Site Logo

Apa itu Sekolah Rakyat Online UNG ? Berikut Penjelasannya

Abdul Wahid Rauf
02 May 2020
15:25 WITA
5.586 dilihat
Apa itu Sekolah Rakyat Online UNG ? Berikut Penjelasannya

 

GORONTALO – Sekolah Rakyat Online merupakan sebuah terobosan unggulan UNG dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, melalui program Merdeka Belajar yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Saat ini yang jadi pertanyaan seluruh masyarakat apa itu Sekolah Rakyat Online yang dikembangkan UNG ?. Sekolah Rakyat Online merupakan sebuah Sistem Informasi Pendidikan, yang mana melalui Sistem ini masyarakat dapat mengakses sistem pembelajaran berbasis Online atau Dalam Jaringan (Daring).

Materi pembelajaran Daring yang dikembangkan meliputi seluruh level pendidikan non formal baik itu pendidikan dasar, menengah maupun sekolah rakyat dan bisa diakses melalui laman http://elearning.ung.ac.id.

Menurut Rektor UNG Dr. Eduart Wolok, S.T, M.T, format Sekolah Rakyat telah disusun sedemikian rupa agar semua kalangan rakyat bisa mengakses pendidikan dan keterampilan. Materi dan instruksi pembelajaran disampaikan dengan perantara digital sehingga jarak bukan jadi kendala untuk pembelajaran.

“Melalui Sekolah Rakyat Online dapat diakses oleh seluruh kalangan masyarakat dimanapun berada. Dalam Sistem Informasi Pendidikan pembelajaran bisa dilakukan dimana saja melalui Smartphone maupun Komputer, karena jika berbicara pendidikan tidak mengenal batas usia dan tidak mengenal jarak dan waktu,” terangnya.

Sekolah Rakyat merupakan inkubasi bagi rakyat untuk meningkatkan keahlian dan kompetensi. Materi-materi yang diberikan terkait kemampuan teknis yang dibutuhkan rakyat hari ini, misalnya mengenai kursus urban farming (Pertanian Kota), keterampilan pengembangan wisata Desa, Programming bagi pemuda Desa, akuntasi keluarga dan banyak materi-materi praktis yang bisa dijangkau dan diakses rakyat secara online.

“Nantinya setiap peserta didik atau masyarakat yang ikut dalam Sekolah Rakyat Online akan mendapatkan sertifikasi dari UNG dalam bentuk sertifikat keahlian sesuai bidang yang ditekuni,” jelas Rektor.

Dalam mewujudkan program ini UNG akan terus melakukan perbaikan dan peningkatan kapasitas UNG dari waktu kewaktu, sehingga Sekolah Rakyat online dapat memberikan manfaat lebih banyak bagi masyarakat dalam peningkatan kualitas pendidikan. (wahid)

Ikuti berita lainnya

Mahasiswa Doktor Administrasi Publik UNG Raih Young Scholars Award pada Konferensi Internasional IAPA 2026
26 Oct 2026
02:12 WITA

Mahasiswa Doktor Administrasi Publik UNG Raih Young Scholars Award pada Konferensi Internasional IAPA 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Persoalan konflik sosial di sektor pertambangan emas di Gorontalo berhasil mengantarkan mahasiswa Program Doktor Administrasi Publik, Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Ichsan Budiman Wantogia, bersama tim peneliti meraih Young Scholars Award dalam rangkaian IAPA Annual Conference 2026 dan ICPSH FISIP Unsoed 2026. Penghargaan tersebut diberikan pada konferensi yang berlangsung 21–23 Oktober 2026 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah.Penghargaan ini diraih melalui karya ilmiah berjudul “Social Conflict Resolution in Gold Mining from a Collaborative Governance Perspective: A Study in the PT Gorontalo Minerals Concession Area in Bone Bolango Regency”.Penelitian tersebut ditulis oleh Ichsan Budiman Wantogia bersama Rauf A. Hatu, Yanti Aneta, dan Udin Hamim dari Universitas Negeri Gorontalo. Capaian ini menjadi pengakuan atas kontribusi akademik peneliti UNG dalam mengangkat persoalan publik di daerah ke forum ilmiah yang lebih luas.Konferensi internasional tersebut diselenggarakan oleh Indonesian Association for Public Administration (IAPA) bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman. Mengusung tema Navigating Transitions: Governance, Society, and Global Connectivity in the Age of Digital Transformation,” forum ini mempertemukan akademisi dan peneliti untuk berbagi hasil penelitian serta mendiskusikan tantangan tata kelola pemerintahan dan perubahan sosial di tengah transformasi digital.Penelitian yang mengantarkan tim UNG meraih penghargaan ini menyoroti penyelesaian konflik sosial dalam aktivitas pertambangan emas di wilayah konsesi PT Gorontalo Minerals, Kabupaten Bone Bolango. Isu tersebut memiliki relevansi penting dalam kajian administrasi publik karena pengelolaan sumber daya alam tidak hanya berkaitan dengan kepentingan ekonomi, tetapi juga menyangkut hubungan antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.Melalui perspektif collaborative governance atau tata kelola kolaboratif, penelitian ini mengangkat pentingnya pelibatan berbagai pihak dalam memahami dan mengembangkan mekanisme penyelesaian konflik. Pendekatan tersebut menempatkan dialog, komunikasi, pembangunan kepercayaan, dan partisipasi sebagai unsur penting dalam mempertemukan kepentingan yang berbeda. Dengan demikian, persoalan publik yang kompleks dapat dikaji melalui proses tata kelola yang membuka ruang bagi keterlibatan para aktor terkait.Ketua Program Studi Doktor Administrasi Publik UNG, Dr. Yanti Aneta, M.Si., menilai capaian tersebut menunjukkan pentingnya penelitian doktoral yang berangkat dari persoalan nyata di daerah, tetapi memiliki relevansi bagi pengembangan ilmu administrasi publik secara lebih luas.”Penghargaan Young Scholars Award juga menjadi momentum bagi Program Doktor Administrasi Publik Pascasarjana UNG untuk terus memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah,” ujarnya.Keterlibatan mahasiswa doktoral dalam forum akademik menjadi bagian penting, dari upaya membangun tradisi penelitian yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan teori, tetapi juga mengkaji persoalan publik yang membutuhkan perhatian dan solusi.“Prestasi ini diharapkan memotivasi mahasiswa doktoral UNG lainnya untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, memperluas kolaborasi akademik, dan berpartisipasi dalam forum ilmiah nasional maupun internasional,” harapnya.

DWP UNG Berikan Edukasi Cara Menjaga Kesehatan Mental Perempuan di Tengah Beragam Peran
24 Oct 2026
07:49 WITA

DWP UNG Berikan Edukasi Cara Menjaga Kesehatan Mental Perempuan di Tengah Beragam Peran

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Menjalani berbagai peran sekaligus sebagai pekerja, istri, ibu, dan anggota masyarakat membutuhkan kesiapan fisik maupun mental. Memahami pentingnya hal tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar seminar edukasi kesehatan mental perempuan yang dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis.Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen DWP UNG dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran kesehatan, serta kapasitas anggotanya. Melalui seminar tersebut, para peserta diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah beragam tanggung jawab dan tuntutan kehidupan sehari-hari.Seminar menghadirkan dr. Rohmatya Suaib, Sp.K.J., sebagai narasumber dengan tema “Menjaga Kesehatan Mental Perempuan di Tengah Banyak Peran”. Dalam pemaparannya, ia memberikan edukasi mengenai pentingnya kesehatan mental bagi perempuan yang menjalani berbagai peran, baik di lingkungan pekerjaan, keluarga, maupun masyarakat. Pemahaman terhadap kondisi diri dan kebutuhan psikologis menjadi bagian penting agar perempuan dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih sehat dan seimbang.Ketua DWP UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.GK., menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih untuk membekali anggota dengan pemahaman, mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental ketika menghadapi beragam tanggung jawab. Menurutnya, perempuan perlu mendapatkan ruang untuk mengenali kebutuhan dirinya sendiri, di tengah tuntutan pekerjaan dan perannya dalam keluarga.“Kami ingin anggota DWP UNG memiliki bekal pengetahuan dan pemahaman yang baik, tentang bagaimana menjaga kesehatan mental di tengah berbagai peran yang dijalani. Perempuan tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam pekerjaan, tetapi juga menjalankan peran penting sebagai ibu dan bagian dari keluarga. Karena itu, kesehatan mental perlu menjadi perhatian,” ungkap Cecy.Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu anggota DWP UNG semakin memahami pentingnya keseimbangan antara tanggung jawab dan kesejahteraan diri. Dengan pengetahuan yang diperoleh, anggota diharapkan mampu terus berkembang, menjalankan perannya secara positif, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi keluarga dan masyarakat.Selain seminar, pemeriksaan kesehatan gratis menjadi bagian dari upaya mendorong anggota agar semakin peduli terhadap kondisi kesehatan diri. Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap kesejahteraan perempuan perlu dilakukan secara menyeluruh, dengan memperhatikan kesehatan fisik sekaligus mental.Cecy menegaskan bahwa DWP UNG akan terus berupaya menghadirkan program pelatihan dan pengembangan diri yang bermanfaat bagi anggotanya. Melalui kegiatan yang berkelanjutan, DWP diharapkan menjadi wadah bagi perempuan untuk memperluas wawasan, meningkatkan kapasitas, dan membangun kepercayaan diri dalam menjalankan berbagai peran kehidupan.Melalui seminar edukasi kesehatan mental ini, DWP UNG menegaskan komitmennya untuk mendorong lahirnya perempuan yang sehat, tangguh, berpengetahuan, dan berdaya. Perempuan yang mampu menjaga kesejahteraan dirinya diharapkan dapat menjadi sumber kekuatan bagi keluarga sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Kreatif! Mahasiswa KKN UNG Angkat Potensi Pangan Lokal Desa untuk Menghasilkan Nilai Ekonomi
24 Oct 2026
07:24 WITA

Kreatif! Mahasiswa KKN UNG Angkat Potensi Pangan Lokal Desa untuk Menghasilkan Nilai Ekonomi

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Potensi pangan lokal yang tumbuh di lingkungan masyarakat, dapat dikembangkan menjadi inovasi kreatif yang bernilai tambah. Hal inilah yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik II UNG di Desa Teratai, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, melalui pengolahan biji teratai menjadi es krim.Ide kreatif tersebut diperkenalkan dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi bertema Penguatan Pangan Keluarga dan Pencegahan Stunting yang berlangsung di Aula Kantor Desa Teratai. Kegiatan ini melibatkan Tim Penggerak PKK, Posyandu, Puskesmas, kader kesehatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Selain memperkenalkan alternatif pengolahan bahan pangan lokal, kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk lebih mengenali potensi pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.Biji teratai dipilih sebagai bahan olahan karena memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk pangan dengan bentuk penyajian yang lebih akrab bagi masyarakat. Melalui kreativitas mahasiswa, bahan lokal tersebut diolah menjadi es krim, sebuah inovasi yang untuk pertama kalinya diperkenalkan di Desa Teratai. Inisiatif ini diharapkan dapat membuka cara pandang baru terhadap pemanfaatan sumber daya pangan lokal yang selama ini belum banyak dikembangkan.Koordinator Desa KKN Tematik II Desa Teratai, Hamdan Bahmid, menjelaskan bahwa, mahasiswa terlibat langsung dalam proses pembuatan hingga pengolahan biji teratai menjadi es krim. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa menghadirkan inovasi yang dekat dengan potensi desa sekaligus memperkenalkan alternatif pemanfaatan bahan pangan lokal kepada masyarakat.“Mahasiswa terlibat langsung dalam proses pembuatan dan pengolahan biji teratai menjadi es krim. Produk ini menjadi inovasi baru karena untuk pertama kalinya es krim berbahan biji teratai diperkenalkan di Desa Teratai,” jelas Hamdan.Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik II Desa Teratai, Drs. Muhammad Rifai Katili, M.Kom., Ph.D., menegaskan bahwa pengembangan potensi lokal merupakan bagian penting dari pelaksanaan program KKN.Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menjalankan kegiatan pengabdian, tetapi juga perlu mampu mengenali peluang, memahami kebutuhan masyarakat, dan mengembangkan gagasan yang relevan dengan kondisi desa.“Potensi yang ada di desa perlu dikenali dan dikembangkan menjadi sesuatu yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar mengolah potensi lokal sekaligus mendorong edukasi mengenai pemanfaatan pangan keluarga,” ungkapnya.Pengembangan es krim biji teratai tersebut merupakan bagian dari program KKN Tematik II Desa Teratai yang mengusung tema “Optimalisasi Tatakelola Data Ekonomi-Pangan BUMDes untuk Penguatan Pangan Keluarga, Pencegahan Stunting dan Edukasi Anti-Narkoba di Desa Teratai, Tabongo.” Program ini mengintegrasikan pengenalan potensi pangan lokal dengan edukasi dan pelibatan berbagai unsur masyarakat untuk memperkuat perhatian terhadap pangan keluarga.

UNG Sambut Kehadiran Mahasiswa Asing Asal Aljazair
24 Oct 2026
05:39 WITA

UNG Sambut Kehadiran Mahasiswa Asing Asal Aljazair

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menyambut mahasiswa baru dari luar negeri. Amani Yara Habta, mahasiswa asal Aljazair, resmi bergabung sebagai mahasiswa Program Studi S1 Sistem Informasi, Fakultas Teknik UNG. Kehadirannya menjadi bagian dari semakin terbukanya lingkungan akademik UNG bagi mahasiswa dengan latar belakang negara dan budaya yang beragam.Kedatangan Amani disambut langsung oleh jajaran pimpinan Fakultas Teknik, mulai dari Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. Sardi Salim, M.Pd., IPU., ASEAN Eng., jajaran wakil dekan, hingga pimpinan jurusan dan program studi. Penyambutan ini mencerminkan kesiapan UNG khususnya fakultas dalam mendukung mahasiswa internasional, agar dapat menjalani proses pendidikan dengan baik dan merasa menjadi bagian dari keluarga besar UNG.Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., menyampaikan sambutan hangat atas kehadiran mahasiswa asal Aljazair tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa internasional menunjukkan bahwa, UNG semakin mendapat perhatian sebagai salah satu pilihan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.“Kami menyambut dengan hangat kehadiran Amani Yara Habta di UNG. Kehadiran mahasiswa dari luar negeri menjadi kesempatan bagi UNG untuk terus membangun lingkungan akademik yang terbuka, inklusif, dan berwawasan global,” ungkap Hafidz.Ia berharap Amani dapat mengikuti seluruh proses perkuliahan dengan baik, beradaptasi dengan lingkungan kampus maupun kehidupan masyarakat Gorontalo, serta memperoleh pengalaman akademik dan sosial yang berkesan selama menempuh pendidikan di UNG.Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. Sardi Salim, M.Pd., turut menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Amani, yang memilih Fakultas Teknik UNG sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikan. Kehadiran mahasiswa internasional memiliki arti penting, dalam memperkaya suasana pembelajaran dan memperluas perspektif sivitas akademika.“Kami mengapresiasi pilihan Amani untuk menempuh pendidikan di Fakultas Teknik UNG. Kami berharap kehadirannya dapat menjadi awal dari pengalaman belajar yang baik, sekaligus membuka ruang interaksi dan pertukaran perspektif antara mahasiswa dari latar belakang budaya yang berbeda,” ujarnya.Lebih dari sekadar kehadiran mahasiswa dari negara lain, bergabungnya Amani diharapkan dapat mendorong mahasiswa UNG untuk semakin terbuka terhadap komunikasi lintas budaya, memperluas wawasan global, dan membangun kebiasaan berinteraksi dalam lingkungan akademik yang beragam. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja dan tantangan global yang semakin dinamis. (**)

Lihat Semua Berita