Site Logo

Catat! Ini Jadwal Penting Pelaksanaan SNMPTN dan UTBK-SBMPTN 2021

Abdul Wahid Rauf
22 Jan 2021
10:26 WITA
2.847 dilihat
Catat! Ini Jadwal Penting Pelaksanaan SNMPTN dan UTBK-SBMPTN 2021

 

GORONTALO – Memasuki awal tahun para Siswa yang akan segera menyelesaikan pendidikan pada jenjang SMA/SMK/MA akan mulai disibukkan dengan aktiftas pendaftaran masuk Perguruan Tinggi. Jika ingin masuk dan kuliah di Perguruan Tinggi Negeri, Siswa dapat ikut mendaftar melalui jalur penerimaan yang sudah disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi.

Menurut Wakil Rektor Bidang Akademik UNG Dr. Harto Malik, M.Hum, ada tiga jalur penerimaan yang dibuka untuk masuk PTN 2021. Ketiga Jalur tersebut yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), jalur UBTK-SBMPTN, dan jalur Mandiri.

Bagi Siswa yang ingin berpartisipasi dalam seleksi masuk PTN 2021 harus mengetahui jadwal pelaksanaan kegiatan yang ada pada SNMPTN maupun UTBK-SBMPTN. Berdasarkan informasi dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), jadwal pelaksanaan SNMPTN, UTBK dan SBMPTN sebagai berikut:

Jadwal SNMPTN 2021:

1.       Registrasi akun LTMPT melalui laman https://portal.LTMPT.ac.id: 14 Januari – 1 Februari 2021

2.       Penetapan Siswa eligible oleh Sekolah: 4 Januari – 8 Februari 2021

3.       Pengisian Pangkalan Datas Sekolah dan Siswa (PDSS): 11 Januari – 8 Februari 2021

4.       Pendaftaran SNMPTN 2021: 15 – 24 Februari 2021

5.       Pengumuman hasil SNMPTN 2021: 22 Maret 2021

Jadwal UTBK-SBMPTN 2021:

1.       Registrasi akun LTMPT: 7 Februari – 12 Maret 2021

2.       Pendaftaran UTBK-SBMPTN: 15 Maret – 1 April 2021

3.       Pelaksanaan UTBK (2 gelombang): Gelombang 1 pada tanggal 12 – 18 April 2021,

          Gelombang II pada tanggal 26 April – 2 Mei 2021.

4.       Pengumuman hasil seleksi jalur SBMPTN (pukul 15.00 WIB): 14 Juni 2021

Ikuti berita lainnya

Perdana Masuk Kampus, Rektor Sambut Hangat Kehadiran Ribuan Mahasiswa Baru UNG
10 Aug 2026
05:12 WITA

Perdana Masuk Kampus, Rektor Sambut Hangat Kehadiran Ribuan Mahasiswa Baru UNG

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi menyambut 5.166 mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2025/2026. Ribuan generasi muda terpilih dari 11 fakultas tersebut kini sah menjadi bagian dari keluarga besar "Kampus Kerakyatan" UNG setelah menjalani prosesi pengukuhan dalam Sidang Senat Terbuka.Acara sakral tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., dengan didampingi Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. Femy Sahami, M.Si., serta jajaran pimpinan di lingkungan universitas.Dalam pidato sambutannya, Prof. Eduart Wolok menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru yang berhasil menembus ketatnya persaingan masuk UNG. Para mahasiswa yang dikukuhkan merupakan kandidat terbaik yang berhasil menyisihkan puluhan ribu pendaftar dari berbagai jalur seleksi.“Jalani kehidupan di lingkungan kampus dengan penuh suka cita. Tujuannya adalah memperkuat kualitas dan kompetensi individu, sehingga kelak dapat memberikan manfaat serta kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Rektor UNG.Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa menyandang status sebagai mahasiswa UNG bukan sekadar rutinitas menempuh pendidikan tinggi. Status ini membawa amanah besar untuk terus mengembangkan potensi diri, mengasah kedisiplinan, serta menjaga fokus selama menempuh perjalanan akademik.“Kesempatan emas mengecap pendidikan di UNG ini diharapkan dapat dimaksimalkan oleh seluruh mahasiswa baru melalui kesungguhan belajar dan keaktifan berkarya, demi mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global," harapnyaSebagai mahasiswa baru, Rektor berharap untuk dapat beradaptasi dengan cepat dengan kehidupan kampus serta sistem akademik. Karena dengan cepat beradaptasi, mahasiswa baru dapat menjalankan pendidikan tepat waktu dengan dibarengi pencapaian prestasi yang memuaskan. (**)

Bukan Formalitas, Rektor UNG Tekankan Program KKN Jadi Ruang Belajar dan Pengabdian Mahasiswa
10 Aug 2026
03:22 WITA

Bukan Formalitas, Rektor UNG Tekankan Program KKN Jadi Ruang Belajar dan Pengabdian Mahasiswa

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT, hadir untuk memberikan pembekalan kepada ribuan mahasiswa UNG, yang akan terjun melakukan program pengabdian kepada masyarakat melalui progarm Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap II Tahun 2026.Dalam penyampaiannya, Rektor mengajak mahasiswa peserta KKN Tematik Tahap II untuk mengubah cara pandang terhadap KKN. Menurutnya, KKN bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata.Dalam arahannya, Rektor meminta mahasiswa memanfaatkan 45 hari masa pengabdian sebagai ruang untuk memahami dinamika kehidupan masyarakat, menimba pengalaman, serta mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.“Jadikan masa 45 hari ini sebagai momentum untuk belajar langsung dari dinamika masyarakat, menimba ilmu, sekaligus memberikan solusi atas problematika yang dihadapi warga setempat,” pesan Rektor.Menurutnya, pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat akan memberikan pembelajaran yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu melihat berbagai persoalan di lokasi KKN secara objektif, kemudian merancang kontribusi yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat.Dalam menjalankan program kerja, mahasiswa diminta tetap berpegang pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, memahami batas kewenangan, serta aktif berkonsultasi dengan Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Setiap program juga harus dirancang dan dilaksanakan berdasarkan kondisi nyata masyarakat, bukan sekadar mengejar penyelesaian kegiatan.“Jangan bekerja sendiri. Jika menghadapi persoalan atau membutuhkan arahan, segera berkoordinasi dengan DPL maupun LPPM. Program yang dijalankan harus tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi masyarakat di lokasi KKN,” tegasnya.Lebih dari sekadar menjalankan program, Rektor mengingatkan bahwa setiap mahasiswa KKN merupakan representasi UNG di tengah masyarakat. Sikap dan perilaku mahasiswa selama berada di desa akan turut menentukan bagaimana masyarakat memandang almamater. Karena itu, mahasiswa diminta menjaga etika, tutur kata, perilaku, serta menghormati masyarakat dan kearifan lokal yang berlaku di masing-masing wilayah.“Jaga nama baik almamater. Etika, tutur kata, perilaku, dan kemampuan menghargai masyarakat merupakan bagian penting dari pengabdian. Ingat bahwa selama berada di lokasi KKN, saudara-saudara adalah representasi UNG,” ujarnya.Rektor juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak menjadikan KKN sebagai formalitas yang membebani. Sebaliknya, masa pengabdian harus dijalani dengan kegembiraan, semangat, dan rasa tanggung jawab."Jalani KKN dengan penuh tanggung jawab, jaga nama baik almamater, dan manfaatkan kesempatan ini untuk belajar serta memberikan manfaat bagi masyarakat," pesan Rektor.Melalui KKN Tematik Tahap II Tahun 2026, UNG berharap mahasiswa tidak hanya pulang membawa pengalaman menyelesaikan program kerja, tetapi juga membawa pemahaman yang lebih mendalam tentang masyarakat, pengalaman memecahkan persoalan nyata, serta karakter sebagai insan akademis yang peduli terhadap lingkungan dan kehidupan sosial. (**)

Mahasiswa Akuntansi FEB UNG Raih Silver Medal pada 3rd International Student Competition 2026 di Thailand
09 Aug 2026
23:31 WITA

Mahasiswa Akuntansi FEB UNG Raih Silver Medal pada 3rd International Student Competition 2026 di Thailand

Rachmad Hidayah

GORONTALO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di tingkat internasional. Moh. Akbar Ibrahim, mahasiswa Jurusan Akuntansi FEB UNG, berhasil meraih Juara II atau Silver Medal pada ajang 3rd International Student Competition (3rd ISC) 2026 yang berlangsung pada 8 sampai 9 Agustus 2026 di Chiang Mai University, Thailand.Prestasi tersebut diraih melalui karya ilmiah berjudul “TRUST System: Empowering Youth to Build Inclusive and Sustainable Financial Governance.” Sebelumnya, Akbar bersama timnya telah dinyatakan lolos sebagai finalis kompetisi internasional tersebut. Dalam tim, Akbar bertindak sebagai Team Leader, bersama Nafaldin Subula dari Universitas Ichsan Gorontalo dan Nur Ilmi Khair dari Universitas Halu Oleo.3rd International Student Competition 2026 diselenggarakan oleh International Student Community bekerja sama dengan Faculty of Agro-Industry, Chiang Mai University. Kompetisi ini mempertemukan mahasiswa dari enam negara dan mencakup sejumlah rangkaian kegiatan, mulai dari exhibition, penjurian, presentasi final delapan besar, seminar internasional, hingga awarding ceremony.Karya yang diusung tim Akbar menghadirkan TRUST System (Transparent, Reliable, and Unified System for Tracking), sebuah sistem pelaporan keuangan sederhana berbasis Microsoft Excel yang dirancang untuk membantu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola keuangan organisasi mahasiswa.Gagasan tersebut juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan organisasi nirlaba skala kecil terhadap sistem pelaporan yang mudah diterapkan serta selaras dengan standar akuntansi non profit di Indonesia, khususnya ISAK 335. Inovasi ini sekaligus membawa isu pemberdayaan generasi muda dalam membangun tata kelola yang baik (good governance) serta mendukung sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs.Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG, Dr. Raflin Hinelo, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Moh. Akbar Ibrahim. Prestasi tersebut dinilai menunjukkan kemampuan mahasiswa FEB UNG untuk menghasilkan gagasan inovatif sekaligus bersaing dalam kompetisi di tingkat internasional.Raflin juga menilai keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kompetisi internasional merupakan bagian penting dari upaya FEB UNG memperkuat kapasitas akademik dan daya saing global mahasiswa.Komitmen tersebut sejalan dengan langkah FEB UNG yang terus mendorong mahasiswa untuk memperluas pengalaman akademik dan membangun kompetensi melalui berbagai kegiatan internasional.Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNG, Dr. Melan Angriani Asnawi, S.Pd., M.Si., turut mengapresiasi prestasi yang diraih Akbar. Menurutnya, capaian mahasiswa dalam kompetisi internasional merupakan bagian dari proses pembinaan kemahasiswaan yang mendorong mahasiswa untuk berani mengembangkan potensi dan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.Melan menilai prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa FEB UNG lainnya untuk aktif mengikuti kompetisi, mengembangkan kreativitas, serta meningkatkan kemampuan akademik maupun non akademik.Pernyataan tersebut sejalan dengan komitmen bidang kemahasiswaan FEB UNG yang selama ini mendorong mahasiswa untuk mengikuti berbagai kompetisi sebagai bagian dari pengembangan potensi dan daya saing.Dalam kompetisi tersebut, Akbar juga mendapatkan pendampingan dari Hendra Pratama Danial, S.E., M.Ak., dosen Jurusan Akuntansi FEB UNG. Pendampingan dosen menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi kompetisi internasional.Raihan Juara II atau Silver Medal pada 3rd International Student Competition 2026 menjadi tambahan prestasi bagi FEB UNG sekaligus membawa nama Universitas Negeri Gorontalo ke panggung internasional.Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa FEB UNG lainnya untuk terus mengembangkan gagasan, meningkatkan kompetensi, dan berani mengambil kesempatan untuk berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

1.518 Mahasiswa UNG Turun ke 102 Desa, Bawa Misi Generasi Emas Lewat KKN Tematik
09 Aug 2026
11:11 WITA

1.518 Mahasiswa UNG Turun ke 102 Desa, Bawa Misi Generasi Emas Lewat KKN Tematik

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Sebanyak 1.518 mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali diterjunkan ke tengah masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap II Tahun 2026. Mengusung tema “KKN Tematik Generasi Emas: Pencegahan Narkoba, Stunting, dan Penguatan Pangan Keluarga”, program ini diarahkan untuk menghadirkan kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab berbagai persoalan strategis di masyarakat.Sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian, para mahasiswa terlebih dahulu mengikuti coaching dan pelepasan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan KKN. Pembekalan ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memahami tema, menyusun program kerja, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dinamika kehidupan masyarakat di desa.Kepala Pusat KKN UNG, Dr. Rosbin Pakaya, M.Pd., menjelaskan bahwa KKN Tematik Tahap II tahun ini melibatkan 220 Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Para mahasiswa akan disebar ke 102 desa yang berada di Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, dan Kabupaten Bone Bolango.Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam tiga isu utama, yakni pencegahan narkoba, penanganan stunting, dan penguatan pangan keluarga, diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah.“Melalui tema yang diangkat, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing desa. Pendampingan dari DPL juga menjadi bagian penting agar seluruh kegiatan dapat berjalan secara terarah dan memberikan manfaat,” jelas Rosbin.Sementara itu, Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan KKN sekadar kewajiban akademik, tetapi sebagai kesempatan untuk belajar sekaligus memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.Rektor meminta mahasiswa terlebih dahulu memahami karakteristik, potensi, dan kebutuhan masyarakat di lokasi masing-masing sebelum menjalankan program.“Manfaatkan masa KKN ini dengan sebaik-baiknya untuk memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat. Pahami tema dan program kerja, kemudian sesuaikan dengan potensi serta kebutuhan masyarakat di masing-masing desa,” pesan Eduart.Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari sejauh mana mahasiswa mampu membangun hubungan yang baik dan meninggalkan manfaat, yang dapat dilanjutkan masyarakat setelah masa pengabdian berakhir.“Jangan menyikapi KKN sebagai formalitas belaka agar tidak terasa memberatkan. Jalani dengan gembira, penuh semangat, dan rasa tanggung jawab. KKN adalah momentum untuk belajar langsung dari dinamika masyarakat, menimba pengalaman, sekaligus memberikan solusi terhadap persoalan yang ada,” tegasnya.Dengan waktu pengabdian selama 45 hari, ribuan mahasiswa UNG diharapkan mampu menghadirkan berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi mahasiswa, DPL, pemerintah desa, dan masyarakat, KKN Tematik Tahap II 2026 diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama membangun masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan tangguh menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia.

Lihat Semua Berita