakan bagian dari panggilan jiwa civitas akademika FIS, yang ingin membangkitkan kembali kebudayaan sebagai salah satu pemicu dalam membangun keharmonisan bangsa. Terlebih saat ini Kebudayaan tidak menjadi prioritas pemerintah dan seakan dianaktirikan.

“Potensi kebudayaan sangat besar jika dimaksimalkan dalam mengawal serta mengisi kegiatan pembangunan materil maupun imateril diberbagai sektor, terlebih dalam kebudayaan mengadung nilai-nilai positif sebagai kunci penguatan Negara dan bangsa,” jelas Dr. Sastro.

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Mahludin Baruwadi, M.P, menilai seminar sejalan dengan visi UNG yang menedepankan kebudayaan. Hal ini sebagaimana tercantum dalam visi UNG 2035, yang dijabarkan dalam proses kurikulum pembelajaran sebagai matakuliah penciri Universitas.

“Ini merupakan komitmen untuk membangun bangsa melalui potensi besar yang dimiliki bangsa Indonesia yakni kebudayaan. Olehnya melalui forum ini diharapkan makna kebudayaan yang hakiki dapat kita wujudkan sehingga menjadi prioritas untuk mencapai kemajuan bersama, karena dengan kebudayaan dapat menjamin arah dan kemaslahatan pembangunan,” tandasnya. (wahid)

Agenda

30 Januari 2018

Kuliah Umum oleh Ketua Badan Pemeriksa Keuangan RI

Kuliah Umum oleh Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI

15 Januari 2018

Rapat Pembahasan LAKIP akhir tahun 2017

Pembahasan LAKIP akhir tahun 2017 di lingkungan UNG dan rencana program tahun 2018

2 - 12 Januari 2018

Penginputan Jadwal Kuliah

Penginputan Jadwal Kuliah dimulai tanggal 2-12 Januari 2018

2 - 22 Januari 2018

Penginputan KRS

Penginputan KRS dimulai tanggal 2-22 Januari 2018